Ketika Guru Dan Siswa Jadi Sasaran Bisnis

Drs. Muhammad Faesal, M.Si

POLMAN, SULBAR (BINPERS.COM) – Merupakan ironis, sejak SMA dan SMK diserahkan pengelolaannya ke provinsi tahu ajaran 2017/2018, tampaknya menjadi momen bagi sejumlah oknum melakukan kalaborasi dengan oknum pejabat teras di dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar) untuk mengeluarkan rekomendasi untuk mempelancar komunikasi dalam melakukan bisnis dengan sasaran para tenaga pendidik dan staf termasuk GTT dan PTT serta siswa dalam jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Sulbar.

Modus operandi yang dilakukan oknum itu, melakukan pendekatan kepada sejumlah oknum untuk difasilitasi untuk mendapatkan rekomendasi kepada Kepalas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Sulbar untuk tujuan bisnis, baik berupa baju keki maupun id Card siswa kels X serta pas Foto utuk Ijazah kelas XII dengan pembayaran cukup siginifikan, yakni hingga Rp 30 ribu persiswa dan dibebankan kepada siswa itu sendiri.

Akibat adanya surat rekomendasi dikeluarkan dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Sulbar yang ditandatangani kepala Dinas Dikbud Sulbar yang diberikan beberapa oknum untuk memperlancar bisnisnya dalam mengeruk keuntungan tersebut, dapat meresahkan pihak sekolah sebagai penyelenggaran pendidikan, apalagi rekomendasi diterbitkan oleh dinas Dikbud Sulbar itu lebih satu orang, bahkan ada empat orang dengan satu obyek sasaran atau sekolah sehingga meresahkan pihak sekolah dalam jajaran dinas Dikbud Sulbar di Kabupaten Polewali Mandar.

Seperti terjadi di Kabupaten Polewali Mandar ( Polman) provinsi Sulbar, pihak sekolah dalam jajaran dinas Dikbud Sulbar, didatangi beberapa oknum dengan mengantongi selembar rekomendasi yang ditandatangani kepala Dinas Dikbud Sulbar untuk menyampaikan bisnis dilakoni berupa foto Ijazah bagi siswa kelas XII termasuk Id Card denga mengatasnamakan oknum pejabat teras di dinas dikbud dan pengurus salah satu parpol pengusung pasangan Gubernur Sulbar, HA.Alibaal Masdar dan Hj. Enny Anggraeni Anwar.

Kepala SMA negeri 1 Polewali, Drs.Muh.Faesal, M.Si yang dikonfirmasi, Jumat (20/10-2017) tentang adanya rekomendasi yang dikeluarkan dinas dikbud Sulbar untuk kegiatan foto Ijazah bagi siswa kelas XII tahun ajaran 2017/2018 mengatakan, sesungguhnya pihak mengabil saja dari segi positifnya tenang kehadiran surat rekomendasi dikeluarkan dinas Dikbud untuk kepentingan bisnis. Tetapi pihak SMA negeri 1 Polewali sebagai penyelenggaran Full Day Scholl bukan itu diharapkan melainkan kita butuh arah kebijakan pendidikan dari pimpinan sehingga proses belajar mengajar dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di provinsi Sulbar dapat terwujud.

Faesal menilai kalau pimpinan lembaga institusi pendidikan di provinsi Sulbar belum memahami kondisi riil wilayah dari Paku hingga Sulemana, bahkan masih mengharapkan dan menitipberatkan kepada pihak sekolah sebagai ujung tombak penyelenggaran pendidikan untuk meningkatkan mutu pedidikan. Padahal harusnya mampu memberi arah kebijakan pendidikan agar menjadi rujukan bagi penyelenggaran pendidikan disetiap sekolah dalam jajaran dinas Dikbud Sulbar.

Faesal lebih jauh mengatakan, masih banyak yang perlu dibenahi dalam menata pendidikan di provinsi Sulbar agar mutu pendidkan semakin membaik. Misalnya, jika saja pihak dinas Dikbud provinsi Sulbar mampu menfasilitasi lembaga-lembaga akademik untuk kerjasama setiap sekolah dalam jajarannya dalam mendorong peningkatan mutu luarannya dan menjadi lokomotif untuk bersaing dengan sekolah lain di Indonesia menembus Perguruan Tinggi Favorit, niscaya Sulbar semakin diperhitungkan secara nasional tetapi justru terkesan adanya kecenderungan lebih memprioritaskan rekomendasi sasaran orientasi bisnis yang hanya dinikmati kelompok tertentu dan sekolah menjadi obyek sasaran.

Satu hal perlu menjadi perhatian serius dari penentu keijakan di dinas Dikbud Sulbar, di sekolah khususnya SMAN 1 Polewali ada dua macam ekstrakurikuler, yakni pertama, ekstrakurikuler wajib seperti kegiatan Pramuka dan kedua, ekstrakuriuler yang diharapkan para peserta didik untuk mengembangkan potensi bakat dimilikinya. Misalnya, volly baall (main volly) atau sepak bola termasuk Takrow dan tenis meja dsb tetapi perlu diingat bahwa kebanyakan peserta didik terkadang menjadi korban ekstakurikuler tersebut karena hanya sekedar kebugaran tetapi bagi peserta didik mau berprestasi dicabang olahraga itu ternyata terhambat sehingga jauh lebih bagus sering berlatih secara kontinunitas ketimbang hany satu kali.

Demikian juga dialami kepala SMA negeri 2 Polewali, Drs. Muh. Hatta, M.Si, pihaknya masih bingun utuk mengakomodir salah satu Surat Rekomendasi dari sejumlah rekomendasi diterbitkan dinas Dikbud Sulbar utuk kegiatan bisnis pas foto Ijazah kelas XII tahun ajaran 2017/2018.

“ Saya masih bingung menetapkan satu diantara dua rekomendasi ditandatangani kadis Dikbud Sulbar dan untuk sementara, semuanya diambil dan saya akan koordinasikan, yang sesungguhnya asli dan diakomodir kedua surat rekomendasi tersebu”, ungkap Muh. Hatta.

Sementara kepala SMKN 1 Polewali, Drs. Mustari, pihaknya tidak terlau mempersoalkan adanya empat surat rekomendasi dibawa itu dan salah seorang diantara oknum staf SMAN 3 Polewali berinisial “AN” mengaku kerabat salah seorang pejabat teras di dinas dikbud provinsi Sulbar berinisial “ MLK”.

“Bahkan dirinya pernah dihubungi via ponsel oknum pejabat itu dengan menitip salah seorang pembawa surat ekomendasi itu berinisial “ AN”, bahwa orang membawa surat rekomendasi itu atas nama “ AN” adalah keponakan saya ”, ujar Mustari menirukan upacapan oknum “ MLK” sembari menambahkan, sesungguhnya pihak sekolah dipimpinnya ibaratnya kita menjadi pisang epek dan diapit sekalian empat penjuru mengantongi surat rekomendasi dengan satu obyek sasaran bisnis.

Senada dengan kepala SMAN 3 Polewali, Drs.Burhanuddin, M.Pd, dirinya juga menilai dari segia positifnya, apalagi salah satu diantara mereka mengantongi surat rekomendasi dari kadis Dikbud Sulbar adalah staf/ASN) erinisial “ AN” di sekolah dipimpinnya. (Andira Moerdani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *