PT CIMB Niaga Parepare Diduga Labrak Permen 130

PAREPARE, SULSEL, (BINPERS.COM) – Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 130/ PMK.010/ 2012 tentang larangan bagi leasing atau Finance (perusahaan) pembiayaan dan perusahaan pemberi kredit yang melakukan penarikan termasuk perampasan secara sepihak atau secara paksa kendaraan roda dua dan empat atau lebih yang dikredit oleh konsumen tanpa ada sertifikat Fidusia dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum dan dapat diproses lewat hukum positif.

Selain itu, tindakan debt kolektor yang mengambil secara paksa atau merampas berikut STNK dan kunci kendaraan bermotor tersebut, dapat dikenakan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP) dan pasal 4 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen. Diperkuat lagi, jika ada tindakan oleh siapapun termasuk kolektor atau atasan kolektor pemberi perintah penarikan atau penyitaa kendaraan tanpa sertifikat Fidusia sesuai amanat UU Nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan Fidusia dan pendampingan kepolisian, keduanya dapat diproses secara hukum apabila dilaporkan oleh konsumen dengan mengambil paksa dan atau merampas dijalan atau dimanapun tempatnya, maka terhadap pelaku dapat dipidanakan dengan pasal 362 KUHP dan atau pasal 365, atau pasal 55 serta pasal 56 KUHP.

Tersebutlah PT CIMB Niaga Auto Finance Cabang Parepare, yang beralamat di jalan Bau Massepe kotamadya Parepare provinsi Sulsel. Leasing atau perusahaan (Finance) ini melakukan transaksi jual beli kendaraan satu unut kendaraan roda empat dengan merek ERtiga warna putih dengan nomor Polisi , tanggal 25DC 1165 CW melalui salah satau dialer dengan konsumen atas nama Indra. AR pada tanggal 24 September 2015 dengan muka sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan angsuran setiap bulannya sebesar Rp 4.350 ribu melalui rekening PT CIMB Niaga Auto Finance.

Posisi PT CIMB Niaga Auto Finance itu merupakan penjamin dari dealer. Artinya, PT CIMB Niaga itu membayar lunas kendaraan roda empat itu kepada pihak Dialer dan pihak konsumen (Indra .AR) membayar angsuran setiap bulannya kepada pihak CIMB NIaga Auto Finance selama 60 bulan sebesar Rp 4.350 ribu. Tetapi dalam perjalanannya, pihak CIMB Niaga Auto Finance melakukan penyitaan barang berupa kendaraan roda empat ERtiga dengan Nomor polisi DC 1165 CW atas nama dalam STNK Inrda.AR melalui Debt Kolektor yang ditujuk, masing-masing ( Frdn, And dan Rmt) dengan alasan bahwa pihak konsumen (Indra AR) telah menunggak tiga bulan sesuai perjanjian dalam kontrak.

Aksi dilakukan pihak PT CIMB Niaga Finance Cabang Parepare untuk menarik kendaraan secara sepihak melalui Debt Colektornya di rumahnya pada tanggal 25 Oktober 2017 lalu, berinisial Fachd, (marketing), dibantu dua orang rekannya berinisial Rahm (eksekutor) beralamat di Parepare dan inisial And beralamat di Polewali Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar.

Indra AR sebagai konsumen PT CIMB Niaga tentu saja tidak terima perlakukan Tim eksekusi PT CIMB Niaga tanpa komporomi sehingga dirinya melaporkan Marketing Fachd yang melakukan penyitaan secara sepihak kepada Polres Polewali Mandar, berdasarkan laporan polisi Nomor : B/ 516/ X/ 2017/ Res, kata Indra.AR kepada Jurnalis BINPERS.COM.

Menurut Indra AR, selama angsuran berjalan, yakni sejak tanggal 24 September 2015 dan sudah memasuki anggsuran ke 24 dan tidak pernah menunggak kecuali pada saat mobil tersebut dirampas.

“ Memang pernah melakukan angsuran lewat tanggal ditetapkan tetapi tetap diselesaikan pem bayarannya pada bulan itu juga dan pada saat mobil dirampas secara sepihak, tanggal 25 Oktober 2017 lalu, maka pembayaran angsuran terpaksa dihentikan sehingga kalau dikatakan pihak CIMB Niaga Auto Finance menunggak tiga bulan, itu tidak benar “, tegas Indra AR sembari menambahkan bahwa dirinya tetap melanjutkan kasus Fidusia ini untuk diproses hingga Pengadilan, bahkan dirinya juga akan melaporkan kasus Fidusia ini kepada Bank Indonesia, OJK di Jakarta dengan tembusan Direksi PT CIMB Niaga Auto Finance di Jakarta serta berbagai pihak termasuk LSM dan Pers.

Lebih jauh Ketua BAP Aliansi Indonesia Cabang Polewali Mandar mengatakan, dirinya sejak terjadi transaksi mobil itu, tidak pernah diperhadapkan dengan Notaris untuk menandatangi kesepakatan akad kredit guna menerbitkan sertifikat Fidusia sesuai amanat UU Nomor 42 tahun 1999 tentangjaminan Fidusia. Selain itu, pihak PT CIMB Niaga Auto Finance juga melabrak Pertauran Menteri Keuangan RI Nomo 130/ PMK.010/2012 tentang larangan bagi leasing atau Finance (perusahaan) pembiayaan dan perusahan pemberi kredit yang melakukan penarikan termasuk merampas secara paksa kendaraan, baik roda dua, roda empat maupun lebih yang dikredit oleh konsumen tanpa adanya sertifikat Fidusia sehingga dinyatakan melwan hukum dapat diproses lewat hukum posisitif, sehingga pelakunya bisa dijerat pasal 362, 365, 55 dan 56 KUHP, kata Indra.AR.

Koordinator Debt Kolektor PT CIMB Niaga Auto Finance cabang parepare, Robert yang dikonfirmasi Penulis, Kamis (9/11-2017) lalu membenarkan kalau pihak PT CIMB Niaga Auto Finance Cabang Parepare melakukan penyitaan mobil ERtiga Nomor polisi DC 1165 CW karena pihak konsumen menunggak tiga bulan.

Menurut Robert, sesuai ketentuan diterapkan pihak PT CIMB Niaga Auto Finance, apabila seorang konsumen menunggak dan mengingkari perjanjian kontrak transaksi dan setelah dilakukan pendekatan persuasif kepada pihak konsumen tetapi masih saja mangkir untuk menyelesaikan tunggakannya, pihak PT CIMB Niaga Auto Finance Cabang Parepare memiliki hak mutlak untuk melakukan penarikan barang seperti mobil ERtiga DC 1165 CW dimaksud tersebut, kapan dan dimanapun bisa dilakukan eksekusi. Apalagi konsumen dimaksud ada beberapa bulan memang tidak pernah tepat waktu pembayarannya, padahal setelah disepakati dalam perjanjian bahwa jatuh tempo pembayaran setiap tanggal 24 pada bulannya dan jika lewat itu tetap dikenakan denda adminitrasi, jika diakumulasi ada tiga bulan menunggak, kata Robert sembari memperlihatkan daftar rincian tunggakan angsuran konsumen (Indra. AR) di laptonya.

“ Bapak boleh lihat tetapi boleh diambil atau diprint dan tolong jangan difoto pak dan saya tidak bisa menjelaskan secara detail, karena semuanya ada dalam kontrak perjanjian dan silahkan menghubungi dan minta kepada konsumen surat perjanjian kotrak tersebut, semuanya sudah terinci “, ungkap Robert.

Secara terpisah, Kanit Resum Polres Polewali Mandar, Ipda Polisi Mulyadi, SH, M.Si yang dionfirmasi Jurnalis BINPERS.COM tentang sejuhmana proses kasus Fidusia PT CIMB Niaga Auto Finance Cabang Parepare, yang dilaporkan konsumennya, Indra AR. Menurut Mulyadi, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Polewali tentang pasal yang harus dikenakan tentang kasus Fidusia ini, yang melakukan penarikan mobil secara sepihak. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM provinsi Sulbar tentang keberadaan PT CIMB Niaga Auto Finace di provinsi Sulbar khsusnya di Kabupaten Polewali Mandar.

“ Jika tidak terbukti pasal perampasan, bisa saja hanya dikenakan pasal pencurian dan tergantung bukti-bukti pendukung yang dikumpulkan penyidik untuk meningkatkan status kasus Fidusia ini menjadi penyidikan ”, ujar Mulyadi. ( Andira Mordani )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *