Ketika Oknum Legislator Nasdem Berseteru dengan LSM

“ Pimpinan DPRD Dan Ketua BK Siap Mediasi”

Saat LSM orasi di depan pintu masuk kantor DPRD Polman & Korban “Pelecehan” jabat tangan Ketua BK

POLMAN, SULBAR (BINPERS.COM) – Akibat ulah oknum salah seorang anggota Fraksi Nurani Keadilan dan Perubahan dari partai Nasdem, berinisial “ HS” dengan mengusir Ketua LSM Hamperka, Erwin Surianto dari ruangan komisi III DPRD Polewali Mandar provinsi Sulbar, puluhan LSM yang tergabung dalam Forum koalisi Kerjasama LSM Kabupaten Polewali Mandar melakukan aksi damai dengan mendatangi gedung DPRD Polewali Mandar, untuk mendesak pimpinan DPRD khususnya badan Kehormatan DPRD Polman agar mengadili oknum anggota DPRD tersebut yang diduga mengusir Ketua LSM Hamperak dari ruangan Komisi III.

Aksi dilancarakan aktivis LSM, baik yang tergabung dalan Forum koalisi LSM maupun tidak termasuk Ketua HMI cabang Polewali Mandar, yang diliput puluhan media, baik cetak, elotronik maupun online bertempat diaula aspirasi DPRD Polman, Senin tanggal 4 Desember 2017, diterima oleh Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Polman, Busman M. Yunus, Ketua Badan Kehormatan DPRD Polman, Abd Manaf Idroes, S.Sos, dan anggota Komisi III DRPRD Polman, H. Juanda, SE. Sementara dari LSM dikoordinir langsung Ketua Forum Kerjasama LSM (Foles) Polewali Mandar, Abd Malik dan beberapa pimpinan LSM dan aktivis LSM serta Ketua HMI Cabang Polewli Mandar.

Ketua LSM Hamperak, yang merupakan korban pelecehan, Erwin Surianto dalam laporan tertulisnya dibacakan, Abd Malik ( Ketua DPD APKAN/ Ketua Foles) kepada Wakil Ketua DPRD, Amiruddin dan Busman M.Yunus dan Ketua Badan kehormatan DPRD, Abd Manaf Indroes serta anggota Komisi III DPRD, H. Juanda menyampaikan secara kronologis, Kamis tanggal 30 November 2017, sekitar pukul 12.30 wita, korban pelecehan, Erwin Surianto menemui anggota Komisi III DPRD Polman untuk mempertanyakan realisasi tindaklanjut dengar pendapat (RDP) tanggal 8 September 2017 tentang masalah relokasi pembangunan masjid besar Merdeka Wonomulyo ke lokasi Alun-Alun. Namun sebelumnya, kata korba Erwin S, sebelum menemui anggota komisi III yang mebidangi pembangunan, dirinya bertemu anggota Fraksi PAN juga anggota Komisi II, Jamar Jasin Badu, S.Sos, MH, M.Si dari pertemuan itu, dirinya diarahkan ke komisi III dan diruangan komisi III sudah ada beberapa anggota DPRD berkumpul, diantaranya Wakil Ketua DPRD Polman, Busman M.Yunus dan Amiruddin,SH, Ketua Sekretaris Komisi III, Ir, Hj. Nuraliah Latif dan anggota Komisi III, H.Juanda, SE.

Menurut Erwin Surianto, saat berlangsung diskusi atau dialog antara dirinya dengan beberapa anggota DPRD, diruang komisi III, namun secara tiba-tiba oknum anggota Komisi II yang membidangi Ekonomi dan Keuangan, berinisial “ HS” masuk ruangan komisi III yang menyela pembicaraan diskusi dan langsung melemparkan pertanyaan bahwa “ Ada masalah apa lagi, apa masih masalah masjid besar Merdeka Wonomulyo ya ? kenapa masih selalu dipermasalahkan soal itu..? Bukankah sudah diperiksa oleh pihak berwenang seperti Kejaksaan, komisi Ombudsman, Kepolisian..? lokasi tersebut kan merupakan tanah pemerintah “, ujar Erwin S. menirukan ucapan oknum “HS”.

Dari pertanyaan dilemparkan oknum “HS” itu, kata Erwin S, dirinya memberi komentar tentang semua hal yang dipertanyakan, bahkan mengingatkan bahwa pernah ada surat dari perwakilan ombudsman provinsi Sulbar untuk menghentikan sementara pembangunan relokasi masjid merdeka Wonomulyo hingga masalah kajian hukum, social dan adminitrasi sebagai syarat pembangunan rumah ibadah, bahkan dalam kesempatan itu pula, pihaknya menyatakan bahwa apa yang kami sampaikan semuanya berdasarkan fakta dan data dan bukan asumsi belaka sehingga membuat oknum “HS” naik temperaturnya dan berdiri dengan menunjuk dengan ucapan tidak sepantasnya sebagai wakil rakyat di parlemen yang terkesan menantang dirinya adu fisik hingga mengusir kami keluar dari ruangan komsisi III. Dan untuk menhindari benturan fisik, dirinya terpaksa keluar dari ruangan Komisis III dengan dorongan beberpa anggota komis III termasuk staf sekretariat DPRD Polman, kata Erwin.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin menyatakan, sesungguhnya pihaknya tidak bermaksud mengusir rekan LSM, Erwin tetapi hanya untuk menyarankan agar keluar dari ruangan komisi III guna menghindari pertengkaran yang bisa saja bermuara pada benturan fisik.

“ Sesungguhnya pihaknya tidak bermaksud mengusir tetapi hanya mengevakuasi keluar ruangan agar tidak terjadi yang tidak kita inginkan bersama, yakni terjadinya benturan fisik, apalagi kedua belah pihak mulai lepas kendali,“ ujar Amiruddin  dan dibenarkan H. Juanda, anggota Komisi III.

Sementara Ketua Badan Kehormatan DPRD Polman, Abd Manaf Idroes berjanji akan melakukan klarifikasi dan proses bagi oknum anggota DPRD “HS”, dan jika memang terbukti dan meyakinkan, pihaknya akan merekomendasikan oknum dimaksud itu ke partainya untuk ditindaklanjuti, namun sebelumnya pihaknya harus mengikuti workshop seluruh anggota DPRD dari partai Golkar di Jakarta, dari tanggal 1 hingga 5 Desember 2017.

“ Kami tidak bisa memenuhi permintaan dari LSM agar peroses terhadap oknum anggota DPRD “HS” itu harus dilakukan selama 2X 24 jam dan hasilnya disampaikan kepada LSM karena waktunya sangat mepet (sempit, red), kembali dari Jakarta sekitar tanggal 7 dan istirahat dan kemungkinannya baru masuk kantor hari senin tanggal 11 dan memerlukan waktu untuk koordinasi dengan pimpinan dan rekan anggota BK maupun Fraksi termasuk bersangkutan dan diharapkan agar rekan LSM bersabar dan pasti akan dipertemukan kedua oknum itu untuk dicarikan solusi yang terbaik supaya masalah ini berkepanjangan,” kata Manaf Idroes.

Sementara oknum “ HS” yang hendak dikonfirmasi tentang dugaan adanya pengusiran salah seorang aktivis LSM, mengalami jalan buntu karena oknum “HS” masih bertugas dinas luar dan hingga berita dikirim ke redaksi, belum ada konfirmasi resmi dengan yang bersangkutan. ( Andira Mordani )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *