Bumi Pekemahan “Misterius” Gunung Guntur Garut

Garut-BN, Akhir akhir ini di area gunung Guntur akan dibangun bumi perkemahan. Area tersebut menurut informasi narasumber dibeli dari salah satu keluarga anggota dewan di Kab. Garut berinisial RQI dengan luas 4,8 hektar dan pengerjaannya dikerjaan oleh CV. Agriando selaku pemenang tender.

Dalam penelusuran ke area tersebut, tim investigasi berhasil mewawancarai salah seorang pekerja dan mengaku sebagai tim konsultan mengatakan bahwa  lahan yang sedang dikerjakan untuk bumi perkemahan di biayai oleh intansi Dispora dan sudah berjalan kurang lebih 2 bulan.

Namun ketika ditanyakan tentang siteplan gambar perencanaan pembangunan kepada tim konsultan tersebut mereka mengatakan rusak dengan alasan kehujanan.

Tim pun terus melakukan penelusuran ke arah barat dan menemukan pekerja yang sedang memasang turap TPT untuk pembuangan  air. Dan menemukan pekerjaan yang sangat tidak wajar dikarenakan pekerjaan yang mereka lakukan tidak sesuai dengan aturan dinding untuk turap.

TPT tidak memakai pondasi yang selayaknya, padahal tanah dilokasi buper tersebut sangatlah rawan longsor karena masih berupa pasir agak kemerah merahan yang sangat curam. Hal ini langsung di klarifikasikan kepada  pimpinan pekerjanya agar penahan turap tersebut memakai pondasi supaya kuat hasilnya.

Menurut keterangan warga Kp Babakan Jambe dan Kp. sekitar Kubang sering sekali banjir lumpur yang diduga berasal dari area lokasi sekitar perencanaan bumi perkemahan itu.

Kadispora yang berhasil di temui oleh tim investigasi media ini mengatakan area tersebut memang dikerjakan memakai pendanaan dari intansinya, dan tujuannya adalah untuk sebagai bentuk pemanfaatan lahan ke arah yang lebih efektip dan bermaanfaat, supaya tidak dijadikan galian pasir serta untuk kedepannya setelah adanya bumi perkemahan tersebut, masyarakat setempat di daerah wilayah pasawahan dan sekitarnya dapat berniaga dan membuat warung warung untuk pemberdayaan. Ekonomi masyarakat.

Akan tetapi yang menjadi persoalan di daerah wilayah secara kasat mata sangat berbahaya sekali karena selain curam tanah tersebut sangat rawan longsor lumpur yang berdampak besar kembali terhadap masyarakat diwilayah itu sendiri.

Pemerintah terkait dan para pemangku kebijakan sebaiknya  mengkaji kembali kelayakan area tersebut sebelum terjadi dampak negatif yang di akibatkan karena masyarakat disekitar sangat riskan dengan perencanaan buper itu.

Banyak ditemukan beberapa kejanggalan yang terjadi selain adanya temuan armada truk yang mengangkut pasir diwilayah itu diduga untuk dijual ataupun di pergunakan oleh konsumen pemakai pasir  Gunung Guntur . (Toni/Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *