BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Indramayu Menjadi Projek Percontohan Layanan Kewirausahaan Petani

Indramayu-BN, Masyarakat Kabupaten Indramayu patut berbangga, karena daerahnya kini dijadikan projek percontohan layanan Kewirausahaan Pertanian.

Hal itu di sampaikan langsung oleh Mentri BUMN, Rini Mariani Sumarno saat kunjungannya ke kabupaten Indramayu dalam rangka peresmian Kewirausahaan Petani yang di lanjukan kegiatan penanaman padi bersama Bupati Indramayu, Hj.Ana Sopanah, Kamis (11 /01/2018) di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu.

Menurut Rini, BUMN akan terus mendorong Kewirausahaan petani melalui Digitalisasi sistim dan Koperatisasi Pertanian. Hal itu di maksudkan tiada lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, dimana total ada 11 daerah di Jawa Barat yang akan di jadikan percontohan dalam layanan Kewirausahaan Pertanian diantaranya adalah Karawang, Cianjur, Ciamis serta Majalengka.

Namun diantara beberapa wilayah, Kabupaten Indramayu lah yang akan menjadi Pilot Projek untuk Kewirausahaan petani tersebut yang berlokasi di Kecamatan Sliyeg.

Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu terdapat 14 Desa dengan jumlah petani 7000 orang yang memiliki luas lahan 4,384 Ha, serta 14 BUMDes dan  dibentuk juga Mitra BUMDes yaitu MBB.

“ Berbagai BUMN ikut jadi pemegang saham dari MBB Kecamatan Sliyeg tersebut,Para BUMN itu berperan aktif membantu Petani sejak sebelum Tanam, masa panen, pasca Panen sesuai dengan Tupoksinya masing- masing melalui Kewirausahan petani dan digitalisasi sistim pertanian di harapkan dapat meningkatkan produktifitas pangan dan Kesejahteraan para Petani Kecil,” ujar Menteri BUMN kepada wartawan media binpers.

Seperti di ketahui digitalisasi sistim pertanian yang di inisiasi oleh PT.Telkom dan di luncurkan sejak bulan Maret 2017 tersebut di lakukan melalui empat tahapan yaitu Pra Tanam dengan Penerapan asuransi dan Kredit Usaha Rakyat,hal tersebut merupakan wujud sinergi PT.Jasindo, PT Askindo dan himpunan Bank Negara ( Himbara).

Untuk Tahap Ke Dua berupa tahap Tanam di lakukan dengan penyediaan benih,  distribusi Pupuk dan pendampingan yang merupakan sinergi dari PT.Pupuk indonesia, PT Pertani, PT.SHS dan PT. PNM.

Tahap ke tiga merupakan tahap Panen, dengan penyimpanan hasil panen.  Ke tempat Resi Gudang atau Penggudangan dari PT Pegadaian.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Hj. Ana Sopana ketika dikonfirmasi awak media Berita Investigasi Nasional/binpers.com menyampaikan bahwa Pemerintah Indramayu akan terus mendorong petani untuk memaksimalkan sistim digitalisasi pertanian dan kewirausahaan petani agar manfaat nya dapat di rasakan langsung oleh petani, selain memudahkan juga mempercepat layanan administrasi serta bisnis yang berkaitan dengan pertanian.( Kodarisman/WRC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *