BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Jalan Rusak Parah, Bolong Justru Jadi Primadona

TOLITOLI (Sulteng), BINPERS.COM – Ratusan warga yang tergabung dalam forum masyarakat Salusu Lanang bersama LBH Lanennang mendatangi gedung DPRD Tolitoli guna menuntut janji yang tidak kunjung direalisasikan, Rabu 27 September 2017.

Proyek peningkatan jalan penghubung antara kecamatan Lampasio dan Kecamatan Ogodeide kini rusak parah, sebelumnya pada awal tahun 2016 proyek peningkatan jalan dianggarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 4 miliyar rupiah yang dimenangkan oleh kontraktor ternama Amsal (Bolong) namun setahun setelah proyek tersebut selesai jalan jusrtu rusak parah.

Surat yang sebelumnya dilayangkan kepada sekretariat DPRD dengan mengundang pihak-pihak terkait antara lain kepala dinas pekerjaan umum (PU), kepala Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA) dan kontarktor saudara Amsal. Ternyata tidak semuanya dipenuhi, absenya kontraktor bolong dalam rapat dengar pendapat tersebut membuat pertemuan agak alot karena masyarakat terus mendesak kedatangan kontraktor tersebut. Beberapa kali sidang diskors untuk mendatangkan saudara Bolong tapi sayang dari pihak sekretariat DPRD tidak bisa menghadirkannya, padahal kontraktor tersebut tidak sedang keluar kota.

Masyarakatpun menganulir jika proyek peningkatan jalan Lampasio dusun Salusu Lanang sarat dengan kepentingan, karena jelas bahwa pekerjaan jalan yang dikerjakan pada awal tahun 2016 itu sudah cukup parah sehingga dimungkinkan ada tahapan pelaksanaan yang tidak dikerjakan secara benar serta tidak dihadirkan saudara Bolong menambah catatan panjang buruknya demokrasi kita.

Arfan (29 tahun) saat diwawancarai wartawan BINPERS.COM mengatakan bahwa persoalan jalan di Lampasio dusun Lanang sudah sejak lama tidak diperhatikan kalaupun ada program yang masuk pasti kerjanya asal-asalan.

“Kami sudah sangat menderita bertahun-tahun, hasil pertanian kami tidak memiliki daya jual karena akses jalan yang sangat tidak layak. Dan apabila tuntutan kami tidak diindahkan oleh pemerintah daerah maka kami akan turun dengan massa yang lebih besar agar pemerintah bisa tau bagaimana penderitaan kami di Salusu Lanang,” tambah Arfan dengan nada keras.

Lain halnya dengan ketua kimisi C Anas Nasrullah yang menerima langsung forum masyarakat Salusu Lanang, mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal program peningkatan jalan SalusuLlanang sampai tuntas. Hal ini disampaikan di depan ratusan massa aksi dan di depan perwakilan Badan Perencanaan Daerah dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum.

Diskusi yang berlangsung selama hampir 4 jam itu menghasilkan beberapa kesimpulan antara lain, memasukkan anggran peningkatan jalan penghubung Kec. Lampasio dan Kec. Ogodeide pada mata anggaran APBD awal tahun 2018, mengawal sampai dengan selesainya program peningkatan jalan Salusu Lanang, melakukan kunjungan langsung ke lokasi, serta akan melakukan koordinasi dengan beberapa Instansi terkait dengan waktu 14 hari sejak kesimpulan ini dikeluarkan 27 September 2017. Dengan diberikanya hasil kesimpulan tersebut maka massa aksi membubarkan diri dengan tertib. (Rano)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *