Gubernur Jawa Tengah Diminta Tutup Galian C di Desa Cenggini

Foto: Galian C di Desa Cenggini (dok. BINPERS.COM)

Tegal (Jateng), BINPERS.COM – warga Desa Cenggini Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal tak mau kondisi alam di sekitar lingkungannya rusak. Mereka sudah pernah mengadu ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta gubernur segera menutup lokasi penambangan batu (galian C) di wilayahnya itu.

Selain lingkungan, warga juga mengkhawatirkan kelangsungan sumber mata air bersih Tuk Siwaru. Pengaduan warga dilakukan melalui surat Nomor 69/001/IV/2016 tertanggal 29 Mei 2016 yang ditandatangi Kepala Desa Cenggini, H. Sugiharto dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cenggini, Achmad Nurkholis.

Surat tersebut ditembuskan ke Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Jateng, Bupati Tegal, Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal, Camat Balapulang, Kepala Dinas Sumber Daya Mineral SDM) Provinsi Jateng, serta Balai PSDA Pemali-Comal di Kota Tegal.

“Masyarakat berharap gubernur Jateng mau meninjau ulang dan menghentikan aktivitas galian C di Desa Cenggini. Jika dibiarkan, masyarakat khawatir akan merusak lingkungan, utamanya sumber mata air Tuk Siwaru dan merusak alam sekitar yang selama ini dimanfaatkan warga untuk minum, masak, mencuci, mandi dan mengairi sawah,” ungkap Kepala Desa Cenggini H Sugiharto kepada awak media beberapa waktu lalu

Sesuai catatan di desanya, tanah sawah tidak produktif yang sudah dibeli seluas 205.378 meter persegi, dari 51 pemilik tanah. Sedangkan lahan yang sudah dimanfaatkan untuk galian C sekitar 35 persennya. Warga rela menjual tanah itu karena harga jualnya lebih tinggi dari harga pasaran umum.

“Warga tidak tahu jika ternyata sawah yang mereka jual untuk digali batunya,” terang Sugiharto.

Dia menambahkan, batu yang digali di tanah Desa Cenggini kemudian dikirim ke pabrik batu split di Desa Batu Agung Kecamatan Balapulang tetangga Desa Cenggini. Pabrik tersebut sudah mengantongi izin usaha penambangan dari Pemkab Tegal atas nama CV Prima Logam Tegal. Menutut informasi yang diperoleh, izinnya dikeluarkan sejak 2011 dan akan berakhir tahun ini. ( Aji )

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment