BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Desa Bojongloa Gelar Pelatihan Pengetahuan Bahaya Narkoba Bagi Remaja

Bandung, BINPERS.COM – Permasahan narkoba di Indonesia memang perlu perhatian khusus dari Pemerintah dan Penegak hukum. Gencarnya perdagangan narkoba yang begitu lihai dengan kemasan kedalam makanan dan minuman anak – anak sudah mengkhawatirkan di Indonesia.

Dengan permasalahan merajalelanya narkoba di kalangan remaja, Desa Bojongloa Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung mengadakan pelatihan pengetahuan bahaya narkoba bagi remaja yang dilaksanakan di Gedung serbaguna Desa Bojongloa dengan memakai anggaran program Dana Desa anggaran Tahun 2017 dengan jumlah peserta 35 dari unsur Karangtaruna dan masyarakat, Sabtu (23/12/2017).

Aiptu Io Bagiri dari Polsek Rancaekek selaku narasumber dari acara pelatihan bahaya narkoba menyampaikan kepada wartawan bahwa, “Narkoba adalah kejahatan yang paling besar di Negara Republik Indonesia sehingga para pemuda harus menjauhi dan tida menjadi korban narkoba”.

Dikatakannya, sosialisasi terkait Bahaya narkoba kedepannya akan lebih disosialisasikan ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah kecamatan Rancaekek dan berkerjasama dengan BNN, Pemerintahan, para tokoh Agama serta Lsm dan organisasi yang peduli terhadap generasi muda, sehingga para pelajar tingkat Dasar sampai Sekolah tingkat atas bisa mengetahui jenis apa saja yang termasuk narkoba dan dampak kejiwaannya seperti apa.

“Tidak lepas dari sosialisasi kami juga meminta kepada orang tua harus bisa memonitor perubahan dan tingkah laku anak, sehingga bila ada kejanggalan bisa dikonsultasikan sama Dokter atau kepolisian,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Bojongloa Teten Bardan menambahkan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan program pemerintah daerah terkait anggaran dana Desa yang bisa dipakai dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti acara tersebut.

“Kami selaku Kepala Desa bekerjasama dengan Kepolisian dan TNI serta karangtaruna yang ada di wilayah kami mendorong program pelatihan bahasa narkoba, jangan sampai berhenti dan terus harus bersinambung sampai permasalahan narkoba di wilayah kami bisa terputus dan para generasi muda bisa menjauhinya,” pungkasnya. (yopi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *