Pemkab Kuningan Perlu Tinjau Ulang Pelatikan Kedes Gereba Yang Tidak Mengunakan Ijazah Standar

Foto: Kantor Bupati Kuningan (Inset, Tim Investigasi BINPERS.COM bersama Kabid PLS dan Kasi Penyetaraan Dinas Pendidikan Kab. Kuningan)

Kuningan (Jabar), BINPERS.COM – Belum lama ini masih terngiang di telinga, banyak para pejabat yang terjerat  kasus karena dengan sengaja memalsukan Ijazah demi kepentingan jabatan, sehingga tak memikirkan dampak pada dirinya yang berujung masuk dalam perangkap terali besi alias penjara.

Baru-baru ini ada ditemui yang sangat mengkhawatirkan akibat lemahnya pengawasan di wilayah atau daerah sehingga pemerintah ada kesan pembiaran dan pembenaran salah satu temuan tim Investigasi BINPERS.COM di Kab. Kuningan, Jawa barat.

Jelas, bahwa berdasarkan data kepala Desa (Kades) terpilih saudara Sahlan tidak pernah mengikuti ujian setara SMP atau Paket B namun sangat disesalkan dirinta bisa di lantik oleh Bupati Kab kuningan

Sementara itu di tempat terpisah Tim investigasi BINPERS.COM menemui Dinas Pendidikan Kab. Kuningan yang diterima oleh Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan didampingi oleh salah kasi penyetaraan di ruang kerjanya, Senin (12/11/2017) menyapaikan dan membenarkan bahwa kepada Desa Gereba nenar tidak pernah mengikuti ujian penyetaraan.

“Namun uniknya, kenapa Saudara Sahlan bisa diloloskan sebagai calon kepala desa yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala bidangpun menyampaikan pula bahwa dirinya sudah menyampaikan surat keberatan atas persyaratan ijazah kepada Tim pelenggara pemilihan kepala desa Serentak yang dilakukan di Kab. Kuningan, Jawa Barat.

Adapun perbuatan sauadara Sahlan yang sudah diakui di depan para pejabat tekait namun tetap adanya pembiaran dan pembenaran sehingga bisa dilantik. Hal ini terungkap berdasarkan surat edaran Direktur jendral Pendidikan Luar sekolah No 487/E/TR/06 yang disebutkan dalam surat Edaran Bupati Kuningan No 141.1/2256/ DPMD tertanggal 05 Juli 2017.

Dalam banyak hal, pelantikan Kades Gareba menimbulkan Kontrofersi dan penilai salah satu Instansi terkait di kab. Kuningan adanya pembiaran.

Harapan besar dari masyarakat agar pemerintah terkait bisa mengambil sikap dengan tidak tebang pilih dalam melaksanakan aturan dan undang undang sebagaimana mestinya. Dan menurut kajian tim Investigasi adanya diluluskannya kepala Desa Gereba adanya Unsur kesengajaan oleh sekelompok oknum yang berkepentingan.

Hingga diturukannya berita ini tim investigasi masih mencari fakta tambahan dan akan dilaporkan ke pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pihak Kepolisian berdasarkan surat pengaduan Masyarakat Gereba yang ada di redaksional Berita Investigasi Nasional. (Biro Kuningan / tim WRC)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment