BP Batam Siapkan Insentif Galangan Kapal

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (Baju Hitam, dok. net)

Batam, BINPERS.COM – Dengan menyiapkan insentif dan beragam kemudahan kepada para pengusaha, Badan Pengusahaan (BP) Batam merancang sejumlah strategi untuk menggairahkan kembali terutama industri galangan kapal atau shipyard .

“Nanti akan kami lihat lagi. Apakah (insentifnya) di bagian lahan atau tarif jasa pelabuhan,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Minggu (31/12/2017) lalu.

Lukita, pihaknya perlu bertemu dan berdiskusi dengan para pengusaha shipyard di Batam. Sehingga kebijakan dan kemudahan yang akan dikeluarkan BP Batam nanti sejalan dengan kebutuhan industri galangan kapal.

Menyiapkan insentif bagi investor, BP Batam juga akan segera merevisi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 17 tahun 2016 tentang Jasa dan Tarif Pelabuhan. Sebab selama ini pengusaha galangan kapal kerap mengeluhkan tarif jasa kepelabuhanan yang diatur dalam perka itu masih terlalu tinggi.

Namun sebelum merivisi Perka 17/2016 itu, BP Batam akan meminta kepada Dewan Kawasan (DK) Batam untuk segera mengajukan revisi PMK 148 ke Kemenkeu yang menjadi dasar dari Perka tersebut.

“Teman-teman asosiasi di pelabuhan mengerti. Kami tak bisa langgar tapi kami juga pahami kebutuhan mereka,” katanya.

Lukita menambahkan, sektor shipyard tetap menjadi industri unggulan di Batam. Ini sejalan dengan moto Presiden Joko Widodo yang menginginkan Batam menjadi salah satu poros maritim nasional.

Shipyard masih diunggulkan karena merupakan bagian dari rencana poros maritim. Kita butuh kapal-kapal untuk membangun dan pelihara masa depan Batam.

Lukita mengatakan BP Batam siap mendukung para pengusaha shipyard di Batam untuk berkompetisi. Dan jika ada perusahaan shipyard yang akan melakukan penggabungan perusahaan (merger), maka BP Batam juga akan fasilitasi.

Kami akan lihat apakah perlu merger dan apakah dengan begitu maka akan lebih baik. Makanya saya butuh duduk untuk mendengar kebutuhan mereka. Tandasnya

Namun sebelumhya, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra melihat bahwa pemulihan sektor industri galangan kapal dapat dimulai dengan melakukan restrukturisasi industri.

“Dengan menggabungkan perusahaan-perusahaan shipyard berskala kecil agar lebihi efisien dan memiliki kapabilitas lebih baik untuk memenuhi permintaan,” kata Gusti belum lama ini.

Saran ini juga sudah termasuk dalam melakukan proses maintenance atau perbaikan kapal, serta mendorong penggunaan teknologi tinggi dalam proses produksinya.

“Sehingga memiliki kemampuan dalam memproduksi jenis ragam kapal termasuk termasuk kapal komersial,” katanya lagi.

Kapal-kapal komersial tersebut seperti kapal pesiar dan kapal penumpang dalam jumlah dan ukuran besar.

“Dengan demikian mengurangi ketergantungan terhadap permintaan kapal dari industri migas,” paparnya.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *