Ahli Waris Wiarja Laporkan Penyerobot Tanah Ke Polda Jabar

Garut-BN,  Ahli waris Wiarja Sayudi (Alm) angkat bicara tentang tanah yang di duga dan dikuasai oleh keluarga Hj YN penguasaan dan penyerobotan lahan tersebut berawal dari peminjaman uang untuk bisnis oleh salah seorang ahli waris yang sudah meninggal dunia dan tanah yang berlokasikan di Kp. Pangauban Desa Jangkurang Kec. Leles dengan no. C desa 423 atas nama bapak Sayudi (Alm.) hanyalah sebagai bentuk jaminan uang yang dipinjam oleh salah satu ahli waris.

Salah satu cucu dari ahli waris Bp. Wiarja sebut saja EMAN mengutarakan kepada wartawan bahwa dirinya sangat terkejut dan tidak mengerti dengan sikap HJ YN dan H.RM karena mereka menguasai tanah dan memperjual belikan tanah tersebut tanpa dasar dasar persetujuan dari ahli waris yang lainya serta cucu dari Bp. Wirga (Alm.).

Padahal semua ahli waris yang masih hidup juga cucunya tidak pernah datang bersama sama ke PPAT kecamatan ataupun kepihak desa sekalipun, akan tetapi kenapa HJ YN mengatas namakan tanah warisan ahli waris tersebut ke AN H.RM sebagai suaminya.

“Setau saya, tanah tersebut tanah yang luasnya 154 tumbak tersebut belum dipecah dan dibagikan kesemua ahliwaris yang lainya, dengan adanya kejadian ini saya sebagai keturunannya akan terus berjuang mengambil hak hak ahli waris saya yang dikuasai oleh HJ YN dan H.RM bahkan akan saya laporkan ke Polda Jabar karena saya curiga pemindahan kepemilikan dan dokumen sertifikasi yang ada di HJ YN itu tidak benar sesuai dengan peraturan jual beli,” Ujar Eman.

Sementara itu, Kepala Desa Jangkurang terkait permalahan tersebut mengutarakan dengan seadanya tanah yang sekarang dikuasai dan di duduki oleh HJ YN sama sekali belum pernah ikut andil dalam proses jual belinya.

“ Sewaktu saya masih menjabat jadi RW diwilayah Kp. Pangauban setiap jual beli tanah warga Alhamdulilah saya selalu ikut turun dan memberikan cap kwitansi jual beli antara penjual dan pembeli, namun persoalan tanah yang sekarang dikuasai oleh HJ YN saya sendiri pernah di datangi yang mengaku dari pihak HJ YN yang diduga mengintimidasi terhadap saya agar tidak membuka C desa apabila ada keluarga ahli waris datang,” Ujar Pak Kades Jangkurang.

Terkait tanah yang dikuasai oleh keluarga HJ YN tim Investigasi akan menggali terus informasi proses persoalan penguasaan tanah tersebut yang sebenarnya, karena menurut informasi beberapa narasumber,  tanah seluas 154 tumbak ini sudah dibangun 3 rumah mewah yang dihuni oleh beberapa  pemilik selain HJ YN yang diduga menyerobot lahan yang tadinya dihuni oleh H. Holis (Alm.) salah satu dari keturunan Wiarja Sayudi.(Egi/Toni).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *