PDAM Pasaman Siap Berbenah Diri untuk Maksimalkan Pelayanan Publik

Pasaman-BN,Meningkatnya jumlah pelanggan Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) di Lubuk sikaping Kabupaten Pasaman, membuat kapasitas  layanan air  berkurang dan berpotensi mengancam kesulitan air bersih. Untuk mengantisipasi hal itu, pihak PDAM Pasaman saat ini telah mengusulkan anggaran pemasangan jaringan distribusi utama  di dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang ada di daerah itu.

“Ya benar, pihak PDAM Pasaman saat ini telah mengusulan anggaran untuk 2018 ke Satker PK PAM Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Sumbar,” kata Musrawal Gusti Direktur PDAM Pasaman di kantornya, Rabu (22/11).

Katanya, anggaran yang di usulkan itu adalah untuk penyambungan jaringan distribusi utama yang terdapat di dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang daerah ini.

Pemasangan jaringan distribusi utama di Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang di usulkan PDAM Pasaman ke Satker itu terdapat di dua lokasi yakni,  pada IPA Batang Marumuak Nagari Tanjung Beringin Kecamatan Lubuksikaping, dan pada lokasi IPA Kapalo Bandar Nagari Air Manggis Kecamatan Lubuksikaping.

“Jaringan distribusi utama pada IPA Batang Marumuak panjangnya ada sekitar 1,8 Km lagi yang harus disambung. Jaringan diatribusi itu menuju arah kota Lubuksikaping. Sementara, pada jaringan distribusi utama pada IPA yang terletak di Kapalo Bandar panjangnya sekitar 1,6 Km lagi yang harus disambung,” ujarnya.

Menurutnya, untuk  pemasangan jaringan distribusi utama di dua lokasi IPA itu diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp.4 miliar,” terangnya.

Musrawal Gusti menyebutkan, usulan anggaran untuk penyambungan jaringan distribusi utama di dua IPA yang ada di Lubuksikaping itu bertujuan untuk memaksimalkan pasokan  air ke Kota Lubuksikaping.

“Jika usulan anggaran untuk penyambungan jaringan distribusi utama itu di kabulkan oleh Satker pada tahun 2018 mendatang, maka kebutuhan debit air bagi pelangan dalam kota Lubuk sikaping akan terpenuhi dengan baik,” katanya.

Selama ini, kata Musrawal Gusti, salah satu yang menjadi kendala atau penyebab terjadinya kemacetan, sehingga air kurang lancar ke pelangangan di Lubuk sikaping ini,  disebabkan karena jaringan distribusi utama yang belum rampung.

“Kita berharap, 2018 mendatang anggaran penambahan jaringan distribusi utama pada dua IPA di daerah ini dapat dikabulkan, dan direalisasikan oleh pihak Satker PK PAM Dirjen cipta Karya Kementerian PUPR ke Pasaman nantinya,” katanya. (Mukhlis BL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *