Jembatan Desa Baya Dikeluhkan Warga

 

C360_2017-09-22-16-35-06-741
C360_2017-09-22-16-34-12-732
C360_2017-09-22-16-33-15-577
C360_2017-09-22-16-36-23-684

Luwuk Banggai, Sulteng (BN), Pembangunan jembatan di Desa Baya Kecamatan Masama Kabupaten Banggai yang menghubungkan Desa Baya dengan Desa sekitarnya dikeluhkan warga.
Pasalnya jembatan yang dibangun pada tahun 2014 tersebut hingga kini tidak selesai.

Warga Desa setempat kepada Wartawan menuturkan bahwa jembatan tersebut dibangun pada tahun 2014 dengan volume anggaran yang berkisar pada angka Rp 1,3 milliar (satu koma tiga milliar rupiah).

“Jembatan ini dibangun pada tahun 2014, waktu itu saya masih dipercayakan untuk mengawasi pembangunannya namun saya sendiri tidak mengetahui persis apa penyebab jembatan ini terhenti, waktu itu saya diberi tahu bahwa proyek ini adalah paket milik salah seorang Caleg di DPRD Luwuk Banggai dan pelaksananya PT. Sinar Terang Anugerah milik pengusaha ternama berinisial “S”, tutur warga yang meminta tidak disebutkan namanya. Masih dari sumber dia menambahkan bahwa saat pekerjaan terhenti tidak pernah diberitahu apa penyebabnya.

Tim WRC media Binpers.com yang bertandang ke lokasi mendapati kondisi bangunan jembatan baru berdiri pondasi kepala jembatan yang sudah tertutup semak belukar dan tanpa gelagar serta  nyaris fisik bangunan pondasi jembatan  tidak kelihatan lagi.

Oleh warga setempat, jembatan itu sangat dibutuhkan warga Desa Baya dan Desa-desa disekitarnya yang menggantungkan nasibnya pada pertanian dan perkebunan. Setiap musim penghujan, nyaris aktifitas petani/pekebun lumpuh total karena sungai tersebut sering banjir besar demikian keluh beberapa petani yang melintas saat Tim media ini berada di lokasi.

Ketua DPRD Luwuk Banggai saat ditemui diruang kerjanya menuturkan bahwa menurut yang dia tahu  pembangunan jembatan di Desa Baya itu sudah selesai pada tahun anggaran 2014 lalu.

Masih ditempat yang sama Ketua DPRD kemudian menuturkan lagi bahwa pembangunan jembatan di Desa Baya itu tidak cukup anggarannya sehingga pembangunannya hanya sampai pada pondasi kepala jembatan saja.

Sementara itu pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab.Luwuk Banggai melalui Kepala Bidang Bina Marga saat ditemui awak media ini di ruang kerjanya menuturkan bahwa pembangunan Jembatan Desa Baya menggunakan Dana APBD Kabupaten Banggai TA 2014 dengan total anggaran lebih kurang Rp 1,3 milliar (satu koma tiga milliar Rupiah) dilaksanakan pada tahun anggaran 2014 silam.

Saat ditanya tentang sebab terhentinya proses pembangunan, dia (Kabid Bina Marga-red) menuturkan bahwa ada beberapa penyebabnya yakni waktu pelaksanaan yang sudah lewat waktu dan keterlambatan pengadaan bahan material jembatan dari jenis baja.

“Penyebab terhentinya pekerjaan jembatan itu dikarenakan beberapa hal yakni waktu pelaksanaan yang sudah lewat waktu dan kendala keterlambatan pengadaan bahan material rangka besi baja ditambah lagi pada saat itu ada kenaikan harga bahan material rangka baja dipasaran sehingga volume pekerjaan hanya bisa mencapai 30% saja, sisa anggaran yang ada sudah dikembalikan ke kas daerah,” tutur Kabid Bina Marga.

Masih dari Kabid bahwa belakangan perencanaan APBD Desa Baya hanya mengusulkan pembangunan jalan sehingga pihaknya tetap mengacu pada disain perencanaan RPJM Desa namun demikian pihak Pemda melalui Dinas PU Kabupaten Luwuk Banggai akan memprioritaskan pembangunan jembatan Desa Baya tersebut pada tahun 2018 kedepan. (Verra/Tim WRC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *