BINPERS.COM

Berita Investigasi Nasional

Polman Dan Lahad Datu, Malaysia Bakal Jadi Kota Kembar

POLMAN, SULBAR (BN).- Akhirnya Pelabuhan Tanjung Silopo desa Mirring kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulawesi Barat dibuka jalur transfortasi laut Internasional, Polewali Mandat, Indonesia dengan Lahad Datu, Sabah Malaysuia diresmikan dan dibuka jaur rute pelaran transportasilaut rute Internsional dari pelabuhan tanjung silopo,polman  ke lahad datu sabah Malaysia Lahad Datu, Sabah Malaysia, Rabu ( 31/1-2018) sekitar pukul 17.30 wita, yang diwarnai peluncuran kembang api berwarna  warni ke udara, dilakukan oleh Gubernur Sulbar, HA.Ali Baal Masdar.

Upacara peremian itu, sebelumnya menyanyikan lagu kengsaan Indonesia Raya dan lagu kebgsaan Malaysia di halaman Dermaga pelabuhan Tanjung Silopo kemudia dilanjutkan penandatanganan MOU kerjasama antara pemerintah Polewali Mandar provinsi Sulbar, Indonesia dengan pemerintah Lahad Datu, Sabah Malaysia di atas MV Cattleya Express PT Panca Merak samudera, PT Berlian Niaga Indonesia, Direktur Utama, Rudy Effendi Suminto.

Pelabuhan Tanjung Silopo desa Mirring kecamatan Binuang perbatasan dengan Kabupaten Pinrang provinsi Sulsel, lokasinya sangat strategis untuk jalur transpotasi perdagangan dan penumpang menuju daerah tujuan seperti Kalimantan Timur dan Kalsel, bahkan rute jalur Internasional tujuan pelabuhan Lahad Datu, Saba Malaysia dengan posisi jarak dari kota Polewali ibukota Kabupaten Polewali Mandar hanya 12 KM dan kota Parepare sekitar 80 KM dan Makassar, hanya 250 KM dengan jarak tempuh melalui darat empat jam per 80/KM dan jarak dari poros Polman- Makassar ke dermaga hanya 200 meter dengan fasilitas Gudang dan parkiran dengan areal sekira 10 hektare.

Dibukanya rute Internasional Polman. Indonesia – Lahad Datu, Sabah Malaysia, merupakan momentum bagi pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Sulbar pada umumnya maupun  Sjuga tenaga kerja bagi warganya termasuk potensi sumber daya alam dimiliki, apalagi dengan dibukanya jalur transportasi rute Polman – Lahad Datu, peluang bisnis hasil bumi dan tenaga kerja semakin menjanjikan sehingga diharapkan pelaku bisnis khususnya Kadin, HPMI dan Perusda serte BP3TKI menjadikan momentum ini menjadi pelopor bisnis.

Investor asal Pilipina, Managing Director Dakota Shapping Enterprise, Madamme Juvi S.Tulipas dengan kedatangnya di Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar sangat terkesan dan merasa terhormat tas sambutan hangat dari pemerintah provinsi Sulbar dan Polewali Mandar bersama masyarakatnya sehingga dari suasana penuh kekeluargaan dan keakraban itu membuat Tim pelaku ekonomi bersama pemerintahan Lahad Datu, Sabah Malaysia bersemangat dan serius menyikapi untuk melangkah lebih jauh kedepan untuk kepentingan bisnis disegala sektor. “ Saya kira acara peresmian dan penandatanganan MOU kerjasama itu hanya biasa-biasa saja seperti lazimnya pelabuhan yang pernah saya kunjungi, tetapi ternyata jauh lebih ramai dan antusias masyarakat dan Saya mohon Maaf karena saya hanya berpakai biasa sejak dari mengikuti rapat pembahasan Draff kerjasama di Salu Pajan”, ujar Madamme Juvy S.Tulipas dalam bahasa Inggris.

Menurut Juvy S.Tulipas, sesungguhnya ada beberapa pejabat pemeritahaan Lahad Datu, Sabah Malaysia mau berkunjung ke Polewali Mandar, Indonesia sebagai kunjungan balasan Bupati Polewali Mandar bersama rombogan belum lama ini tetpi berhubung adanya pesta demokrasi pemilihan sedang berlangsung dan walaupun demikian, pihaknya menjamin dalam membuat perjanjian kerjasama dengan pemkab Polewali Manda provinsi Sulbar, Indonesia dengan pemerintah Lahad Datu, Sabah Malaysia. “ Kami percaya perjanjian kerjasama ini akan meningkatkan kerja sama dibidang ketenagakerjaan dan perdagangan beber Madamme Juvy S.Tulipas.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulbar, HA.Ali Baal Masdar mengharapkan dengan dibukanya jalur transportasi laut Internasional rute pelabuhan Tanjung Silopo, Indonesia ke pelabuhan Lahad Datu, Sabah Malaysia pihak pemprov Sulbar akan menjembatangi semua Kabupaten di provinsi Sulbar dan semua urusan pernerbitan perijinan tidak lagi menjadi kendala bagi investor, apalagi sesuai perintah presiden RI, Joko Widodo agar daerah mencari investor untuk membangun daerahnya dan mempermudah perijinan.

Sementara Bupati Polewali Mandar, HA.Ibrahim Masdar menyampaikan, berdasarkan hasil pertemuan komisi Ekonomi yang ikut dalam rombongan Datok pihak pemkab Polman dan Sulbar pada umumnya akan merencanakan mengirim komoditi berupa beras, bahkan investor ini merencakan akan membeli Sapi dari Polman.

Selain itu, tambah Ibrahim Masdar, dari hasil pertemuan ekpose tentang potensi perkebunan dimilik Polman dengan komoditi Kakao dan kelapa dalam, melalui ibu Juvy S. Tulipas akan menjembatangi kita disektor perdagangan dari Mindanao Pilipina dengan Polewali Mandar, Indonesia untuk mendatangkan pabrik kelapa dalam ke Polman.

Menurut Ibrahim Masdar, dari Lahad Datu, pihaknya akan melakukan envasi ke Sabah, Malaysia dengan komoditi unggulan kopi kemudian kedepan rencananya akan ke Mindanao Pilipina untuk melihat secara langsung, komoditi apa yang harus dikirim kesana.

“Walaupun saya dicaci maki melalui media sosial dengan menilai bahwa pemkab Polman ke Malaysia hanya menghabiskan anggaran, tetapi hari ini saya buktikan bahwa saya ke Malaysia bersama rombongan OPD tanggal 25 November 2017 ada maksud dan tujuan dan hasilnya setelah kunjungan rombongan Sabah Malaysia tanggal 29 Januari 2018 hingga 1 Februari 2018 dipimpin Fazree Bin Sairi ( Dist Officer Assistant/ Wakil Bupati Lahad Datu, Sabah Malaysia) dengan melakukan kerjsama melalui MOU dengan pemerintah Lahad datu, Sabah Malaysia dibidang Sosbud, Tenaga kerja, pendidikan, olahraga dan pariwisata khususnya perdagangan”, beber Ibrahim Masdar. (Andira Mordani)

Berita Terkait Sulselbar :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *