Ketua PT Sulut dan Aditya Moha Terkena OTT KPK

Manado (Sulut), BINPERS.COM – Ketua PT Manado Sudiwardono bersama dengan politikus muda Partai GOLKAR anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Aditya Moha diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (6/10/2017) malam.

Menurut, Berty Lumempouw, Pembina Garda Tipidkor Indonesia Sulawesi utara, OTT KPK harus diapresiasi.

“Saya memberikan apresiasi kepada KPK yang telah melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono dan Aditya Moha, Anggota DPR RI,” kata nara sumber yang enggan disebut namanya, Senin (9/10/2017).

Menurutnya, kasus OTT terkait erat dengan kasus korupsi atas penanganan putusan banding dari Marlina Moha Siahaan, Bupati Bolaang Mongondow 2011-2016 dan 2006-2011.

“Karena itu saya sudah menduga sejak putusan kasus korupsi ini diputus oleh Pengadilan Manado, namun tidak pernah ditahan, sehingga karena itu menimbulkan pertanyaan siapa yang salah terkait masalah ini, dan ketika itu statemen saya mengatakan bahwa yang salah adalah pengadilan tinggi dalam hal ini ketua pengadilan dan ternyata semua terjawab ketika KPK melakukan OTT,” ungkapnya.

Marlina Moha Siahaan merupakan terdakwa korupsi tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow pada 2010 dan sudah divonis 5 tahun penjara di PN Manado dengan nomor perkara 49/pidsus-tpk/2016.

“Kiranya ini menjadi perhatian bagi para Hakim untuk jagan bermain degan suap terhadap perkara-perkara kasus korupsi baik di tingkat PN, maupun pada upaya banding di tingkat PT. Karena kami juga mempunyai data ada berapa kasus korupsi yang terdakwanya diberikan penangguhan oleh hakim tipidkor, karena hal seperti itu bisa menimbulkan persepsi bahwa dugaan suap pasti terjadi,” pungkasnya. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *