BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Oknum Kades Kauman Akan Dilaporkan Ke Polda Jatim Terkait Dana Siltap

Jombang-BN, Kepala Desa Kauman Kecamatan Ngoro berinisial S dalam menjabat Kades di roda pemerintahan Daerah diduga tidak melaksanakan administrasi sesuai peraturan yang ada, hanya kemauan pribadi ketika menjalankan roda pemerintah Desanya, itu terbukti saat memberhentikan Kaur Kesra Desanya, M. Syarofi tanpa ada alasan yang jelas.

Kades S menganggap bahwa Syarofi menjabat Kesra di Desa Kauman tidak didasari oleh prosedur yang tepat karena tidak dapat menunjukkan SK pengangkatan dirinya sebagai Kesra.

Hal ini tentu saja dibantah keras oleh Syarofi, karena dirinya menjabat Kesra sejak tahun 2011 telah diberikan mandat resmi oleh Kades sebelumnya, dan mandat tersebut akan berakhir pada Desember 2017. Namun tiba tiba diberhentikan sebelum masa jabatannya selesai.

“ Saya sudah menjadi perangkat Desa Kauman ini sejak tahun 1998, dan pada tahun 2011 saya mendapatkan SK sebagai Kaur Desa dari Kepala Desa sebelumnya, namun mengapa tiba tiba diberhentikan secara sepihak tanpa prosedur yang jelas,” ungkapnya.

Kejanggalan lain muncul ketika Camat Ngoro yang didampingi Ketua BPD saat itu menyuruh untuk segera menandatangani surat pernyataannya, dan ketika ditanyakan oleh Syarofi mengenai perihal tersebut, Camat hanya bicara bahwa dirinya telah diselamatkan oleh Kades S yang merasa kasihan terhadap Syarofi.

Tidak hanya sampai disana, keanehan lain pun muncul karena Kades S ternyata sudah membuat SK baru untuk Syarofi yaitu SK Pelaksana Tugas (Plt) urusan Kesra, padahal secara sah dirinya masih menjabat Kesra bukan Plt Kesra.

Yang lebih membuat Syarofi kesal adalah haknya atas dana Penghasilan Tetap (Siltap) sejak awal tahun 2017 hingga akhir tahun 2017 tidak pernah diterimanya.  Diduga kuat dana tersebut masih berada di tangan Kades S dan tidak pernah diberikan kepada Syarofi.

Ditempat berbeda, mantan Kades sebelumnya, Wulyo Prayimo saat dikonfirmasi terkait atas permasalahan ini sangat menyesalkan sikap Kades S terhadap Syarofi. Menurutnya Syarofi menjadi Kaur Kesra diangkat melalui prosedur yang resmi serta SK yang sah yang telah dia berikan pada saat serah terima jabatan Kades. “ Dalam masalah ini, Kades S sudah menyalahgunakan  jabatan serta wewenangnya,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, M. Syarofi berencana mengambil langkah akan memperjuangkan haknya dengan melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Polda Jatim, termasuk melaporka Dana Siltap yang diduga telah di gelapkan oleh Kades S. ( Bambang Budidoyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *