Menciptakan Rasa Nyaman Di Jalan, Ternyata Sulit

Penulis : Budi Slamet Riyadi

Transportasi dalam kehidupan masyarakat sekarang ini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini seiring dengan perkembangan tingkat kebutuhan serta mobilitas sebagai sarana untuk mempermudah tujuan ke suatu tempat.

Namun tidak sedikit para pengguna alat transportasi tersebut hanya mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memikirkan kepentingan umum.

Seringkali hanya berpikir bahwa berkendara di jalan raya terlihat mudah ketika merasa mampu mengendarai kendaraan, maka sudah dianggap layak untuk berada di jalan raya.

Memiliki SIM itu dianggap bukan suatu kewajiban dan kadang hanya berada dalam kategori kebutuhan alternatif saja.

Apalagi dengan alasan hanya mengantar orang tua pergi ke pasar, pergi sekolah supaya tidak terlambat atau mengojek untuk mencari nafkah.

Keselamatan berkendara pun sudah bukan jadi target utama, maka tidaklah heran banyak sekali terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban seperti cacat fisik dan meninggal dunia.

Kondisi ini juga diperparah dengan sikap kedisiplinan di jalan yang mulai merosot drastis sehingga sudah menjadi pemandangan umum di setiap persimpangan atau di area jalur sibuk yang selalu di penuhi kendaraan karena tidak mau antri dan sabar, apalagi di daerah seperti di kota Jakarta yang tidak hentinya berjalan merayap sepanjang hari.

Angkot, bus kota dan kendaraan fasilitas umum lainnya  dengan santainya menaikkan dan menurunkan penumpang tanpa meminggirkan kendaraannya yang berada di tengah ruas jalan.

Dari pantauan penulis, angkutan umum ini juga menunggu penumpang tidak di atur di tempat yang luas atau di pusatkan di terminal, banyak sekali yang angkot berbalik arah di mana saja yang mereka suka, memasuki  jalur pejalan kaki, mendahului pada saat antri, sehingga banyak di ikuti oleh pengendara kendaraan pribadi lainnya.

Kendaraan parkir di tempat rambu di larang parkir dan stop, Sehingga hal ini  menghambat kendaraan yang melintas, bahkan bisa menyebabkan antrian yang panjang.

Kemacetan, akhirnya  terlihat seperti hal yang biasa, menjadi tradisi, ‘ah jakarta sih sudah biasa macet sperti ini, kalo nggak macet ya bukan Jakarta kan?! Begitu seloroh masyarakat Jakarta.

Tapi kondisi ini menjalar ke semua kota kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang, Jogja, Denpasar juga Surabaya bahkan di pedesaan  yang juga berlomba untuk bersama sama menjaga tradisi macet ini, kalau ada kemacetan lalu lintas seperti bangga!, ah sudah ramai kota saya.. begitu mungkin komentarnya.

Padahal, aturan main bagaimana ber lalu lintas tidak di ketahui sebelumnya.

Pengendara kendaraan roda dua (motor) mengendarai asal motor bisa berdiri dan melaju, sudah cukup. SIM? Nomor empat puluh. Sehingga para pengendara ini seperti bermain sirkus  melaju dengan kecepatan tinggi, seperti pembalap saja. Kadang jika hari Sabtu dan Minggu di area arah menuju Puncak Pass, rombongan motor gede (MODE), bermodalkan SIRENE dan lampu lampu yang biasa di gunakan oleh POLISI, dengan suara KNALPOT yang besar, dengan aman melenggang dengan kecepatan TINGGI  mondar mandir, namun POLISI hanya terdiam.

Hal ini memang  tidak di barengi dengan pengetahuan berlalu lintas yang cukup.

Ketika kita membuat SIM (Alat bukti tahu aturan mengendarai di jalan), kebanyakan proses pembuatannya tidak sesuai dengan juklaknya.

Misalkan, membuat SIM yang di temui pertama kali adalah calo kemudian  membayar melalui calo dengan biaya dua kali lipat dari biaya resmi, mengisi formulir, , dan langsung ke ruang test, kemudian soal lembaran jawaban di isi awuran saja langsung menuju ruang foto, setelah selesai tinggal menunggu di ruang tunggu, kemudian  di panggil untuk menerima SIM. SIM sudah jadi di tambah menerima kartu asuransi nya.

Sedangkan  proses membuat SIM yang benar adalah :

  1. Pergi ke loket dan membeli buku panduan membuat SIM, di pelajari buku tersebut hingga mengetahui benar apa isi dalam buku itu.
  2. Pergi ke loket lagi untuk beli formulir, kemudian di isi.
  3. Mengikuti ujian teori SIM (manual atau dengan komputer).
  4. Jika lulus, lanjut untuk di ambil foto dan tanda tangan SIM, jadi lah SIM “BELAJAR”
  5. SIM belajar di beri waktu satu minggu hingga enam bulan. Untuk belajar di jalan raya. (dengan prosedur)
  6. Kemudian mengikuti ujian lagi setelah maks enam bulan. Dengan prosedur dari awal lagi namun tidak mengikuti ujian teori.
  7. Apa bila ujian awal tidak lulus maka mengikuti ujian ulang, di beri waktu satu minggu untuk kembali mengikuti ujian ulang.
  8. Mengikuti ujian ulang ‘GRATIS’

Kalau SIM sudah jadi dan siap di gunakan, kemudian di beri nilai  (point) apabila ada pelanggaran tertentu maka point  tersebut hilang, misalkan hilangnya point karena ada pelanggaran berat seperti menabrak hingga merugikan orang banyak, maka di kurangi point nya, dari poin terkecil hingga penghapusan SIM tersebut. Setelah di hapus maka tidak dapat di pergunakan lagi hingga waktu tertentu sampai di larang membuat kembali SIM sesuai dengan ringan dan beratnya pelanggaran.

Misalkan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang maka SIM di HAPUS.

Masyarakat pengguna kendaraan di negeri kita sudah faham rambu rambu lalu lintas, namun cara mengaplikasikan rambu rambu tersebut banyak yang masih belum faham.

Mari kita baca opini di bawah ini, yang mungkin bisa untuk menambah wawasan berlalu lintas.

  1. Apabila siswa kedapatan mencontek dalam ujian SIM maka akan dilarang mengikuti ujian SIM selama 3 bulan .
  1. Apa bila siswa kedapatan menyogok petugas, siswa akan di larang mengikuti ujian SIM selama 5 tahun ke depan, atau di larang selamanya.
  1. Kita dapat melintasi dari sebelah kiri kendaraan lain pada saat kendaraan tersebut ingin belok ke kanan, maka berikan lampu indikasi arah kiri terlebih dahulu kemudian luncurkan kendaraan anda untuk menyalip dari kiri.
  1. Kita wajib memberikan tanda lampu (sen) untuk belok kanan dan atau kiri tiga detik (k.l 80 30meter) sebelum kendaraan kita berbelok.
  1. Kita wajib menghidupkan lampu besar kendaraan tiga puluh menit setelah matahari terbenam hingga tiga puluh menit sebelum matahari terbit, juga ketika pada saat cuaca berkabut dan tidak dapat terlihat dalam jarak 100 meter.
  1. Ketika kita akan melintas di bundaran kita wajib memberikan jalan kepada kendaraan dari sebelah kanan kita (mobil biru) terlebih dahulu

  1. Kita wajib menyalakan lampu besar kendaraan ketika kita tidak dapat melihat pada jarak 100 meter kedepan (karena ada kabut atau  hujan lebat).
  1. Ketika kendaraan kita ingin belok ke kanan maka kita wajib memberikan tanda sen 3 detik (kira kira jarak 80 meter) sebelum belok, sehingga apabila ada kendaraan lain di belakang atau di depan kita, mereka akan cukup waktu bereaksi dan tidak menjadikan gugup.

  1. Jika jalan basah Jaga jarak (kira kira berjarak 100 meter) untuk siap sebelum berhenti atau ketika kita sedang mengemudikan truk gandeng.
  1. Apabila kita ingin mendahului kendaraan di depan kita, yang harus kita lakukan adalah memberikan tanda sinyal lampu tiga detik sebelum mendahului, sambil melihat kondisi lalu lintas di depan kita, paling tidak kita harus bisa mewasdai kendaraan di depan kita dengan jarak 100 meter untuk dapat melanjutkan mendahului kendaraan di depan kita.

  1. Ketika kita akan melewati jembatan dengan fasilitas satu arah jalan, kita mesti mengurangi kecepatan dan siap untuk berhenti apabila di depan kita ada pengendara kendaraan lain. Kita hanya dapat melintas apabila di depan kita tidak ada kendaraan lain yang akan melintas.

  1. Spion A. Ini yang paling jelas.

  1. Apabila kita melihat tanda ACCIDENT (KECELAKAAN) tersebut di bawah batasan kecepatan adalah 20 kph.

  1. Polisi mempunyai hak penuh untuk MENGATUR di persimpangan jalan dan juga memberhentikan kendaraan kita untuk menanyakan kelengkapan, dan kita wajib memberikan penjelasan yang benar, juga pihak polisi ber hak untuk menangkap kita apabila ada yang di curigai. surat surat kendaraan kita.

  1. Gambar di bawah ini menunjukkan tempat penyeberangan, di sini pengendara tidak di wajibkan berhenti namun mendahulukan bagi penyeberang jalan.

  1. Tanda di di bawah ini menunjukkan kecepatan maksimum 50 km / h.

  1. Apabila kita melihat tanda penyeberangan (zebra cross) seperti di bawah ini maka kita wajib berhenti apabila ada orang di pinggir baik kiri maupun kanan berdiri siap untuk menyeberang.

  1. Lampu kuning siap untuk berhenti –  Lampu merah berhenti –  Lampu hijau jalan.

  1. Apabila kita melihat dan atau menabrak orang lain hingga terluka maka kita di wajibkan untuk menghubungi Polisi sesegera mungkin.
  1. Jika kita mengendarai di malam hari kita lalu kita berpapasan dengan kendaraan lain maka kita memberikan tanda lampu dim.
  1. Kosongkan meski lampu lalin hijau. Hal ini untuk menghindari penumpukan lalu lintas apabila lampu pengatur yang sedang merah berubah hijau.

Penyeberang jalan terasa nyaman dalam kondisi di bawah ini.

Kondisi gambar di bawah ini menunjukkan penyeberang jalan di sekitar mall tengah kota. Lampu lalin semua merah, sedangkan lalmpu lalin khusus penyeberang jalan menyala hijau.

  1. Kosongkan, untuk menghindari penumpukan lalu lintas, karena sekali waktu akan ada kendaraan dari kiri yang ingin belok ke kanan.

  1. Apabila ada simpang tiga, contoh kendaraan warna kuning ingin memasuki jalur kendaraan warna biru, maka kendaraan warna biru harus memberi jalan, paling tidak jika dalam keadaan jam sibuk di beri jalan antri satu per satu.

Contoh2 rapih di jalan.

  1. Apabila ada pengendara lain ingin masuk ke jalur kita maka kita harus memberi jalan.
  1. Apabila kita mengendarai kendaraan di malam dan melihat kendaraan lain di depan kita, atau di tikungan, di berikan tanda DIM.
  1. Ketika kita berjalan melalui jalan umum baik perkotaan maupun pedesaan mata kita harus selalu waspada, cek jalan jalan persimpangan kana dan kiri, cek kaca spion kanan, kiri dan spion untuk cek situasi belakang (spion yang berada di atasnya kaca depan). Tapi tetap konsentrasi dalam mengemudi.
  1. Mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, dalam kedaan hujan dan jalan basah yang aman adalah berjaga pada area 100 meter di belakang kendaraan lain.

  1. Apabila kita melihat lampu merah di simpangan rel kereta api terus berkedip kita harus menunggu hingga kereta api melintas atau menunggu lampu tersebut mati.

  1. Jika ada kendaraan yang ingin belok ke kanan, maka bisa meIalui area kiri apa bila kedaan aman dan kosong, hidupkan SEN kiri terlebih dahulu sebelum belok.
  1. kendaraan dilarang mengeluarkan asap tebal, kecuali cerobong asap di angkat ke atas. (khususnya bus dan truk).
  1. Jika ingin belok ke kanan, maka kita mengutamakan kendaraan yang dari depan untuk melintas dan wajib memberikan sinyal (tanda) belok ke kanan paling tidak dua detik (20 meter) sebelum belok dan cek spion sebelum belok.

  1. Jika kita pemegang SIM BELAJAR, dan ingin mengemudikan kendaraan maka harus ada pendamping tutor mengemudi atau seseorang yang sudah mempunyai SIM yang paling tidak berumur  2 tahun.
  1. Yang berhak memeriksa tes nafas untuk peminum alkohol dan memeriksa kelengkapan kendaraan hanya POLISI.
  1. Kita bisa mendahului kendaraan melalui sebelah kiri ketika ada polisi yang menganjurkan.
  1. . Kecepatan maximum ketika melalui DEPAN sekolah adalah 40 kmp dan apabila di depan sekolah tersebut ada bus school yang sedang menaikkan dan menurunkan para siswa maka max kecepatan adalah 20 kmp.
  1. Membunyikan klakson hanya untuk hal yang yang penting, , seperti memanggil teman yang di tunggu terlalu lama. Jangan membunyikan klakson apabila ingin mendahului, ingin mendahului kendara dengan kuda atau yang lainnya.
  1. Jika kita menjalankan kendaraan dalam keadaan SIM tidak berlaku, atau tidak mempunyai SIM maka apabila ada POLISI mengetahui hal tersebut, POLISI akan memberikan denda.
  1. Apabila kita melihat lampu pada kendaraan POLISI, AMBULANCE, PEMADAM KEBAKARAN, PENGAWALAN PENTING dan sejenisnya di belakang kita maka kita harus berhenti dan membiarkan kendaraan polisi tersebut mendahului kita, dan apabila itu POLISI mungkin saja kita ada kesalahan yang kita tidak tahu dan akan menghentikan kita, oleh karna itu kita harus berhenti.

  1. apabila kendaraan kita mogok di jalan toll segera di pinggirkan ke kiri, buka kap depan, hidupkan lampu kuning berkedip kedip, hubungi kendaraan penarik atau bengkel.
  1. Ketika kita ingin mengganti roda atau mogok harus memasang lampu hazard, atau tanda SEGITIGA.
  1. Jika kita terlibat kecelakaan dan kita selamat maka yang harus kita pertama lakukan mengecek apakah ada yang terluka atau tidak.
  1. Yang memberikan tanda tersebut di BAWAH adalah petugas POLISI.

(KECELAKAAN)

  1. Apabila kita melihat benda yang membahayakan perjalanan sebaiknya kita berhenti dan singkirkan benda tersebut.
  1. Tanda reflektor kuning ini untuk menandai DILARANG MENDAHULUI. Di pasang di tengah pembatas jalan.

  1. Tanda reflektor biru ini untuk menandai ADANYA AIR HYDRAN (sumber air untuk pemadam kebakaran) biasanya mobil boleh parkir di lokasi tanda itu tapi harus ada seorang yang bisa mengendarai kendaraan yang menunggu di lokasi.

  1. Apabila melihat tanda garis putus putus kuning di pinggir jalan maka kita dilarang parkir.
  1. apabila kita mengendarai di jalan tanpa tanda, maka kita selalu berjalan di lajur kiri jalan itu.
  1. Tanda di bawah ini hanya untuk belok kanan dan dilarang untuk fasilitas mendahului kendaraan lain atau memutar.

Kita bisa belok kanan di tanda jalan ini dengan mengutamakan kendaraan dari arah berlawanan.

  1. Apabila kita ingin memutar harus memperhatikan rambu lalu lintas dan harus menunggu aman kendaraan dari belakang maupun dari depan.
  2. jika kita ingin belok ke kanan sedangkan jalan yang di kanan mempunyai dua jalur maka kita harus belok ke jalur yang paling kanan.

  1. Jika kita memasuki bundaran dan ingin belok kanan maka kita beri tanda untuk belok kanan, utamakan beri jalan pada kendaraan dari sebelah kanan kita.

  1. Ketika kita ingin pindah jalur, pasang tanda lampu SEN,  cek ke belakang apakah ada kendaraan atau tidak, cek hingga yang di perkirakan daerah yang tidak terlihat mata (blind spot), jika sudah aman baru pindah jalur.
  1. Jika kita ingin belok ke tempat parkir atau daerah perumahan
  1. Jika kita ingin belok ke tempat parkir atau daerah perumahan yang harus di lakukan adalah, mulai ke pinggir 5 detik sebelum nya, cek spion dan tempat yang tidak terlihat (blind spot), pelan pelan sebelum belok dan jika ada penyeberang jalan berikan jalan kepada penyeberang terlebih dahulu, kemudian belok setelah aman.
  1. Tanda reflektor putih, di pasang di tengah ruas jalan. Yang berfungsi sebagai tanda pembatas jalan.

  1. Penggunaan median yang berada di tengah, adalah pada saat menunggu akan belok ke kanan dan juga untuk belok ke kiri. Dan dan jika ingin memasuki jalur median ini untuk menunggu masuk ke jalur yang akan di tuju. Tempat ini harus terus kosong.

  1. Pengendara mobil biru harus memberikan jalan kepada pengendara sepeda motor.

  1. Ketika kita mau memasuki tanda STOP maka kita masuk dan berhenti hingga kita bisa melihat lalu lintas baik dari kiri dan kanan.

  1. Tanda di bawah, kedua kendaraan dapat melintas, ke kanan dan ke kiri secara bersamaan.

  1. Mobil merah punya hak untuk melaju lebih dulu dari pada mobil biru.

  1. dalam kesempatan ini Mobil merah harus memberi jalan kepada mobil biru.

  1. Mobil biru harus memberi jalan kepada pengendara motor terlebih dahulu.

  1. Mobil merah mempunyai hak untuk berjalan terlebih dahulu, mobil biru mesti menunggu hingga aman baru jalan.

  1. Ketika kendaraan saling berhadapan sperti di atas, mobil Biru lebih dulu jalan.

  1. Dalam kesempatan pada gambaran di atas, mobil merah harus jalan terlebih dahulu dari pada mobil biru.

  1. Dalam kesempatan ini mobil biru lanjut jalan, demikian juga mobil merah.

  1. Mobil biru di persilahkan jalan karena mobil merah harus mengitari mobil biru

  1. Mobil merah harus memberi jalan kepada mobil biru.

  1. Jika kita berada di tanda stop, maka kita harus memberi jalan kepada kepada mobil mobil yang lain secara bergantian menurut aturan yang berlaku.

  1. Dalam kondisi seperti di atas ini, mobil biru masuk ke kanan arah area parkir umum atau perumahan terlebih dahulu, kemudian baru mobil merah menyusul.

  1. dalam kondisi ini, karena di mobil merah ada rambu beri jalan, maka mobil biru bisa lanjut jalan.

  1. Di bundaran ini, mobil biru bisa lanjut sedangkan mobil merah menunggu hingga jalur kosong.

  1. Mobil biru lebih dulu jalan .

  1. Dalam kesempatan ini mobil merah lanjut jalan karena mobil biru terhalang rambu tanda berhenti.

  1. Dalam kondisi ini, Mobil merah memberi jalan mobil biru

  1. Mobil merah harus berhenti karena ada rambu beri jalan dan memberi jalan pada mobil biru

  1. Mobil merah akan menuju kiri sedangkan mobil biru menuju lurus, sehingga dua duanya bisa lanjut jalan.

  1. Mobil biru berada di tanda rambu berhenti, jadi membiarkan mobil merah lanjut jalan.

  1. Mobil merah memberi jalan mobil biru.

  1. Dalam hal ini mobil biru punya hak jalan karena datang dari sebelah kanan mobil merah.

  1. Dalam kesempatan ini yang di beri jalan adalah mobil biru.

  1. mobil merah harus stop dan memberi jalan kepada mobil biru.

  1. Rambu rambu di bawah adalah :

Boleh lurus di larang kanan

Boleh kanan di larang lurus

Lurus Siap berhenti di larang kanan.

Dilarang kanan dilarang lurus.

  1. Mobil biru harus memberi jalan mobil merah, karena mobil biru akan belok membelah tanda putih.

  1. Mobil biru harus memberi jalan kepada mobil merah, karena mobil merah berada dalam keadaan lurus.

  1. Mobil merah harus stop terlebih dahulu, membiarkan mobil biru jalan.

  1. Meskipun mobil biru berlampu hijau namun harus tetap memberi jalan dari mobil merah yang akan berjalan lurus.

  1. di sini simpang tiga tanpa ada rambu, dalam hal ini mobil merah yang akan belok kanan harus memberi jalan truk yang akan belok kiri.

  1. Dalam kesempatan ini mobil biru harus memberi jalan kepada mobil merah.

  1. Di kondisi ini mobil merah memberi jalan terlebih dahulu kepada mobil biru.

  1. dalam hal ini motor jalan terlebih dahulu, meskipun sama sama mempunya hak jalan karena lampu hijau.

  1. Mobil merah mempunyai hak untuk jalan terlebih dahulu karena berasal dari sebelah kanan mobil biru.

  1. Meskipun sama sama berada pada posisi lampu hijau namun mobil biru di berikan jalan karena mobil merah belok ke arah seberang, atau kanan.

  1. Mobil merah di beri jalan karena berjalan ke arah lurus.

  1. Dalam hal ini mobil biru berhak jalan lebih dulu, dan mobil merah mesti menunggu.

  1. Dalam hal ini mobil biru mempunyai hak jalan terlebih dahulu.

  1. Mobil merah mempunyai hak untuk jalan.

  1. Dalam kesempatan ini mobil merah memberi jalan kepada mobil yang datang dari ujung jalan simpang tiga.

 

 

  1. Mobil biru mempunyai hak jalan karena mobil merah berada di tanda STOP.

  1. . Kir layak jalan wajib di tunjukkan kepada POLISI dengan menempelkan stiker di kaca kanan atas. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan kita layak jalan.
  1. Di jalan umum menarik kendaraan sendiri di perbolehkan namun sebelumnya berusaha untuk menghubungi kendaraan penarik, kecuali di jalan bebas hambatan, wajib menggunakan kendaraan penarik khusus.
  1. Jika kita menarik kendaraan lain maks jarak dari satu ke kendaraan lain adalah 4 meter.
  1. Suara knalpo pada kendaraan harus di atur se kecil mungkin, juga untuk kendaraan besar yang mengandung asap banyak, knalpot harus di naikkan hingga atas badan kendaraan. Sehingga asap langsung terbang ke atas.
  1. Mobil wajib di lengkapi keranjang sampah di dalam mobil.
  1. Petugas yang berhak memberhentikan kendaraan di jalan hanya petugas POLISI.
  1. Jika kita pemegang SIM belajar di larang membawa penumpang jika mengendarai pada jam sepi (sore hingga malam hari atau di daerah tertentu yang aman untuk belajar) kecuali ada pendamping yang mempunyai SIM paling tidak berumur 2 tahun, hal ini jika mengendarai di siang hari di daerah ramai kendaraan yang lainnya.
  1. Kita harus selalu membawa SIM sepanjang kita mengemudi kendaraan di jalan.
  1. Jika melihat tanda ini maka kita harus menurunkan kecepatan untuk menghindari menginjak batu dan batu tersebut terlempar ke kendaraan lain. Dan atau batu tersebut akan menimbulkan bahaya terhadap pengendara lain dan ban meletus.

  1. Jika melihat rambu ini maka kita harus berhati hati untuk penyeberang jalan anak anak.

  1. Jika melihat rambu ini maka kita harus melihat lihat terhadap anak anak yang tiba tiba menyeberang.

  1. Rambu ini menunjukkan dilarang parkir hanya bis yang boleh berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

  1. rambu ini menunjukkan jalur kiri di tutup, biasanya rambu ini di pasang oleh pekerjaan jalan.

  1. Rambu yang menunjukkan jalan yang di ijinkan ke arah yang di tunjuk pada arah panah putih.

  1. tanda panah putih menunjukkan hak jalan pada arah itu, sedangkan kendaraan dari arah balik berjalan dengan hati hati.

  1. Rambu ini menunjukkan STOP atas permintaan, biasanya jalan sedang di perbaiki.

  1. Rambu ini menunjukkan bahwa arah yang kiri mendapat prioritas untuk jalan.

  1. Rambu ini menunjukkan di ijinkan semua jenis kendaraan dengan ketinggian maks 4,65 meter.

  1. Rambu ini menunjukkan kecepatan yang nyaman adalah 35 kmpj. Biasanya di pasang di tikungan tikungan tajam.

  1. Rambu ini mengindikasikan JALAN DUA ARAH DI DEPAN.

  1. Rambu ini mengindikasikan GABUNGAN DUA JALAN MENJADI SATU DI DEPAN.

  1. Rambu ini menunjukkan “KEMUNGKINAN BESAR ADA BINATANG PIARAAN BERKELIARAN DI SEKITAR SETELAH RAMBU, HATI HATI DAN SIAP BERHENTI APABILA ADA BINATANG TERSEBUT”

  1. Penumpang khusus untuk bayi harus menggunakan kapsul ini.

  1. Rambu ini mengindikasikan “DILARANG BERPUTAR”

  1. Rambu ini mengindikasikan “ DILARANG PARKIR DI AREA SETALAH TANDA TERSEBUT”
  1. Rambu yang mengindikasikan “DILARANG PARKIR SETELAH RAMBU INI”

  1. Rambu yang menunjukkan “ARAH PUSAT INFORMASI”

  1. hanya kendaraan yang mengangkut orang disable( cacat ) yang boleh parkir di sini.

  1. jika ingin mendahului pengendara sepeda harus beri jarak 1.5.

  1. Apabila ingin berbelok kiri pada simpangan di depan, dan di depan kita ada kendaraan lain, maka kita di larang mendahului kendaraan itu.
  1. Area bebas hambatan sesuai dengan waktu yang di tentukan.

  1. Tempat parkir yang di ijin kan, khusus sepeda motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *