Kelompok Ternak Sapi Desa Laulalang Diduga kuat Bermasalah, Ketua Kelompoknya Harus Diperiksa

Ilustrasi

Tolitoli-BN, Bantuan Pemerintah Daerah Kab Tolitoli melalui Dinas Peternakan terhadap kelompok ternak sapi Desa  Laulalang diduga kuat disalah gunakan. hal ini terungkap setelah salah satu anggota kelompoknya angkat bicara kepada Media BN/binpers.com, Selasa (23/01/ 2018).

Bantuan ternak sapi yang seyogyanya di peruntukkan bagi anggota kelompok, ternyata dikuasai secara pribadi oleh saudara L yang sekaligus sebagai ketua kelompok, ini dibuktikan dari 10 ekor sapi yang di bagikan tersisa hanya 2 ekor saja yang lain entah kemana.

Namun L membantah dan mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menguasai seluruhnya namun sapi tersebut sebagian  di serahkannya  ke desa tetangga yaitu desa salumpaga atas kesepakatan yang di setujui oleh dinas perikanan.

“Saya tidak pernah menguasai atau memelihara sapi tersebut, melainkan sapi tersebut saya serahkan kepada 5 anggota kelompok lainya dan sisanya di berikan kepada kelompok ternak  Desa Salumpaga,” tegas L saat dikonfirmasi di kediamanya.

Sementara itu di tempat yang berbeda, para anggota kelompok Ternak Desa Salumpaga justru mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan ternak sapi pada tahun 2015-2016 sehingga jika ada yang mengatakan bahwa kelompok ternak Desa Salumpaga mendapatkan bantuan sapi itu tidak benar.

Sebelumya dinas perikanan juga pernah memberikan bantuan ternak sapi pada tahun 2015 kepada kelompok yang sama di desa Laulalang yang juga diketuai oleh L namun lagi lagi L sebagai ketua kelompok memberikan pernyataan bahwa dirinya tidak pernah menerima bantuan pada tahun 2015.

Pelaksana Tugas Dinas Peternakan (PLT) Abd. Fatta saat di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan  bahwa dirinya tidak mengetahui adanya bantuan tersebut karena dirinya baru menjabat selama 10 bulan. Namun dirinya menegaskan akan  segera memerintahkan kepada kepala  bidang yang menangani bantuan  tersebut dan jika terbukti bantuan tersebut di kuasai secara pribadi maka harus di proses secara hukum.

” Karena jelas itu adalah bagian dari perbuatan memperkaya diri. Dan bisa dimungkinkan hal ini sudah terjadi berulang ulang sehingga harus ada sangksi hukum yang tegas, ini akan menjadi tugas kami kedepan sekaligus menjadi bahan pembelajaran terhadap oknum oknum nakal yang memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan pribadi,” Tegasnya. (Edi)

 

Berita Terkait Sulteng :

Korban Kecelakaan Dipulangkan Paksa RSU. Ampana, DidugaPelaku Ingkari Tanggung Jawab

Peristiwa kecelakaan yang menimpa 2 orang wanita warga Desa SPF Kec. Simpang Raya Kab. Banggai bernama Tria (15) dan Atmiati

0 comments

Pemeriksaan Anggaran Dana Desa Di Desa SPD Saiti Perlu Di Pertanyakan

Luwuk Banggai-BN,  Kinerja dari oknum Inspektorat kabupaten Banggai yaitu Hj Rosdiati Rachmad, Ade Imansa, Ariston Linggi, Suryadi Maino dan Anita

0 comments

Desa Pinjan Merindukan Akan Hadirnya Pusat Informasi Dan Telekomunikasi

TOLITOLI-BN,  Masyarakat di Desa Pinjan Keb Tolitoli berharap agar pemerintah dapat mengupayakan kehadiran Pusat Informasi Dan Telekomoniksi di Desa mereka

0 comments

Program Pembangunan Jembatan Dan Jalan Bermasalah, Kades Pinamula Lama Di Minta Mundur Dari Jabatan

TOLITOLI-BN, Program Peningkatan Jalan Kantong Produksi yang di paketkan dengan pembangunan jemabatan di Desa Pinamula Lama bermasalah. Pembangunan yang menelan

0 comments

Pertamini Di Tertibkan, Masyarakat Minta Polda Sulteng Untuk Transparansi

TOLITOLI-BN,  Asosiai Pertamini Kabupaten Tolitoli mendatangi gedung DPRD guna melakukan rapat dengar pendapat  menyusul di tertibkanya sejumlah pertamini oleh satuan

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *