Kepsek SMPN 1 Lembontonara Jeane Rey Alergi Wartawan?

Morowali Utara (Sulteng), BINPERS.COM – Menjadi seorang pemimpin harus memiliki sifat transparan terhadap atasan bahkan bawahan dan terlebih diluar lingkup kerjanya. Hal ini perlu dimiliki oleh seorang pemimpin nantinya akan berdampak positif semua kalangan masyarakat. Dan terlebih menjadi seorang Kepala Sekolah, bukan hanya bertanggung jawab pada proses belajar mengajar, melainkan harus fleksibel dengan siapapun. Selain itu, juga harus membaur dengan yang lainya agar aman, nyaman dalam pekerjaan. Di samping bertanggung jawab harus juga menjadi panutan bagi para guru-guru serta para siswa-siswi yang ada di lingkungan sekolah terlebih masyarakat.

Namun hal ini, lain dari apa yang diuraikan diatas. Contohnya kepala Sekolah SMP Negeri I Lembontonara Jeane Rey, M.Pd. Setidaknya sebagai seorang Kepsek harus memiliki jiwa serta semangat membangun demi terwujudnya pendidikan yang notabene sebagai ujung tombak pembangunan disegenap bidang, yang nantinya akan membawa pada sebuah kemajuan anak didiknya. Namun, sifat serta kepribadiannya sangat jauh dari apa yang diharapkan para pemburu berita (wartawan).

Kesan yang tidak bersahabat seorang Kepsek dengan mitra kerjanya yakni Media Lokal dan Nasional ditampilkan jika ingin mengkonfirmasikan beberapa hal tentang Permendikbud nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah adanya Pungutan Liar Rp 150 ribu untuk baju batik yang kualitasnya buruk sekali berdasarkan rapat antara Kepsek, Ketua Komite dan semua orang tua murid SMP Negeri I Manado tersebut. Namapaknya, Jeane Rey sangat elergi dengan wartawan? Apa dibalik perlakuan tidak mengenakkan bagi para wartawan?

Dengan tidak adanya keterbukaan Berdasarkan UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik yang seorang Jeane Rey sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri I Manado, menimbulkan berbagai dugaan melakukan Pungli baju batik yang berbahan buruk. Sesungguhnya, jika Kepsek memiliki sifat fleksibel dengan siapapun termasuk wartawan, tidak menimbulkan hal-hal kecerugian selama ini dia jalaninya sebagai seorang pemangku pendidik.

Sangat disayangkan, seorang Kepala Sekolah Kepsek SMPN 1 Manado Jeane Rey, M.Pd yang seharusnya menjadi contoh dan teladan berperilaku denikian. Atau memang takut karena ada sesuatu yang telah dibuat (sesuatu yang menyalahi aturan-red). Karena setiap wartawan mediamanado.com berkunjung ke sekolah tersebut, untuk mecari informasi tentang persiapan menjelang ujian nasional (UN), Kepala Sekolah SMPN 1 Manado Jeane Rey,M.Pd selalu tidak ada di sekolah setiap paginya, dengan alasan ke Dinas Pendidikan Kota Manado.

“Dan ketika wartawan mediamando.com bertanya pada penjaga sekolah atau security selalu jawaban dari security tersebut Ibu baru keluar ke Dinas Pendidikan Kota Manado ada urusan di Dinas,” katanya.

Layal dipertanyakan, apakah memang Kepsek selalu tidak ada setiap pagi, sehingga tiap wartawan mediamanado.com berkunjung ke sekolah kepsek tidak ada??? setelah dicek ke Kantor Dinas Pendidikan Manado, sang Kepsek ternyata tidak ada. Kemanakah gerangan sang Kepsek tersebut?

Untuk tidak merusak atau mencorang Citra Dinas Pendidikan Kota Manado, diharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Corry Tendean, SH segera turun langsung atau Sidak dalam waktu dekat ini, mengecek langsung, apa memang Kepsek sering keluar di saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sedang berlangsung berkaitan dengan kemajuan sekolahnya? Atau hanya ingin menghindar wartawan? (Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *