Upaya Preventif Diutamakan Dalam Operasi Lilin 2017

POLMAN, SULBAR (BN)- Untuk pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Polres Polewali Mandar mengerahkan personel dan dibackup satu SSK dari Kompi B 721/ Makkasau dan anggota TNI dari Kodim 1402 Polmas termasuk Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan dan Damkar pemkab Polewali Mandar. Acara Apel Gelar Pasukan operasi Lilin di Mapolres Polman, bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai dan komandan upacara Ipda Pol. Yudistira, yang dihadiri Wakil Bupati Polewali Mandar, Drs. HM.Natsir Rahmat,MM, Dandim 1402 Polmas, Letkol Arh Dedi Setia Arianto, Wakapolres Polman, Kompol Askar Mappe, Kasat Polisi Pamong Praja, para kasat dan Kapolesk serta Pamen Polres Polman dan undangan.Operasi Lilin 2017, sejak tanggal 21 Desember 2017 hingga tanggal 1 Januari 2018.

Kapolres Polewali Mandar, AKBP Muhammad Rifai usai memimpin gladi pasukan operasi Lilin 2017, Kamis, 21 Desember 2017 di Mapolres Polman kepada Jurnalis BN mengatakan, upaya preventif sepanjang operasi lilin 2017 dikedepankan agar keamanan dan kenyamanan masyarakat sebagai perwujudan sepanjang liburan dan Natal 2017 serta tahun Baru 2018  sehingga harus menjadi titik fokus dan sasaran pengamanan dalam operasi lilin 2017 adalah tempat ibadah, tempat hiburan (wisata) dan tempat perbelanjaan seperti pasar sentral Pekkabata, pasar Baru Polewali dan pasar Wonomulyo serta mini market maupun sejumlah fasilitas lainnya termasuk rumah warga yang ditinggalkan pemiliknya karena berlibur.

Selain itu, tambah Kapolres Rifai, menjadi titik fokus sasaran adalah terorisme, aksi premanisme dan copek dipusat keramaian maupun aksi razia ormas serta memperhatikan atribut- atribut Natal 2017 dan tahun baru 2018 sehingga potensi terjadinya kerawanan keamanan dapat teratasi dengan baik.

Menurut Rifai, pemetaan potensi kerawanan penting dalam memperhatikan dalam menyusun strategi pengamanan dan diupayakan pendekatan terhadap masyarakat agar partisipasi masyarakat dalam pengamanan terbangun dengan baik. “Intinya, bagaimana kemanan dan kenyamanan masyarakat itu terjamin dengan baik dalam melaksanakan aktivitas ibadah dan liburan,” ujar Rifai.

Dalam operasi Lilin untuk melakukan pengamanan Natal 2017 dan tahun baru 2018, Polres Polewali Mandar membentuk pos keamanan disejumlah titik potensi kerawanan di jalan Trans Sulawesi seperti Paku dan Rea Kontara kecamatan Binuang dan Polewali kecamatan Polewali serta Wonomulyo kecamatan Wonomulyo maupun Tinambung kecamatan Tinambung. “ kita berharap agar seluruh personel yang tergabung dalam satgas operasi lilin 2017,  hendaknya mnejamin keamanan dan kenyamanan masyarakat sepanjang libur natal 2017 dan tahun baru 2018, khususnya ditempat-tempat ibadah, obyek wisata dan pusat perbelanjaan “, tegas mantan Kapolres Mamuju.

Dalam kesempatan itu, Dandim 1402 Polewali dan Mamasa (Polmas), Letkol Arh. Dedi Setia Arianto kepada Jurnalis BIN Pers.com mengatakan, posisi TNI dalam operasi Lilin dalam rangka pengamanan Natal 2017 dan tahun baru 2018 pada dasarnya siap membackup pihak Polri dan diharapkan semuanya berjalan dengan baik dan lancer sehingga bagi umat kristeani dalam melaksanakan ibadah merasa aman dan nyaman.

Menurut Dandim Dedi Setia Arianto,bukan saja pihak TNI dikerahkan dalam mensukseskan pengamanan Natal 2017 dan tahun baru 2017 di Polman tetapi juga di Kabupaten Mamasa yang merupakan wilayah teretorial Kodim 1402 Polmas dengan jumlah personel TNI satu SSK atas permintaan pihak Polri.

 Ketika ditanya, bahwa kabupaten Mamasa merupakan mayoritas beragama kriten, apakah ada penugasan khusus bagi anggota TNI di tempat ibadah ( Gereja). Menurut Dedi Setia Arianto, dalam operasional Lilin itu, kita tetapi mengikuti konsep Polri yang sudah dijalankan oleh Polri itu sendiri. (Laporan : Andira Mordani)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment