Pukulan Rebana Warnai Launching Tahapan Pilbup 2018 Polman

POLMAN, SULBAR (BINPERS.COM) – Pencanangan tahapan pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar tahun 2018 secara serentak di seluruh Indonesia ditandai dengan pemukulan rebana oleh Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuria, Ketua KPU Polman, M. Danial, staf Ahli Bupati Polman, bidang, Pemerintahan, Hukum dan Politik, DR. H.Sarja, Dandim 1402 Polmas, Letkol ARH. Dedi Setia Arianto, Wakapolres Polman, Kompol, Askar Mappe dan anggota Panwaslu Polman, Armansyah dan disaksikan ratusan undangan, baik dari utusan OPD maupun PPK dan PPS se- Kabupaten Polewali Mandar, bertempat di gedung nusantara (Gadis) Pekkabata kecamatan Polewali, Minggu (3/12-2017).

Ketua KPU Provinsi Sulbar, Usman Suhuria mengetakan, launching tahapan pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar sebagai tanda dimulainya pesta demokrasi berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Nomor 1 tahun 2018 tentang Pilkada serentak.

Menurut Usman Suhuria, peluncuran dan pencanangan pilkada merupakan suatu tradisi di seluruh Indonesia dan sebanyak 171 daerah di Indonesia melaksanakan pilkada serentak tahun 2018 dan dua diantaranya di provinsi Sulbar, yaitu Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamasa sehingga makna yang harus dipetik dalam kegiatan peluncuran ini selain mendapatkan pesan-pesan dan saling mendoakan agar penyelengaraan pilkada Bupati dan Wakil Bupati di kedua daerah ini berjalan sukses dan damai sehingga dapat melahirkan suatu pemimpin yang amanah.

Usman Suhuria mengingatkan, ada empat komponen penting berperan dalam mensukseskan penyelenggaraan dalam memilih pemimpin yang amanah, yakni pemilih, peserta pemilih, pemerintah dan penyelenggara itu sendiri sementara KPU bersama jajarannya, akan berada pada posisis netral dan independen secara professional dan mandiri dalam pelaksanaan pilkada bupati dan Wakil Bupati kedepan.

Dalam kesempatan itu, staf Ahli Bupati Bidang Pem erintahan, Hukum dan Politik, DR. H. Sarja, SH, MH meyakini bahwa dalam pelaksanaan pemilukada Bupati dan Wakil Bupati, tidak ada politik uang dan tidak ada manipulasi dalam perhitungan suara hasil pilkada, apalagi adanya intruksi Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi melarang bagi ASN berselfi dengan calon kepala daerah dan calon anggota legislative sehingga diharapkan agar pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Polman yang di kabupaten, yang dlaksanakan tanggal 27 Juni 2018 berjalan lancer dan kondusif.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Polewali Mandar, M. Danial, pasca menjelanag pemilukada Bupati dan wakil Bupati, pihaknya telah melakukan beberapa tahapan, baik dalam bentuk sosialisasi dengan sasaran pemilih pemula hingga pertunjukkan drama tari dan music dibawakan oleh komunitas Inditia Comunnity Polman dengan judul ”Tipalayo memilih”.

Drama ini menggambarkan empat gadis Tipalayo sedang memilih pemuda sebagai pendampingnya. Banyak pemuda datang dengan berbagai karakter dan latarbelakang status social dan financial dimiliki tetapi hanya satu pemuda dipilih sebagai pendamping hidupnya dengan memiliki karakter jujur, cerdas dan penyayang.

Dalam kesempatan itu, M. Danial juga menyampaikan, beberapa tahapan pilbup telah dilakukan seperti pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Polman melalui jalur independen atau perseorangan, dimulai tanggal 25 hingga 29 November 2017 tetapi tidak satupun balon calon perseorangan mendaftarkan diri maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati melalui jalur perseorangan sehingga dapat dipastikan kalau balon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan atau non parpol tida ada sedangkan pendaftaran dan penetapan bakal calon Bupati dan Wakl Bupati mulai dilaksanakan mulai tanggal 8 hingga 10 Januari 2018 dan penetapan tangga 12 Februari 2017 kemudian masa kampaye mulai tanggal 15 Februari hingga 23 Juni 2018, kata M.Danial. (Andi Rasyid Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *