Gubernur Jateng Dan Bupati Pati Perankan Lakon Ketoprak Dalam Rangka HUT KORPRI Ke 46

Pati (Jateng), BINPERS.COM – Memperingati hari KORPRI ke 46, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Pati Haryanto, Wabup Pati Saiful Arifin unjuk kebolehan mementaskan lakon ketoprak di Alun-alun Pati, Jumat (24/11/2017) malam.

Ganjar Pranowo ikut bermain ketoprak bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memerankan Panembahan Senopati Wiyandono. Bupati Pati Haryanto berperan sebagai Ki Papuan, sedang Wabup Pati Saiful Arifin sebagai Patih Sandang Rogo.

Bupati dan Wabup Pati kompak memainkan lakon ketoprak masing masing dalam Projo Budoyo.

Selain itu nampak pula Dandim Pati yang berperan sebagai Ki Ageng Kali Jambe dan Kapolres Pati yang berperan sebagai Ki Ageng Gondang Rejo. Setda Pati Suharyono berperan sebagai Ki Ageng Tasik Madu serta masih banyak lagi peran yang dilakonkan forkopinda Pemkab Pati dan Pemprov Jateng.

Bupati Pati Haryanto menuturkan bahwa pagelaran ketoprak yang diikuti pejabat Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pati itu, menjadi bagian dari upaya untuk nguri-uri tradisi dan kebudayaan Jawa, terutama ketoprak. Tujuannya supaya seni ketoprak bisa memberikan edukasi di tengah perkembangan globalisasi yang begitu pesat. Melalui pelestarian ketoprak, Haryanto menilai budaya adiluhung Jawa tidak akan punah.

Gubernur Jateng turut hadir melankonkan Panembahan Senopati Wiyandono dalam pagelaran ketorpak dalam rangka HUT ke 46 KORPRI.

Ketoprak kolaborasi Pemkab Pati dan Pemprov Jateng (Projo Budoyo) ini mengambil lakon Sumilaking Pedhut Ing Bumi Mataram.

“Kisah cerita Sumilaking Pedhut Ing Bumi Mataram (Ronggo – Romo) bercerita tentang pembelotan Adipati Wirabumi (Pajang) yang tidak terima saudaranya yakni Sutawijaya menjadi Raja Mataram,” terang Wabup Pati Saiful Arifin yang ditulis pula di dinding Instagramnya @massaifularifin.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lebih menyoroti masalah kelestarian seni ketoprak agar menjadi tontonan sekaligus tuntunan.

“Ketoprak selain berfungsi sebagai tontonan, juga memberikan tuntunan kepada masyarakat. Saya berharap, kesenian ketoprak di Kabupaten Pati terus lestari,” kata Ganjar.

Selain dari kalangan pejabat pemerintah, hadir pula seniman seniwati kondang diantaranya Yati Pesek, Gareng Semarang, dan Ki Dalang Warseno Slank. Penampilan mereka di atas panggung menarik perhatian lebih dari seribu penonton. (Indro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *