Sidang Lanjutan Class Action Terhadap Bupati Bandung Diwarnai Suasana Haru

Idih Sujana, salah seorang wakil kelompok pedagang menghadiri persidangan dengan menggunakan kursi roda karena sakit. (Foto: SO)

SOREANG (Kab. Bandung) – Suasana haru dan kesedihan para pedagang blok Cibeureum Pasar Ciwidey, Kab. Bandung mewarnai sidang lanjutan class action terhadap Bupati Bandung yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung. Demikan, dilansir sumber setempat Selasa (10/10/2017)

Suasana haru terlihat ketika wakil kelompok pedagang, Idih Sujana menghadiri persidangan dengan menggunakan kursi roda. Mantan anggota DPRD Kab. Bandung itu begitu ngotot menghadiri sidang gugatan untuk memperjuangkan dan membela hak-hak pedagang yang teraniaya. Bahkan, ada pengunjung dengan mata yang berkaca-kaca.

Dalam sidang tersebut semua pihak hadir, yaitu kuasa hukum penggugat, wakil kelompok pedagang dari semua blok sebanyak 7 orang, bupati yang diwakili oleh bagian hukum , PT. Primatama Cipta Sarana dan Kepala BPN kab. Bandung yang diwakili oleh bagian sengketa.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Mahkamah Agung no 1 tahun 2002, pada proses pemeriksaan persidangan untuk menentukan sah tidaknya gugatan dilakukan pemeriksaan para pihak serta surat kuasa dari masing-masing pihak.

“Penetapan pengadilan tentang sah tidaknya gugatan class action akan ditetapkan pada sidang berikutnya yaitu pada 19 oktober 2017 mendatang,” ujar kuasa hukum penggugat, Dasep Kurnia Gunarudin, SH,MM, Rabu (11/10).

Ia menambahkan, jika hakim memutuskan penggunaan prosedur gugatan class action dinyatakan sah, maka hakim memerintahkan penggugat mengajukan usulan model pemberitahuan untuk memperoleh persetujuan hakim dan sidang berlanjut pada agenda berikutnya.

Tapi, apabila hakim memutuskan bahwa penggunaan mekanisme gugatan class action dinyatakan tidak sah, maka pemeriksaan gugatan dihentikan dengan putusan hakim.

Seperti diketahui, Bupati Bandung digugat secara perdata oleh para pedagang pasar Ciwidey blok Cibeureum sebesar Rp 546.040.400.000 ((Lima Ratus Empat Puluh Enam Miliar Empat Puluh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah). Dasar gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung dengan Registrasi Perkara Nomor 154/ pdt G/2017/PN.Blb.

Kuasa hukum penggugat, Dasep Kurnia Gunarudin, SH,MM dan Rekan menjelaskan, pihak tergugat telah melakukan perbuatan melawan Hukum dan oleh karenanya patutlah dihukum untuk membayar ganti kerugian.

Gugatan ganti rugi materiil sebesar Rp 46.040.400.000 dan immateriiil Rp 500 miliar atau nilai gugatan sebesar Rp 546.040.400.000 (Lima Ratus Empat Puluh Enam Miliar Empat Puluh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).***

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment