Ritual “Mapanre Tasi ” Di Tonyaman, Icon Promosi Wisata

POLMAN, SULBAR (BN)- Acara pesta nelayan yang masyarakat Tonyaman sebut ‘Mapanre Tasi” merupakan ritual kalender tahunan bagi nelayan di kampung Baru desa Tonyaman kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar.

Kegiatan ritual ini kembali dilakukan secara gotong royong dan swadaya dengan penuh kebersamaan bagi kalangan warga berprofesi melayan, yang dihadiri oleh Bupati Polewali Manda, H.Andi Irahim Masdar, Sekda Polman, Ir.H.Andi Ismail. AM, MP, Ketua Fraksi Golkar, Drs. Abubaar Kadir, MH, asisten II dan III serta sejumkah pimpinan OPD, Kapolsek Binuang dan perwakilan OPD camat Binuang Budiaty Bestari termasuk kades Tonyaman, Nursam dan tokoh masyarakat desa Tonyaman dan ratus nelayan memadati samping kediaman Kadus kamoung Baru Tonyaman.

Kegiatan sakral acara Ritual “Mapanre Tasi” yang dilakukan warga berprofesi nelayan di kampung Baru desa Tonyaman sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta alam semesta beserta isinya atas karunia dan rejeki dari laut sehingga menjadi momentum bagi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar untuk menjadikan kegiatan ini sebagai icon promosi wisata Budaya dan bahari, baik domestik dan regional maupun mancanegara.

 Dalam proses “Malarung”, makanan sebagai sejajian songkol berwarna warni ( hitam, putih, kuning dan orange) berikut kelapa, ayam dan pisang serta telur yang dirangkai sederhana ditempatkan diatas wadah berbentuk perahu terbuat dari batang sagu lalu diantar ke tiga titik yang dianggap warga nelayan diketiga titik itulah tempatnya ikan bersarang dan berkumpul dengan memiliki gaib sebagai penjaganya, kata Jalal, Ketua Panitia kegiatan pesta nelayan “ Mapanre Tasi”.

Menurut jalal, kegiatan ritual “Mapanre tasi” ini merupakan tradisi budaya bagi warga nelayan di desa Tonyaman dan harus dilakukan. Sebab, jika kegiatan ini terlambat dilakukan, apalagi diabaikan, para nelayan yang mencari ikan di kawasan itu sering diperlihatkan makhluk gaib berwujud Buaya muncul dipermukaan laut sebagai isyarat peringatan bahwa bencana atau musibah mulai menghantui para nelayan sehingga nelayan dengan keyakinannya secara turun temurung itu, harus melakukan ritual “ Mapanre Tasi” sebagai tolak bala akan musibah yang sering menghantui warga yang mencari reski di laut. Apalagi nenek moyangnya juga pernah merasakan seperti itu hingga para turunannya harus mengikuti jejak nenek moyang kita.

Dalam kesempatan itu, Bupati Polewali Mandar, H.Andi Ibrahim Masdar meminta kepada Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, Hj.Andi Nursami Masdar.MP, SE,M.Adm. KP dan Sekretarisnya, Mustari Mula, S.Sos, M.A P agar kegiatan kedepan lebih semarak dan spektakuler, hendakya ditata dan didesaigner dengan baik dan mencari lokasi yang memang layak biar acaranya spektakuler dan hadirkan seluruh nelayan dan warga lainnya.

“ Saya minta Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata agar kegiatan kedepan bekerjasama dengan pemerintah setempat dan warga mendesaigner seperti festival sungai Mandar dan diusulkan anggaran APBD melalui DIPA Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata”, kata Ibrahim Masdar.

Dalam kesempatan itu, Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, Hj. Andi Nursami Masdar Pasar, SE, M. Adm.KP dimintai tanggapannya tentang adanya keinginan Bupati agar acara pesta nelayan “Mapanre Tasi” didesaigner agar lebih sepektakler seperti Festival Sungai Mandar. Menurut Hj. Nursmi Masdar, kedepan pihaknya siap memenuhi harapan Bupati, bahkan akan melakukan berbagai kegiatan event sebagai rangkaian puncak pesta nelayan “ Mapanre Tasi” seperti lomba perahu tradisional berukuran kecil, termasuk lomba nelayan lainnya sebagai salah satu ikon promosi wisata bahari dan budaya di Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar. (Laporan : Andi Rasyid Mordani)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment