Izin Walet Dilanggar, Pemda Tolitoli Tinggal Diam ?

TOLITOLI, BINPERS.COM – Pemda Tolitoli diduga memilih diam terhadap seluruh pengusaha penangkaran wallet yang sampai saat ini tidak mengurus izin mendirikan bangunan serta izin lingkungan yang seharusnya menjadi sarat utama sebelum penangkaran tersebut beroperasi.

Kepala Seksi Pada Kantor Perizinann Daerah Tolitoli mengatakan bahwa sampai saat ini instansinya belum pernah mengeluarkan izin mendirikan bangunan yang peruntukanya untuk penangkaran sarang burung welet.

“Jadi kami menganggap bahwa seluruh pengusaha yang melakukan pembangunan sarang burung walet di Tolitoli jelas-jelas telah melanggar aturan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh staf badan lingkungan hidup bahwa pihaknya belum sama sekali menerima permintaan dari pengusaha walet untuk mengeluarkan izin lingkungan.

Dari 140 penangkaran walet yang ada di Tolitoli, 85 diantranya di bangunan di pusat kota, bangunan bangunan yang menjulang tinggi dialihfungsiukan menjadi sarang burung wallet, dan hal ini jelas menggangu stabilas masyarakat khususnya dari sisi kesehatan.

Awalnya mereka mengurus izin bangunan untuk membangun ruko sebagai tempat usaha sehingga kami mengeluarkan izin tersebut, tetapi setelah izin itu keluar ternyata peruntukanya untuk penangkaran sarang burung walet.

“Dan yang berwenang untuk mencabut izin tersebut adalah pemerintah daerah yang bekerjasama dengan pihak kepolisian agar bisa diberikan efek jara,” tambah kepala seksi perizinan saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Bolong, salah satu pengusaha sarang burung walet saat ditemui oleh warwan BINPERS.COM mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu mengurus izin mendirikan bangunan khusus walet atau izin lingkungan serta izin-izin lainya yang dianggap tidak penting.

“Kami cukup mengurus IMB untuk usaha pertokoan cukup. toh pemerintah daerah juga tidak persoalkan dan sampai saat ini tidak ada juga yang berani menertibakan penangkaran kami. Hal ini jelas bahwa apa yang kami lakukan itu sudah benar. Persoalan melanggar aturan atau tidak itu persoalan lain,” pungkasnya. (Rano)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *