Warga Binaan Lapas Kelas II B Polewali Demo Ka Lapas

Situasi diluar Lapas kelas II B Polewali, saat warga Binaan lakukan aksi demo

POLMAN, SULBAR (BINPERS.COM) – Walaupun baru saja dilantik sebagai kepala Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas) kelas II B Polewali, Rabu tanggal 18 Oktober 2017, Haryoto, S.Sos dan keesokan harinya, Kamis tanggal 19 Oktober 2017 langsung didemo warga Binaan Lapas kelas II B Polewli lantaran menerapkan kebijaka baru, yakni adanya perbedaan antara narapida dengan tahanan. Bagi pembesuk tahanan kepolisian, kejaksaan dan pengadilan negeri Polewali diwajibkan menyerahkan Surat Rekomendasi dari instansi terkait dimana status penanganannya dilakukan sehingga para pembesuk keluarga warga binaan Lapas kelas II B Polewali menilai sangat menyulitkan utamanya bagi mereka berasal dari luar Kabupaten Polewali Mandar seperti Mamuju dan Makassar. Padahal sebelumnya, pada saat kepemimpinan Mu. Basri dan ditindaklanjuti PTL Ka Lapas kelas II B Polewali, Simon,S. Ag, bahwa aturan jam besuk antara Napi dengan Tahanan tidak ada perbedaan serta diberikan keringanan bagi pembesuk dari luar daerah lain.

Informasi dihimpung dari salah seorang Napi Lapas kelas II B Polewali, yang enggan disebut identitasnya menyatakan, selain kebijakan baru diterapkan kepala Lapas baru, Haryoto tentang adanya perbedaan pembesuk Napi dan Tahanan juga semua pembesuk warga binaan Lapas kelas II B Polewali tidak diperkenangkan lagi membeli melalui perantara seseorang dipercaya diluar kawasan Lapas tetapi diwajibkan berbelanja melalui koperasi milik Lapas, sementara harga barang ketika kita membeli melalui koperasi jauh lebih mahal ketimbang diluar melalui perantara yang sudah dipercaya, selama ini melayani setiap ada pesan warga binaan Lapas ketika hendak membeli makanan atau sejenisnya diluar kawasan Lapas.

Sekitar pukul 10.30 wita, Kepala Lapas kelas II B Polewali, Haryoto didampingi para stafnya menerima 12 perwakilan warga binaan Lapas kelas II B Polewali melakukan pertemuan tertutup sehingga para Jurnalis, baik media cetak, elektronik maupun online tidak mengetahui hasil pertemuan itu. Sementara aparat dari kepolisian RI dari Polres Polewali Mandar sedang melakukan penjagaan cukup ketat diluar kawasan lapas guna mengantisipasi potensi bakal para Napi atau atahanan melarikan diri akibat adanya insiden tersebut. Seperti diketahui, Lapas kelas II B Polewali sekarang menampung 267 narapi terdiri dari 213 orang napi dan 54 tahanan, baik kepolisian, kejaksaan dan Pengadilan negeri Polewali.

Sementara Kepala Lapas kelas II B Polewali, Haryoto yang hendak dikonfirmasi Jurnalis BIN Pers.com mengalami jalan buntut karena mantan kepala Lapas pembinaan khusus anak kelas II B Gianyar, Bali itu tidak bisa ditemui. Hingga berita ini naik cetak, belum ada onfirmasi resmi tentang adanya kebijakan baru diterakan sejak dilantik sebagai Ka Lapas kelas II B Polewali dan berujung pada aksi demo para warga binaan Lapas kelas II B Polewali. (Andira Moerdani)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment