PT. COR Tbk Dituding Gagal Sejahterakan Warga Sekitar Tambang

Morowali Utara (Sulteng), BINPERS.COM – Sejumlah buruh tenga kerja Bongkar muat (TKBM) dan masyarakat desa Ganda Ganda kec. Petasia kab. Morowali utara Sulawesi Tengah yang tergabung dalam solidaritas Buruh dan rakyat bersatu melakukan aksi unjuk rasa di lingkungan perusahaan, anak perusahaan PT. COR tbk, PT CO-RII (Central Industri Indonesia) di dusun Lambolo desa Ganda Ganda, Sabtu (7/10/2017).

Awalnya pukul 08:30 wita ratusan massa yang dipimpin Takdir Tovosu mengawali aksinya dengan melakukan pawai orasi sepanjang jalan dari dusun 11 hinga dusun V Lambolo desa Ganda Ganda dan menyampaikan orasinya di depan pintu gerbang PT.COR 11 dengan aman. Tapi tak berselang lama salah seorang HRD PT.COR 11 yang diketahui bernama Yulius datang dengan menggunakan mobil hilux langsung memarkir kendraanya di depan mobil komando masa aksi dan keluar dari mobilnya.

Setelah itu Yulius langsung mendekati mobil komando massa aksi dan melakukan adu argumen dengan pihak pengunjuk rasa. Buruh dan warga yang merasa pihak perusahan tidak memiliki itikad baik dengan terlebih dahulu mendengarkan aspirasi mereka langsung terprovokasi, secara spontanitas massa mengamuk dan saling dorong dengan petugas kepolisian dan security PT.COR 11 yang ada di lokasi, beruntung usaha aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi berhasil meredam amukan massa dan mengamankan Yulius dari incaran massa. Diketahui, berdasarkan surat penyampain aksi yang ditanda tangani oleh korlap Takdir Tovosu dan sekertaris yang bernama Bakri kepada pihak kepolisian Resor Morowali utara dengan nomor surat ,001/PUK.K-SPSI/TKBM-GG/X/2017 tertanggal 4 Oktober seharusnya dilaksanakan 5 Oktober 2017.

“Namun ditunda karena berbagai pertimbangan dan baru dilaksanakan pada hari sabtu 7 oktober 2017,” kata Bakri sekertaris TKBM Ganda Ganda.

Pihak perusahaan PT.COR Tbk. Group dituding telah gagal menjalankan mandat konstitusi dari Negara untuk memakmurkan rakyat tani dan buruh di sekitar area pengolahan sumberdaya alam khusunya masarakat desa Ganda Ganda.

Perusahaan yang berada di wilayah kami ini, tidak dapat memberikan manfaat besar terhadap eksistensi masyarakat miskini yang saat ini,” Ujar Takdir dalam orasinya.

Dalam orasinya Takdir juga menyampaikan lima poin tuntutan kepada perusahaan dan pemda Morowali utara pada saat orasi berlangsung, yaitu:

PERTAMA, mendesak pihak perusahaan untuk melakukan pertemuan bersama, antara PT.COR Tbk,pihak pemerintah Daerah dan masyarakat desa ganda ganda, paling lambat Senin 9 0ktober 2017.

KEDUA, Pemerintah Daerah dan DPRD morowali utara diminta untuk segra membuat landasan hukum yang mengatur tentang pelaksanaan realisasi dana CSR atau dana kompesasi masyarakat wilayah sekitar tambang.

KETIGA, Mendesak kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi Sulawesi tengah agar bersama-sama masyarakat desa Ganda Ganda melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan amanat AMDAL PT.COR Tbk.

KEEMPAT, Meminta klarifikasi PT.COR Tbk. untuk menjelaskan tentang keberadaan perusahaan bongkar Muat (PBM) PT.COR 11, selanjutnya melakukan pertemuan dengan TKBM Desa Ganda Ganda terkait bongkar muat yang tidak melibatkan TKBM desa ganda ganda.

KELIMA, Mendesak PT COR 11 agar menghentikan kegiatan sementara, kegiatan bongkar muat yang sedang berjalan sebelum ada kesepakatan bersama dengan pihak TKBM Desa ganda ganda.

Menanggapi aspirasi solidaritas buruh dan Rakyat bersatu desa ganda ganda, pihak PT COR 11 yang diwakili Yulius memang mengakui bahwa belum ada sosialisasi kepada masyarakat, namun pada kenyataanya pihak perusahaan sudah melaksanakan aktivitasnya. Bukti lain, selain itu pihak perusahaan sudah malaksanakan kegiatan pengaspalan ore nikel, sementara belum melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.

Terkait pemberian dana pemberdayaan masyarakat pada desa sekitar area penambangan perusahan berdalih, “itu belum ada kesepakatan dengan pemda Morut dan tidak melibatkan PT. CORT Tbk. sebagai induk perusahaan,” terangnya.

Ditambahkannya, “Kami belum bisa memenuhi tuntutan mereka sebelum ada kesepakatan antara pemda morowali utara,” tandasnya.

Sampai hari ini pun belum ada titik terang terkait kesepakatan terbut, entah kapan pertemuan ini dilaksanakan dan sampai hari ini pun belum ada hasilnya sampai berita ini diturunkan. (MASTUR KUNDJAE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *