Kementerian LH Dan Kehutanan Luncurkan Program Dana Bergulir Usaha Kehutanan Berbasis Masyarakat

Bandung, BINPERS.COM – Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama Yayasan Leuweung Sabilulungan mensosialisasikan pembiayaan fasilitas dana bergulir untuk usaha kehutanan berbasis masyarakat. Sosialisasi yang dihadiri para penggiat lingkungan itu dilaksanakan di Aula Kantor Camat Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (6/10/2017).

Kepala Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ir. Agus Isnantio Rahmadi, M.Sc., mengatakan, ada dua skema bantuan pinjaman yang akan diberikan kepada masyarakat di kawasan desa hutan, yakni pinjaman tunda tebang dengan bantuan Rp 200 juta per orang dan pinjaman bagi hasil dengan nilai pinjaman minimal Rp 4 miliar per desa.

“Pinjaman itu dengan bunga 6,5 persen. Namun untuk pinjam tunda tebang itu, investasi keuangannya bisa digunakan dulu para peminjam untuk usaha peternakan maupun kelontongan,” katanya.

Sebelum mengajukan pinjaman itu, kata Agus, para calon peminjam bisa membuat usulan melalui proposal baik secara perseorangan maupun kelompok. “Namun dalam usulan pinjaman itu harus jelas identitasnya dan lahannya ada serta tidak bermasalah,” katanya.

Berkaitan dengan sosialisasi tersebut, kata Agus, pihaknya hanya menyampaikan dan memfasilitasi dana bergulir. “Tetapi ini bukan proyek, bukan hibah. Kita mengajak usaha kehutanan. Apalagi di Kabupaten Bandung ada 270 desa dan 10 kelurahan,” katanya.

Biaya yang digulirkan itu untuk membangun hutan, tentunya dalam pelaksanaannya dibarengi dengan manajemen di lapangan yang bermitra dengan badan tersebut.

Ketua Yayasan Leuweung Sabilulungan, Drs. H. Imam Hermanto menuturkan, yayasan Leuweung Sabilulungan yang dikelolanya berusaha untuk memfasilitasi kegiatan pmulihan lingkungan di Kabupaten Bandung. “Di 23 kecamatan di Kabupaten Bandung itu, seluas 24.525 ha lahan kritis di daerah aliran Sungai Citarum,” katanya.

Menurutnya, daerah aliran Sungai Citarum itu, merupakan pusat pertanian produktif dengan tidak memperhatikan kaidah konservasi. Sehingga pihaknya berusaha untuk hadir dalam upaya pemulihan lingkungan melalui upaya wakap leuweung maupun kebun.

Sebelumnya, pihak yayasan sudah menjalin kerjasama dengan Pemkab Bandung, perbankan dan masyarakat petani dengan melakukan konservasi, pembuatan saluran air, pembuatan bak air, persemaian, pelatihan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.

Sementara Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser mengatakan, sosialisasi ini memberikan angin segar dalam menghijaukan lahan kritis dengan anggaran disiapkan Badan Layanan Umum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. “Tinggal sistemnya bagi hasil dan saling menguntungkan. (Yopi hsp)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

One Thought to “Kementerian LH Dan Kehutanan Luncurkan Program Dana Bergulir Usaha Kehutanan Berbasis Masyarakat”

  1. Dyanie dian

    Sebaiknya masyarakat langsung ke BLU pusat P2H,jangan melalui PEMDA,karna FDB adalah dana pinjaman atau hutang.

Leave a Comment