Manager PLN Batanghari Diduga Rugikan Masyarakat Sungai Bahar

Sungai Bahar (Muaro Jambi), BINPERS.COM – Muaro Jambi-BN, Semenjak Manager PLN Kabupaten Batang Hari di Muara Bulian dijabat Arlin Jihar Sihombing, masyarakat Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi merasa kecewa, sebab kualitas kinerja PLN menjadi semakin menurun, antara lain pemakaian Voltase terkesan main tembak seperti tidak mencatat atau memotret pemakaian di terminal pelanggannya yang biasa dilakukan para petugasnya.

Hal tersebut semakin diperparah lagi dengan matinya aliran listrik sebanyak 2 hingga 4 kali dalam satu hari, bahkan tidak jarang pula mati total selama 24 jam. Matinya aliran listrik tersebut sama sekali tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari PLN apakah ada perbaikan kerusakan, atau bahkan kesengajaan dari PLN mematikannya, masyarakat tidak mengetahuinya. Namun lucunya, tarif rekening selalu naik terus.

Menurut keterangan beberapa warga setempat, diduga kuat petugas pencatatan rekening melakukan pekerjaannya terkesan main tembak, hal ini diungkap oleh salah satu warga Kabupaten Batang Hari dari unit 5 Sungai Bahar yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa sebelum Arlin Jihar Sihombing menjabat Manager PLN di Kabupaten Batang Hari, biaya untuk membayar dengan daya 10.000watt setelah dihitung berdasarkan tarif resmi yang dikeluarkan oleh PLN telah sesuai dengan pemakaian yaitu sekitar Rp800.000.- paling tinggi Rp1.400.000.- namun sekarang melonjak hampir mencapai Rp2.4 juta lebih.

Hal yang sama pun dialami oleh seorang warga pemilik POM BBM yang merasa sangat dirugikan dengan kondisi listrik saat ini, hingga usahanya tersendat-sendat. Bahkan kini usahanya pun mengalami kerugian karena kondisi listrik yang sering mati serta beban pembayaran yang dinilai sangat memberatkan.

Data yang diperoleh, hampir setiap penampungan Tandan Buah Segar TBS alias RAM telah tersalur arus PLN dengan memakai tiang dari Besi, padahal lokasi RAM tersebut adalah lokasi jalan Poros Propinsi, seharusnya memakai tiang listrik dari tiang coran.

Lain lagi untuk salah satu masyarakat yang bangunannya ada di pinggir jalan poros Propinsi mulai dari simpang Desa Bukit Makmur unit 15 sampai ke portal PT. Asiatiq Persada sepanjang 2 Km hanya memakai tiang kayu dan kayu atau batang Kelapa Sawit tidak ditebang. Hal ini sangat mengkhawatirkan bilamana kayu atau batang Kelapa Sawit tumbang menimpa kabel listrik tersebut akan putus dan akan membahayakan bagi masyarakat sekitarnya.

Masalah penyambungan kabel listrik yang memakai tiang dari kayu tersebut sebenarnya telah dilaporkan Korwil Media ini kepada Arlin Jihar Sihombing 6 bulan yang lalu, dan Arlin hanya menganjurkan agar masalah tiang listrik yang terbuat dari kayu tersebut di ambil gambarnya melaui foto dan fotonya telah diserahkan kepihak pengaduan, namun sampai berita ini diturunkan tidak ada tindakan dari Manager PLN Batang Hari Arlin Jihar Sihombing.

Terkait hal ini kiranya pihak Dirut Utama PT.PLN ( PERSERO ) Manager PLN Provinsi Jambi menanggapi berita ini, dan masyarakat Sungai Bahar memohon agar Manager PLN Batang Hari Arlin Jihar Siombing segera ditindak kinerjanya dan segera dinon aktifkan dari tugasnya sebagai Manager PLN, dimana saja.

Sungguh sangat disayangkan, dimana pemerintah dengan program kesejahteraan yang saat ini sedang di gemborkan, malah terkendala dan terhambat dengan SDM pimpinannya yang tidak kompeten dan memahami apa yang menjadi kebutuhan serta keluhan masyarakat terhadap kinerja instansi yang di pimpinnya.( JHP / TIM WRC)

Satu tanggapan untuk “Manager PLN Batanghari Diduga Rugikan Masyarakat Sungai Bahar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *