Tiger Massage Nagoya Digrebek Polda Kepri

Batam, BINPERS.COM – Satuan Subdit III Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimmum) Polda Kepri menggrebek lokalisasi Massage Tiger berkedok panti pijat di Komplek Nagoya Garden Blok B Nomor 1, Kecamatan Batuampar, Batam, Senin (9/10) sore, pukul 17.00 WIB.

Penggerebekan tersebut, Subdit III Dirkrimmum menangkap Y alias J (37) sebagai pemilik panti pijat, bersama BS (20), seorang wanita beralamat Tiban Lama yang berperan sebagai kasir. Kemudian lagi EI (20) seorang perempuan muda beralamat Bengkong Kolam Mas, yang berperan sebagai pelayan.

Kabid Humas, Kombes Pol Erlangga, didampingi Kasubdit III Dirkrimmum Polda Kepri menerangkan, pengerebekan Tiger Massage tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat, terkait aktifitas yang terjadi sebenarnya.

Setelah diselidiki, ternyata “Massage Tiger” ini adalah sebuah tempat mesum yang berkedok panti pijat kesehatan, sehingga menyalahi perizinan dan aturan perundang undangan, serta Perda Kota Batam ini,” kata Kombes Pol Erlangga, ketika ekspos, Selasa (10/10) pagi, di Mapolda Kepri.

Dalam penggrebekan, jelas Kabid Humas, Tim Subdit III juga mengamankan barang bukti berupa 8 lembar kwitansi pembayaran slip gaji bulan September 2017, 1 lembar rekap laporan harian keuangan massage, rokok, dan minuman.

“Kami juga mengamankan barang bukti kondom. Kemudian 1 bundle nota kerja terapis Tiger Massage warna merah dan putih, 1 lembar daftar jenis Massage dan ruangan Massage,” ungkapnya.

Pihaknya menyita 1 lembar surat tanda daftar usaha pariwisata atas nama Yoni, yang dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(BPMPTSP) Pemko Batam. Serta 1 lembar surat keterangan domisili dari Kecamatan Batuampar.

“Atas pemeriksaan, Y alias J ini sebagai pemilik panti pijat melakukan rencana menyediakan serta mempermudah untuk melakukan perbuatan cabul ditempat usahanya yang berkedok panti pijat kesehatan sehingga hal ini telah menyalahi perizinan, undang undang, serta Perda Kota Batam,” terang Kabid Humas.

Atas perbuatan tersangka yang telah melangar hukum, ujar Kombes Erlangga, akan dijerat dengan Pasal 296 KUHP, menyediakan dan mempermudah untuk melakukan perbuatan cabul alias mesum ditempat usaha secara terselubung.

“Para tersangka sudah kita tahan. Sambil meminta keterangan saksi dari saksi korban, yaitu dari Derri Musparita (26). Kemudian keterangan dari Linda Wati (25), dari Lin Indah sari (33), dari Dewi Lestari (24), Nova Yana (29), dan dari Meiliyawati (30), yang kesemuanya berperan sebagai terapis Tiger Massage,” pungkas Kabid Humas Polda Kepri ini. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *