BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Bandar Narkoba di Bengkalis Divonis Mati

BENGKALIS (RIAU), BINPERS.COM – Sidang pekara Bandar Narkoba pemilik 40 kg sabu-sabu dan ribuan butir pil ekstasi dengan tersangka Eri Khusnadi alias Eri Jack (EJ) digelar di pengadilan Negeri Bengkalis dengan agenda pembacaan vonis mati, Kamis (14/12/17) pada pukul 16.25 Wib.

Sidang tersebut diketuai majelis Hakim Dr, H. Sutarno SH MH, dengan dua hakim anggota, Wimmi D. Simarmata SH, dan Aulia Fhatma Widhola SH. Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Robi Harianto SH,MH, Andi Sunartejo SH dan Handoko SH, dan dari Penasehat Hukum terdakwa yakni Windrayanto SH dan Fahrizal SH.

Dalam dakwaan persidangan tersebut bahwa terdakwa EJ terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemuafakatan jahat tanpa hak serta melawan hukum dengan mengedarkan total lebih kurang enam kali dengan berat sabu lebih kurang 86 Kg.

Hasil pengembangan penangkapan sabu seberat lebih kurang 40 Kg dari dua orang kurir seluruhnya atas perintah terdakwa EJ, sesuai dengan Pasal 114 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika sebagaimana dibacakan dalam dakwaan pertama.

Terdakwa EJ juga divonis bersalah dengan sengaja memiliki barang bukti sabu tanpa hak sekitar 11,5 gram lebih yang ditemukan di rumahnya saat ditangkap petugas dirumahnya melebihi 5 gram dan sesuai dengan Pasal 112 ayat 2 UU No. 35/2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan kedua.

Sidang pekara pembacaan putusan ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Bengkalis dengan bersenjata lengkap.

Sidang agenda pembacaan vonis mati terhadap terdakwa EJ dihadiri pihak keluarga, dan orang tua dari EJ merasa terharu dan merasa pasrah melihat anak yang merupakan tulang punggung keluarga diborgol.

Dari hasil keputusan Majlis hakim,Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis Robi Harianto, SH, MH, kepada sejumlah wartawan menyampaikan bahwa, mengaku puas dengan semua tuntutan telah diakomodir oleh PN Bengkalis.

“Kita mengaku puas, tuntutan kita semua telah diakomodir oleh PN Bengkalis. Akomodir ini berkaitan dengan apa yang pernah diisukan, dan tuntutan kita semua langsung diambil alih oleh majelis hakim,” tutur Robi pada awak media usai sidang.

“Atas mendengarkan keputusan Majlis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, penasehat hukum terdakwa EJ Windrayanto,SH langsung nyatakan banding dan kita akan upayakan banding,” tuturnya pada awak media.

Selesai menjalani sidang vonis dengan hukuman mati terdakwa EJ Bandar Narkoba ini enggan menerima pelukan dan ciuman dari ibundanya dengan berkata “tak usah lagi” sambil berjalan menaiki mobil yang dikawal ketat oleh petugas untuk menuju Lapas kelas IIA Bengkalis, di Jalan Pertanian.

Usai melihat anaknya dibawa masuk ke dalam mobil tahanan, tidak satu kata yang keluar dari mulut ibunya dan hanya meneteskan air mata sembari membereskan perbekalan yang dibawanya pada saat persidangan anaknya.

“Dia anak ketiga saya dan merupakan tulang punggung keluarga, kami kesini mau melihat sidang anak kami, karena beberapa kali sidang kemaren ibuk tidak bisa hadir karena sakit,” katanya dengan linangan air mata.***[iwn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *