Berprestasi lagi, RSUD Padang Panjang Raih Akreditasi Rumah Sakit Paripurna

Padang Panjang (BN), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang berhasil meraih predikat Akreditasi Rumah Sakit Paripurna. Penetapan status tertinggi bagi rumah sakit type C tersebut diperoleh setelah tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan verifikasi lima tahuanan di RSUD Padang Panjang awal bulan lalu.

 “Ya, kita baru dapat informasi tadi pagi, namun sertifikat akreditasi paripurna tersebut akan diserahkan nanti di jakarta,” ujar Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis.

Memang, di masa pemerintahan Wali Kota Hendri Arnis, rumah sakit berstandarkan bagai  hotel tersebut sangat banyak melakukan terobosan dalam konteks peningkatan pelayanan secara komprehensif di seluruh lini dan aspek kesehatan.

Hendri Arnis menyebut, bidang kesehatan merupakan salah satu visi dan misi pemerintahannya. Sehingga untuk urusan kesehatan, terutama aspek  layanannya merupakan indikator yang harus terlaksana secara maksimal. Hal itu meliputi layanan medis, maupun layanan non medis.

“Takaran kesejahteraan masyarakat tidak hanya berkaitan ekonomi. Namun kesehatan juga merupakan hal yang sangat menentukan. Karena itu saya sangat tegas terhadap manajemen rumah sakit dalam hal peningkatkan kualitas layanan, dan alhamdulillah berkat kerja keras semua pihak, RSUD Padangpanjang mampu meraih strata penghargaan tertinggi dengan status akreditasi Paripurna,” sebut Wako.

Artinya, RSUD Padang Panjang sudah  memenuhi standart dari 15 variabel aspek penilaian rumah sakit paripurna yang dilakukan lembaga independen KARS awal Oktober lalu.

Direktur RSUD Padang Panjang, dr Ardoni, menjelaskan, 15 variabel yang dicek sedemikian rupa oleh lembaga KARS tersebut, diantaranya terkait Tata Kelola Pelayanan (TKP), yang mengacu pada tingkat pelayanan kesehatan sesuai standarisasi Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 56 tahun 2004.

Selain itu menyangkut Kualifikasi Pegawas dan Staf (KPS) rumah sakit, yang sangat erat kaitannya denhan penyelenggaraan layananan kesehatan yang professional.

Sementra itu, Manajemen Fasilitas Kesehatan (MFK), merupakan beberapa hal  di antara 15 variabel yang dinilai sangat baik dengan raihan 81 poin.

Capaian dengan nilai rata-rata diatas 81 persen tersebut, mengantarkan RSUD Padang panjang memperoleh akreditasi Paripurna, atau tertinggi dari empat tingkatan rumah sakit yang ada, yakni Akreditasi Dasar (5 variabel penilaian), Madya (6 sampai 8 variabel), Utama (9 – 14) dan Paripurna 15 variabel.

Untuk saat ini, RUSD Padang Panjang menjadi yang pertama di Sumbar meraih status akreditasi Paripurna untuk.klasifikasi rumah sakit Tipe C.

“Kita berhasil melompati dua tingkatan akreditasi (madya dan utama) sekaligus dan langsung mencapai puncak akreditasi paripurna,” ujar dr. Ardoni Datuk Mulya, sembari menyebutkan pada penilaian akreditasi RS  lima tahunan, yakni di  2011 lalu, RSUD Padang Panjang masih terakreditasi dasar.

Capaian puncak akreditasi tersebut, sebenarnya sudah tersirat pada saat Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan, dr Bambang.

[05:55, 1/11/2017] Sumatera Barat WA: Ardoni juga membeberkan, bahwa yang menjadi penekanan Wako Hendri Arnis adalah aspek payanan terhadap pasien, yaitu murah, mudah, cepat dan berkualitas.

Dalam hal ini, RSUD Padang Panjang telah menerapkan sejumlah metoda layanan baru bagi pasienya. Salah satunya ialah pendaftaran secara online bagi pasien berobat jalan di poliklinik.

Menurutnya, hal ini berawal dari adanya laporan warga kepada walikota bahwa mereka harus antri hingga berjam-jam lamanya berurusan diloket pendaftaran RSUD Padang Panjang.

Namun, kondisi tersebut sebenarnya wajar terjadi, lantaran  kunjungan pasien mencapai 500 orang setiap harinya, sementara loket pendftaran sudah disediakan empat buah.

Menindanklanjuti perintah Walikota untuk meniadakan antrean lama tersebut, manajemen RSUD Padangpanjang saat ini telah menerapkan program pendaftaran sistem online, melalui situs rusdpp.com, yang pendaftarannya dilakukan minimal H-1 kunjungan pasien ke rumah sakit.

Dengan pendaftaran online ini, pasien cukup menunjukkan screenshot pendaftaran di androidnya kepada petugas di loket online.

Inovasi lainnya yang terbilang baru adalah layanan shutle bus (bus antar jemput) gratis  bagi masyarakat Padangpanjang yang ingin berobat ke RSUD Padangpanjang.

Dalan hal ini, RSUD telah menyediakan satu unit shuttle bus untuk kebutuhan jemput dan antar pasien secara gratis.

Pelayanan shuttle bus dilakukan setiap harinya dengan rute dan jadual yang telah ditetapkan, yakni empat kali rute perjalanan penjemputan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, serta pengantaran antara  pukul 13.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Ardoni menambahkan, tenaga dokter dan spesialis saat ini berjumlah 20 orang, hanya minus satu orang dokter spesialis bidang anastesi. Dan RSUD Padangpanjang sudah melayani pasien cuci darah dengan jumlah per pekannya mencapai 60 pasien.Sumber (protokoler Pemko Padang Panjang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *