Proyek Senilai Miliaran Rupiah Terbengkalai di Polman, Warga Kecewa Besar

Foto:Warga Takatidung,Burhanuddin Salam sedang menunjuk kondisi Jl.A.Latanratu Amburadul

POLMAN, SULBAR (BINPERS.COM) – Walapun anggaran telah dikucurkan untuk jalan Andi Latanratu sepanjang sekitar 3 kilometer, dari samping Gedung DPRD Polewali Mandar kelurahan Takatidung hingga pasar Baru Polewali keluarahan Wattang melalui kelurahan Lantora kecamatan Polewali, yang dilaksanakn PT Bukit Bahari Indah dengan nilai okntrak Rp 5.895.230.000 bersumber dari DAU tahun anggaran 2017 tetapi faktanya, tidak ada kegiatan pembangunan di lapangan, padahal masa kontrak telah berakhir sejak tanggal 22 Oktober 2017 tetapi hingga pertengahan November 2017, sehingga warga menutupi kayu gelendongan jalan tersebut sebagai bentuk protes dan kekecewaan (hinnga berita dikirim ke redaksi), belum ada kegiatan oleh PT. Bukit Bahari Indah sebagai kontraktor pelaksana.

Diketahui, dari total nilai kontrak Rp 5.895.230.000 terdiri dari tig ruas dalam wilayah kecamatan Polewali, yakni jalan Andi Latanratu Polewali sepanjang tigA ( 3) kilometer, kemudian ruas jalan Masjid Tanro Polewali dan ruas jalan Tammengundur Polewali, harusnya selesai tanggal 22 Oktober 2017 berdasarkan kontrak Nomor 01/ Dis.PUPR/ / KONT.RPJ/PPK-BM/DPU/04/ 2017 dan tahap pemeliharaan November hingga Desember 2017 tetapi faktanya ruas jalan Andi Latanratu sepanjang 3 kilometer dari samping Gedung DPRD Polewali Mandar, Sulbar hingga pasar Baru Polewali tidak ada kegiatan pembangunan hingga per tanggal 20 November 2017, padahal kontraknya telah berakhir 22 Oktober 2017.

Salah seorang warga lingkungan Alli-Alli keluarahan Takatidung kecamatan Polewali Kabupaten Polman, Burhanuddin kepada Jurnalis BINPers.com dengan tegas menyatakan, pemkab Polewali Mandar dalam hal ini dinas PUPR terkesan tidak mampu membenahi ruas jalan Latanratu, yang kini kondisinya memprihatinkan, terutama pada musim hujan seperti sekarang , ruang jalan tersebut dipastikan tergenang air ibaratnya kubangan kerbau sementara pemerintah terkesan tidak serius memperbaiki ruas jalan tersebut sehingga salah satu visi misi Bupati dan wakil Bupati Polman periode 2014-2019, yakni pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi titik fokus tetapi belum diwujudkan secara maksimal.

“ Harusnya pemkab Polman memprioritaskan jalan A.Latanratu karena poros ini merupakan jalan alternative untuk menghindari kemacetan utamanya jika beberapa jalan pertokler ditutup lantaran adanya kegiatan perkawinan warga,” tegas Burhanuddin.

Kepala Bidang Binamarga dinas PUPR Polewali Mandar, Ir.Husain Ismail yang dikonfirmasi Jurnalis BINPers.com tentang keterlambatan pekerjaan ruas jalan Andi Latanratu. Menurut Ir.Husain Ismail, sesunggnya keterlambatan pekerjaan ruas jalan Andi Latanratu itu bagi kontraktor pelaksananya mendapat sanksi berupa denda atau finalti karena faktor kelalaian. Selain itu, tambah Husain Ismail, keterlambatan juga dipengaruhi adanya kegiatan pembangunan perumahan di lingkunan Alli-Alli keluarahan Takatidung, sementara jalan cenderawasih sedang diperbaiki dan tidak diperbolehkan kendaraan roda empat atau lebih melawati jalan teresebut.

“ Sesungguhnya pihaknya memberi toleransi dengan meminta pihak pelaksana kegiatan pembangunan ruas jalan A.Latanratu agar untuk sementara menghentikan kegiatan karena adanya kegiatan penimbunan perumahan di lingkungan Alli-Alli, apalagi jalan Cenderawasih waktu itu masih berjalan kegiatan dan jika truk pengangkut material utamnya timbunan melewati jalan tersebut, dipastikan timbunan berjatuhan di badan jalan yang berpotensii rawan kecelakan karena kondisi jalan licin, bahkan dapat juga mempengaruhi kualitas pekerjaan jalan aspal tersebut karena badan jalan dilalui truk pasti selalu basah,” kata Husain Ismail.

Sementara Pimpinan PT Bukit Bahari Indah Polewali, Benny, SH sebagai kontraktor pelaksana yang hendak dikonfirmasi tentang keterlambatan proyek miliar itu dikerjakan, mengalami jalan buntu, karena pimpinan perusahaan tersebut tidak berada di tempat.

“ Bapak lagi ke Makassar” , ujar salah seorang stafnya. (Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *