BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Diduga Konspirasi, Negara Rugi Ratusan Juta Rupiah

Akok : Pekerjaan ini ada Addendumnya

BENGKALIS, [BINPERS.COM] – Presiden Jokowi Rabu (07/12/2016) yang lalu mengingatkan total APBN 2017 mencapai Rp. 2.080,5 trilyun dan mengigatkan berkali-kali agar tidak ada satu rupiah pun uang APBN yang dikorupsi, hal ini sejalan imbauan Bupati Bengkalis Amril Mukminin pada saat penyerahan DIPA kepada seluruh SKPD sering mengigatkan pergunakanlah anggaran sebaik-baiknya secara transparan dan akuntabel kalau tidak mau berurusan dengan hukum, demikian imbauan beliau untuk mengigatkan kepada seluruh jajarannya sampai kedesa-desa.

Imbauan Bupati Amril Mukminin seakan-akan tidak berlaku bagi Dinas PU Bengkalis yang dipimpin oleh Plt. Tajul Mudaris terbukti kegiatan yang berlangsung sealama ini tidak terkontrol dengan baik dan diduga dimanfaatkan oleh pihak kedua yang mencari keuntungan sebesar-besarnya seperti dalam pelaksanaan setiap kegiatan yang udah dianggarkan oleh dinas PU itu sendiri.

Berdasarkan hasil investigasi fakta di lapangan oleh teman-teman LSM ataupun awak media Lokal maupun nasional bukanlah merupakan berita kosong belaka hal ini seperti contoh salah satu dugaan korupsi pada pekerjaan pemeliharaan jalan Bengkalis yang dianggarakan melalui dana APBD Bengkalis 2016 yang dikerjakan oleh PT. CAKRAWALA MONICA ABADI sebesar Rp. 3.83 milyar.

Adapun kelima titik ruas jalan yaitu Jalan 1 (satu) laksamana damon sepanjang 800 meter dengan 17 penambalan Beton K175 dengan kubikasi 44.56 m3, ruas jalan 2(dua) jalan Senayan sepanjang 636 meter dengan 125 penambalan Beton K175 dengan kubikasi 21.35 m3, ruas jalan 3(tiga) Jalan pembangunan III sepanjang 582 meter dengan 18 penambalan Beton K175 dengan kubikasi 90.74, dan ruas jalan (4) Jalan Utama Pangkalan Batang sepanjang 1.200 meter dengan 28 penambalan Beton K175 hanya dicor kosong saja.

Hal ini diiyakan oleh konsultan perencana yang tak mau namanya disebut saat diminta komentarnya pada paket pekerjaan tersebut, Selasa (19/09/2017) dengan tegas iya mengatakan, “bahwa pekerjaan tersebut tidak ada addendumnya karena sudah iya tanyakan kepada konsultan pengawas beberapa waktu yang lalu,” katanya menjelaskan.

Menurutnya lagi, “Sebagai konsultan perencana saya merasa tidak puas dengan hasil pekerjaan dilapangan yang paling parah sekali pada kualitas hotmix yang mutu rendah dan kasar sekali pekerjaannya seperti pada hamparan dan penyambungannya, bisa dilihat bang pada titik terakhir Sta. 1+200 depan masjid Al-Muttaqin Desa Pangkalan Batang sekarang sangat menganggu pada pengguna jalan karena sambungan tidak dirata dengan sempurna,“ tuturnya menjelaskan

Saat awak media mencecar pertanyaan kepada konsultan perencana tentang mutu Hotmix yang diduga mengandung campuran solar dengan tegas iya mengatakan “hal itu saya tidak tahu, cuba tanya Akok dia yang lebih tau itu bang, ujarnya mengakhiri.

Hal senada disampaikan juga oleh masyarakat Pangkalan Batang kepada awak media BN yang tak mau namanya ditulis, iya mengatakan, “ Coba abang kedepan lagi lihatlah udah banyak yang retak-retak sepanjang lebar jalan mulai dari depan kantor desa sampai dengan didepan mesjidmasjidbah lagi kasar kali kerjanya sambungan tu bergelombang dan tidak rata, masa jalan poros seperti itu, apa konsultannya tidur kali bang,” katanya membenarkan.

“Kalau udah ada permainan dan persekongkolan macam begitulah, tapi itu bukan rahasia lagi cuma tak dapat ndak dibuktikan,“ pungkasnya dengan logat melayu.

Tim awak media cuba untuk komfirmasi dengan rekanan Ruby Handoko alias akok di kantornya Jalan Tandun Kamis,(14/09/2017) dengan sombong iya mengatakan dari mana? Mau apa? Setelah dijelaskan maksud dan tujuan untuk ketemu konfirmasi terkait proyek Hotmix 2016 dengan tegas iya mengatakan “bahwa pekerjaan tersebut di addendum,” tandasnya.

“Apa dasar teknis pekerjaan tersebut diaddendum sedangkan tiada revisi bahkan konsultan pengawas udah sesumbar mengatakan kepada konsultan perencana tidak ada addendumnya?“ kata awak media pada Akok.

“Kalau menurut kami sah-sah aja pak akok mengelak, kan kebijakan pak akok sendiri menghilangkan item pekerjaan dan mengaddendum sendiri pekerjaan tersebut,“ kata tim awak media sambil melihat akok terdiam lesu.

“Diduga dengan menghilangkan item pekerjaan yang tercantum didalam RAB pekerjaan tersebut rekanan PT. CAKRAWALA MONICA ABADI yang dinakhodai akok diduga telah melanggar UU No. 20/2001 perubahan kedua UU No. 31/1999 Tentang tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara ratusan juta rupiah,” kata Ketua DPP LSM PPK (Tehe)Via Telpon ketika diminta komentarnya

Katanya lagi, ”kualitas mutu hotmix akok jika benar diuji dilab adalah dibawah standarisasi Nasional dan rendah kualitasnya, bisa sama-sama kita buktikan dilapangan mulai dari AMP (asphalt mixing plants) sampai kelokasi pekerjaan, ya tak mungkinlah kalau kualitasnya bagus belum sampai satu tahun udah hancur, perlu dipertanyakan tuh,” katanya menjelaskan.

“Kita bukan menuduh atas konspirasi yang melibatkan satu mata rantai diantara KPA,PPTK,Konsultan pengawas maupun PHO tapi dugaan kita mengarah kesitu, dan perlu dipertanyakan ada apa jalan yang baru belum seumur jagung udah siap dan retak-retak tiada pemeliharaan sama sekali, ada apa?,” kata Tehe

Menurut Tehe lagi, ”PPTK Indra Budiman,ST maupun konsultan pengawas harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi, apa mereka tidak tahu bahwa banyak item pekerjaan tidak dikerjakan atau mereka ini tidak pernah kelokasi pekerjaan dan percaya penuh dengan rekanan (Akok) ataupun kuat dugaan udah kompromi dengan akok?,” pungkasnya.

Tidak puas atas keterangan akok tim yang terdiri dari awak media coba menelepon Kabid Bina Marga H. Ngawidi, ST.MT dan PPTK Indra Budiman, ST lewat selulernya sampai berita ini diturunkan, tapi sayang udah beberapa kali dihubungi walaupun aktif namun tiada jawaban dan di SMS pun tidak dibalas. ***[in-BN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *