Saat Pemeriksaan Empat Siswa SLTA Terciduk Bawa HP Berisi Video Tak Senonoh

Pagimana, Sulteng (BN), Kenakalan remaja seakan menjadi trend masa kini. Pendidikan sekolah nyaris tak mampu membentuk kesadaran mental setiap individu peserta didik.

Hal ini dikarenakan kurangnya perhatian publik terhadap lingkungan sekitar bahkan peran orang tua yang kurang maksimal dirumah sehingga anak mudah terbawa arus pergaulan bebas.

Dalam rangka menciptakan kesadaran dan pencegahan dini terhadap tindak kriminal anak usia sekolah (remaja-red), baru-baru ini (14/03) Pihak Kepolisian Resort Banggai Sektor (Polsek) Pagimana bekerja sama dengan pihak otoritas pendidikan wilayah Kecamatan Pagimana melakukan pemeriksaan kepada sejumlah siswa di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Negeri 01 Pagimana.

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan dalam rangka Cipta kondisi kantibmas dan operasi kegiatan kepolisian yang di tingkatkan.

Pemeriksaan kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pagimana AKP. Sudaryanto beserta Wakapolsek Burhanudin Zaman dan anggota polsek Pagimana didampingi oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dalam hal ini Guru Bagian Kesiswaan (BK) Bpk. Nirwan Husein dan ibu Rahma Ali.

Dalam pemeriksaan di dua kelas ditemukan empat siswa yang membawa Hand Phone (HP) Android jenis Samsung yang setelah dibuka ternyata berisi konten video tak senono.

“Setelah diperiksa di masing-masing kelas ditemukan empat siswa yang memiliki HP Android jenis Samsung yang berisi konten Video tak senonoh dan kami langsung amankan barang bukti sekaligus siswa dan barang bukti tersebut diserahkan ke pihak otoritas sekolah untuk selanjutnya dilakukan pembinaan,” kata Kapolsek AKP. Sudaryanto kepada awak media binpers.com

Pihak kepala sekolah Sarjan Tule saat ditemui untuk konfirmasi temuan hasil pemeriksaan tersebut tidak berada di ruang kerjanya, menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya bahwa kepala sekolah sedang tugas dinas luar.

“Pak kepala sekolah lagi tugas urusan dinas di luar,” imbuh sumber kepada awak media ini.

Atas kejadian ini diminta kepada otoritas pendidikan dan orang tua murid agar selalu mengontrol anak didiknya mengingat generasi muda adalah penerus estafet pembangunan bangsa ke depan. (Tam)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment