Polres Lampung Selatan Berhasil Gagalkan Upaya Pengedaran Ganja 15,5 Kg

Barang Bukti yang berhasil diamankan (gbr.1), Para tersangka yang berhasil ditangkap (gbr.2), Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP. Efendi bersama Margiono, Kabiro Lampung Selatan media BN/binpers.com (gbr.3)

Lampung-BN, Tim Aparat Polres Lampung Selatan berhasil menggagalkan upaya pengiriman Narkotika jenis ganja yang disembunyikan di bagasi bawah sebelah kiri bis ALS nopol BK 7263 DK jurusan Medan – Jogya di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Selasa (16/1/2018).

Paket barang haram dengan berat total 15,5 Kg tersebut dikemas dalam 2 dus terpisah yang masing – masing dicampur dengan tas bekas untuk mengelabui Petugas.

“ Paket pertama dengan surat kirim (Resi, red) no. 175242 atas nama penerima HT berisikan 8 bungkus /paket narkotika golongan 1 jenis ganja dengan berta 8 kg yang di campur dengan tas bekas. Dan paket kedua dengan surat pengiriman no. 175735 atas nama penerima JFS berisi 8 paket narkotika jenis ganja seberat 7,5 kg yang juga di campur tas bekas,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP. Efendi kepada Wartawan media BN/binpers.com

Berdasarkan hasil pengembangan dan penelusuran alamat paket yang dilakukan tim Polres Lampung Selatan, akhirnya berhasil dibongkar jaringan sindikat pengedar ganja tersebut. Dalam waktu singkat, para tersangka berhasil dibekuk.

“ Tanggal 17 Januari 2018 pukul 14.00 WIB di pul ALS Tanah Tinggi Tangerang Banten,  kami berhasil menangkap 2 orang tersangka yang menerima paket ganja,  atas nama Maulana Cherdas Suendoro,  dan Alfin Ahmat Tali Bani Yans atas suruhan Domex, yang saat ini berada di LP Cipinang dengan upah sebesar Rp. 2 juta. Dan pada pukul 15.30 WIB berhasil di tangkap juga penerima paket ganja di pul ALS Klender Jakarta Timur,  atas nama tersangka Cairilen Arman,  yang juga ternyata di suruh oleh Domex,  dengan upah Rp. 1.5 jt,” ujar AKP. Efendi.

Menurut AKP. Efendi, modus ini tergolong nekad karena dilakukan secara terbuka dengan memakai fasilitas umum dan dikendalikan oleh tersangka utamanya yang berstatus tahanan di LP Cipinang. Walaupun para tersangka mencoba mengelabui petugas dengan menyamarkan paket barang haram tersebut dicampur dengan barang lain (tas bekas, red), namun karena kejelian petugas, akhirnya rencana pengedaran ganja itu berhasil digagalkan.

“Jika 15,5 kg Narkotika golongan 1 jenis ganja ini lolos, di perkirakan 77.500 orang menjadi korban dengan asumsi 1 gr di pergunakan oleh 5 orang,” tegasnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat (2) pidana penjara seumur hdup,  atau pidana pling singkat 5 tahun,  dan paling lama 20 thn, dan denda maksimum Rp 12.000.000.000. Serta pasal 114 ayat (2) Pidana pnjara paling singkat 6 thn dan paling lama 20 thn,  denda maksimum Rp. 13.000.000.000. (laporan Margiono Ka. Biro Lampung Selatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *