Cipta Village Tidak Memiliki Amdal, Lantas Mengapa Dapat Melakukan Pembangunan ?

BATAM (BN), Dalam salinan Peraturan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam nomor 27 tahun 2017 tentang penyelenggaraan pengalokasian lahan Bagian Ketujuh tentang Pembangunan Pada Lahan Pasal 25

(1) Sebelum melaksanakan Pembangunan Pada Lahan, Pengguna Lahan diwajibkan untuk mengurus dan mendapatkan dokumen terkait perizinan pembangunan, antara lain:

a.       Fatwa Planologi;

b.      Izin Mendirikan Bangunan (1MB); dan

c.       Izin lingkungan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

(2) Terhadap izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang diterbitkan oleh pihak yang   berwenang maka Pengguna Lahan memberikan tembusan kepada Badan Pengusahaan Batam c.q. Kepala Kantor Pengelolaan Lahan.

(3) Pengguna Lahan setiap 3 (tiga) bulan wajib memberitahukan secara tertulis melalui media daring (online) kepada Badan Pengusahaan Batam c.q. Kepala Kantor Pengelolaan Lahan tentang progres Pembangunan Pada Lahan.

Berdasarkan penelusuran awak media binpers.com diketahui bahwa ada pembangunan perumahan Cipta Village yang terletak di wilayah hukum Kecamatan Sekupang Kelurahan Tanjung Riau tidak memiliki Amdal.

Bapak Salmadi selaku Lurah di Kelurahan Tanjung Riau juga mengatakan sangat tegas saat dikonfirmasi oleh awak media kala itu bahwa tidak ada memberikan ijin apa pun terkait pembangunan Perumahan Cipta Village, begitu pun dengan pihak kecamatan yang mana selaku Sekcam di kecamatan Sekupang  Bapak Delferi juga mengungkapkan hal sama.

Awak media juga sudah melayangkan surat konfirmasi tertulis sebanyak dua kali namun masih belum direspon oleh pihk Cipta Village. (rs)

Berita Terkait Kepri, Batam dan Tj. Pinang :

Kejari Dalami Kasus Dugaan Korupsi Alokasi Dana Desa

Kepri.Tajung Pinang (BN), Kejari Bintan dalami  penyidikan kasus alokasi dana Desa g berada Lancang Kuning Bintan. Proses penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap berapa kerugian negara yang ditimbulkan akibat kegiatan yang dianggap menyimpang. Kasipidsus Kejari Bintan Haza Putra mengatakan bahwa upaya penyelidikan masih terus berjalan. Bahkan pihaknya hingga kini masih terus mengagendakan pemeriksaan sejumlah aparatur desa. Ia mengaku hingga saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan barang bukti dan hasil keterangan (pulbaket). “Belum kita naikkan ke penyidikan. Sampai saat ini masih Pulbaket. Mengumpulkan keterangan dan bukti dulu. Kerugian negara secara riil…

0 comments

PLN BRIGHT Batam Diduga Melakukan Tarif Sewenang-wenang

Kepri-BN, Sidang gugatan perbuatan melawan hukum oleh pihak UPB (Universitas Putra Batam) melawan PLN Bright Batam diagendakan pemeriksaan bukti surat oleh penggugat dalam kasus ini ada Sebanyak 74 lembar yang terdiri dari 36 lembar informasi rincian tagihan listrik yang dikeluarkan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) Bright Batam (sebelum di ubah oleh PLN) sudah dibayar lunas dan 36 lembar informasi rincian tagihan listrik yang dikeluarkan oleh pihak PLN ( setelah dikirimkan surat klarifikasi) total 72 lembar dari bulan Januari s/d Desember 2017 terhadap 3 no konsumen atas nama Universitas Putra Batam.…

0 comments

Pengembalian Uang Penggelapan Terdakwa Erlina Tidak Menghapuskan Pidananya

Batam, Binpers.com- Kasus penggelapan Erlina bergulir kembali, Saksi dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) yakni Sari, Fitria Puji Rahayu, dan Sutra Eka Pratiwi di hadirkan. Penasehat Hukum Erlina terdakwa penggelapan menanyakan kepada saksi yang dihadirkan oleh JPU, mengapa saksi mengatakan selalu Erlina yang perintahkan, saksi diarahkan jaksa ya? tanya penasehat Hukum terdakwa. “Terhitung tangagal (29/10/15) saya sudah dinonaktifkan, maka jika ada transaksi diatas tanggal tersebut itu bukan perintah saya,” ungkap terdakwa. Saksi Sutra sebagai Acounting BPR Agra Dana tersebut mengatakan “ada mengambil uang Rp 24 juta tanggal 12 april 2013 diambil…

0 comments

Sidang Sabu 1,6 Ton Menghadirkan 3 Saksi Ahli Dari Kementerian, Tanpa Sertifikat

Batam-BN, Sidang Kasus sabu sejumlah 1,6 ton kembali digelar dengan menghadirkan 3 orang saksi yaitu Ridwan Nur dari Kementerian Kelautan Dan Perikanan (Pemetaan Laut), Ir.Masyuri dari kementerian elektronik dan komunikasi dan Irvan dari kementerian keuangan (Kepabeanan). Ridwan saksi ahli dibagian pemetaan mengungkapkan berdasarkan GPS yang diperiksa berasal dari penyidik bahwa mengatakan kapal yang ditangkap berada di Batam di Kepulauan Pemping dan dipastikan lokasi tersebut berada di wilayah Indonesia. Sedangkan Masyuri mengatakan bahwa terkait barang bukti foto koordinat, yang di hadirkan tidak bisa di edit karena semua gambar original mulai dari…

0 comments

Pemeriksaan Terdakwa Trafiking Paulus Berlangsung Dengan Tetesan Air Mata

Batam-BN, Saksi Rusna yang merupakan Pemilik PT.Tugas Mulia penyalur tenaga kerja, paham betul aturan pekerja yang akan dijadikan tenaga kerja yakni mulai usia nya 18 tahun -35 tahun. Terkait Mardiana yang sudah bekerja selama 2 tahun, saksi sebelumnya mengatakan berhubungan sangat baik bahkan pada pengakuan saksi korban Mardiana diperlakukan secara wajar dan tidak pernah merasa tertekan. Terdakwa mengatakan Mardiana Dikontrak lebih kurang 2 tahun digaji 1,8 juta Rupiah dari Majikan sampai ke pekerja Rp1,5 juta yang  Pekerjaannya melakukan pekerjaan rumah tangga. Terdakwa diberi uang Rp4,5 juta termasuk tiket untuk penjemputan…

0 comments

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment