CV. Kokoh Indah Konsultan dan PPTK Diduga Main Mata

Ipan Mengelak : Bukan saya PPTKnya, itu orang lain

BENGKALIS (RIAU), BINPERS.COM – Akan hancurlah jadinya kalau proyek yang di lapangan yang dibiayai dengan menggunakan uang rakyat dikerjakan asal jadi, apalagi kalau ada persekongkolan antara pengawas lapangan, PPTK maupun PHO.

Berdasarkan investigasi media BINPERS.COM, aroma korupsi proyek begitu kental di lapangan. Plang pekerjaan proyek dengan pengawasan atas nama CV. Kokoh Indah Konsultant terpasang di setiap sudut pada sejumlah titik, tapi sangat aneh dimana konsultannya diduga kurang maksimal melakukan pengawasan di lapangan dan bahkan tidak berada ditempat disaat dimana pekerjaan membutuhkan pemeriksaan pengawas lapangan. Apakah udah sesuai teknis gambar rencana kerja atau tidak?

Penentuan lokasi kerja, mulai titik nol, sampai pengecoran sangat membutuhkan izin dari pengawas lapangan sebelum pekerjaan dimulai.

Hal ini dilakukan oleh CV. Kokoh Indah Konsultant yang dipimpin oleh Alimin yang mana pengawas lapangannya sering tidak berada ditempat sehingga pekerjaan struktur yang semestinya membutuhkan pengawasan maksimal ternyata tidak dilakukan. Ini yang menyebabkan pekerjaan fisik pengawasannya dilapangan diduga asal jadi dikerjakan oleh rekanan.

Disinyalir, yang penting pekerjaan tersebut dikerjakan oleh rekanan dan proggressnya bisa dilaporkan ke Dinas dan pihak Dinas yang terkait (KPA/PPTK) akan merasa senang bahwa pengawas lapangan yang bersangkutan sudah bekerja sesuai dengan tupoksinya.

Hal ini terjadi seluruh proyek pekerjaan fisik yang diawasi oleh CV. Kokoh Indah Konsultan yang dipimpin Alimin dengan PPTKnya Alias Ipan (panggilan).

Ketika dikonfirmasi terkait temuan dilapangan PPTK (Ipan) terkesan mengelak bahkan di telpon jarang menjawab.

“Bukan saya PPTK nya bang,mungkin orang lain,” kata Ipan pada awak media lewat via SMS

Setelah awak media menanyakan kepada salah seorang PPTK dalam satu ruangan sumber daya air mereka mengatakan bahwa untuk wilayah kecamatan Bengkalis 2017 PPTK fisik untuk pekerjaan saluran drainase adalah Ipan, “kalau ianya (Ipan, red) tak mengaku, kami tidak tau yang jelas dia,” kata sumber didalam yang bisa dipercaya.

Setelah dicecar berbagai macam pertanyaan lewat SMS barulah ia (Ipan) mengaku,itupun laporan dan pengaduan awak media tidak pernah digubris dengan serius.

Kecurangan pekerjaan dilapangan yang dikerjakan oleh rekanan pernah dilaporkan oleh awak media kamis, (30/11/2017) kepada Alimin sebagai direktur CV.Kokoh Indah Konsultant.

“Pekerjaan tersebut sudah sesuai gambar teknis pekerjaan, ada apa lagi dimasalahkan. Media tidak mempunyai kapasitas untuk menanyakan kecurangan dilapangan dan konsultant tidak berhak memberi keterangan kepada media,” katanya

Tambah Alimin lagi, “masalah kecurangan pekerjaan ada besi atau tidak tanyakan saja sama Bupati Amril,” pungkasnya.

Menanggapi statmen Alimin tersebut, Sekretaris AJAKI (Asosiasi Jurnalis Anti Korupsi Indonesia) Kabupaten Bengkalis Zul Azmi mengatakan, ”sungguh sangat arogan seorang konsultan yang mengatakan bahwa tiada haknya media untuk melakukan kontrol sosial proyek yang dibiayai memakai uang Negara, apalagi mencatut nama Bupati Amril,” kata Zul Azmi.

“Seharusnya ucapan terima kasih yang diucapkan kepada teman-teman awak media kerena melaporkan disaat dalam perlaksanaan, bukan malah sebaliknya dengan sombong,” jelasnya.

“Kalau sudah demikian, antara Konsultant pengawas dan PPTK lempar bola sepertinya ada main mata antara mereka kuat dugaan porsi untuk mereka udah diatur oleh rekanan.,” kata Zul geram.

Tambahnya lagi, ”hal ini kita pernah juga turun kelapangan pada pengawasanya CV. Kokoh Indah Konsultant seperti Drainase di Desa Penebal,Pangkalan Batang, Sebauk, Senderak dan Simpang Ayam termasuk juga pekerjaan Rehabilitasi MDA Tambak Rejo Desa Jangkang semuanya pekerjaannya kacau dan sempat dilaporkan masyarakat kepada awak media, “tutur Zul.

“Dalam waktu dekat kami dari lintas Asosiasi yang tergabung awak media dan LSM akan menyurati ke dinas yang terkait agar CV. Kokoh Indah Kpnsultant diberi sanksi atas pekerjaannya dan akan melaporkan kepada pihak berwajib,” katanya mengakhiri.

Atas jawaban Alimin yang mencatutkan nama Bupati Amril pada proyek pengawasannya dilapangan, awak media mencuba mendatangi Kabid sumber daya air Irwandi, ST, MT di ruang kerjanya Dinas PU Bengkalis Jalan Pertanian untuk meminta keterangan apa benar seperti yang dituturkan Alimin pemilik perusahaan CV. Kokoh Indah Konsultant yang diberi kepercayaan oleh pemerintah melalui dinas terkait untuk melakukan pengawasan proyek dengan benar dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sampai berita ini diturunkan awak media belum bisa untuk meminta konfirmasi kepada Kabid yang bersangkutan karena melakukan survey progress di Rupat dan saat dihubungi lewat via HP. Selulernya tidak aktif.*** [iwn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *