Razia KTP di Lokalisasi Sintai PSK di Bawah Umur Ditemukan

Batam, BINPERS.COM — Satuan Direktorat reserse kriminal umum (Direskrimum) bersama Unit Jatanras dan Unit Narkoba Polda Kepri gelar razia di lokalisasi teluk pandan atau disebut kawasan Sintai, Batuaji, Selasa (10/10) sekira pukul 09.00 WIB.

Petugas gabungan dalam melakikan razia menemukan dua orang pekerja yang masih di bawah umur, dengan berinisila OD (17) dan SY (17) diantara ratusan pekerja yang menghuni tempat tersebut, serta dua orang lainnya tak memiliki identitas.

Ratusan petugas gabungan tersebut yang terjunkan, memfokuskan razia pada pengecekan kartu identitas penghuni yang dibuktikan dengan KTP, sebagai upaya menertibkan pekerja. Mengingat sebelumnya ada dua orang anak dibawah umur diamankan dari cafe Chelsi pada dua minggu lalu.

Dalam raziatersebut, empat pekerja malam diamankan dan dimintai keterangan lebih lanjut. Keempat diamankan dari cafe berbeda seperti OD dari Cafe Romeo, sedangkan SY dari cafe Powerstar. Dan dua orang lagi berinisial DL dan ID dari cafe Romeo dan Powerstar sebagai saksi.

Dilokasi, Ipda Lesly D Lihawa selaku Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Subnit IV Polda Kepri mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti kasus perdagangan anak yang diamankan dari dua orang anak dibawah umur dari cafe Chelsi. Maka dari itu, kita lanjuti lagi dan ternyata benar ada dua lagi berinisial OD dan SY.

“Saat kita razia ini, dua orang OD dan SY tersebut masih berumuran 17 tahun. Dari pengakuan OD sendiri tinggal dirumah pamannya sedangkan SY sudah punya anak berumur 5 bulan tapi statusnya nikah siri dan sudah cerai sama suaminya,” ujarnya.

“Tak hanya itu, menurut pengakuan SY baru seminggu dan sudah 6 kali melayani tamunya. Yang parahnya lagi, untuk bisa masuk ke Sintai, SY sendiri merubah identitasnya agar tak dicurigai, karena sebenarnya SY lahir Tahun 2000. Sama juga dengan kelahiran OD,” tambahnya.

Lebih lanjut , kata Lesly lagi, keempat pekerja ini akan dibawa ke Polda Kepri. Untuk menggali lebih jauh keterangan mereka. Namun menurutnya kasusnya mengarah ke ranah hukum dengan kasus perdagangan anak dibawah umur.

Selain dari dua orang ini, pemilik cafe itu juga sudah kita amankan dan dimintai keterangan lebih lanjutnya.

“Kasusnya ini masih kita lanjuti lagi. Makanya mereka ini akan kita bawa ke Polda Kepri. Kasus ini juga sudah jelas adanya perdagangan anak dibawah umur. Selain dua orang ini, dua pemilik cafe juga sudah kita amankan,” ujarnya Lesly lagi.

Kepada petugas, SY, salah satu PSK dibawah umur, menuturkan dirinya dibawa temannya dan merubah identitasnya agar bisa masuk kerja ke Sintai. SY yang juga status janda itu mengakui sudah punya anak umur 5 bulan dan orangtua tak pedui. Ia juga sudah cerai dari suaminya.

Menurut keterangan SY, jika dirinya baru seminggu nekat bekerja sebagai PSK dikarenakan kebutuhan ekonomi untuk membeli susu anaknya di kampung.

“Iya saya sudah nikah bu, tapi nikah siri dan anak saya berumur 5 bulan. Saya juga cerai. Aku kerja kayak gini karena desakan ekonomi untuk beli susu anak saya di kampung,” kata SY yang berasal dari Subang Jawa Barat.

“Memang mau kerja di sini, soalnya kerja di Subang sangat susah. Disini saya sudah melayani 6 pria hidung belang dengan shortime Rp300 sekali main. Orang tua saya tahunya kerja di rumah makan,” paparnya lagi.

OD sendiri menuturkan, dirinya tinggal dirumah pamannya sebagai kasir. Dan masih dua bulan tinggal dilokalisasi ini. “Saya baru sebulan tinggal dilokalisasi ini, saya juga disini bekerja sebagai kasir saja ditempat paman saya,” pengakuan perempuan asal Indramayu ini ke polisi. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *