Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam Amblas

Kepri (Batam), BINPERS.COM – Lihat saja, entah siapa yang disalahkan melihat yang terjadi dilokasi Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam. Amblasnya landasan tersebut menjadi pertanyaan bagi masyarakat.

Jelas, menangapi masalah ini pihak lapangan serta pengawasan setiap saat untuk menjaga semua lokasi terutama bagian landasan pengawasan landasan pacu ada laporan setiap saat bagai mana kondisi jalan aspal yang digunakan untuk landasan pacu pesawat tersebut bisa begini.

Namun adanya besi spandek yang berkarat tersebut sangat disayangkan ,waktu pelaksanaan pembuatan penimbunan tanah tersebut harus bersih dari segala benda yang merusak suktruktur tanah tersebut.

Kalau dilihat dari hasil yang amblas tersebut dugaan waktu pelaksanaan pembuatan landasan bagian pemadatan tanah serta uji labor untuk kepadatan tanah siap di aspal dan bisa dikatakan diduga tidak sesuai speknya

Amblasnya tanah landasan pacu pesawat di bandara internasional Hang Nadim Batam sekitar 12 meter dengan lebar 5 meter dan kedalaman 2 meter, menjadi teka teki sampai saat sekarang bahkan diperbincangkan hangat oleh masyarakat,

Amlasnya tanah landasan tersebut ditangapi oleh Deputi VI BP Batam Ir.Purba Robet Sianipar diruang kerjanya, Selasa (26/09/2016) mengatakan bahwa pekerjaan kalau dari segi penerbangan tidak pengaruh cuma juga dirinya menanyakan sebagai Deputi IV (Empat),

“Akibatnya terjadi aliran air yang membawa butir – butir pasir/tanah sehingga merongga saya melihat itu bisa jebol tanahnya tergerus dibawa oleh air dari Drainase dan itu tidak di seind dengan,” ucapnya

Ia menambahkan mungkin ketebalan tanah diatasnya masih bisa menahan tekanan pesawat, itu taxiway namanya lama – lama ngak kuat juga dan akhirnya jebol juga, “Kenapa? karena disitu dibawahnya ada spandek kayak pipa dikunci jadi satu lingkaran dan material dipadatkan, nah spandek ini karena sudah lama jadi berkarat karena besinya sudah mulai habis akhirnya terjadi seperti itu,” ujarnya.

“Hal ini sudah kita rapatkan dan ini segera kita harus perbaiki dengan alasan emergency atau alasan keadaan darurat, setelah kita selidiki kita perlu menunjuk salah satu kontraktor untuk melakukan pekerjaan kita hitung lama waktu untuk mendapatkan pemberitahuan dari Dinas perhubungan untuk menyatakan dalam kondisi darurat agar bisa pihak kontraktor untuk melaksanakannya,” tandasnya. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *