Diduga Akibat Dikorupsi, Jalan Hotmix 2016 Desa Pedekik Sudah Hancur

Tehe (Ketua LSM PPK) : Hancurnya proyek selama ini disebabkan karena kinerja dari konsultan pengawas kurang maksimal

BENGKALIS, [BINPERS.COM] – Beginilah kondisi Hotmix jalan Subrantas depan kantor desa Pedekik yang baru dibangun bersumber dari dana APBD Bengkalis TA. 2016 yang lalu sebesar Rp 4.832.721.000 milyar seperti terlihat di photo atas,Selasa (22/08/2017).

Berdasarkan peninjauan tim awak media di lapangan, sepanjang ruas jalan tersebut sudah ada yang retak-retak maupun patah dan paling parah sekali pada titik Sta 0.+650 (lihat gambar diatas).

“Akibat kurang bagus kualitas Hotmixnya yang diduga mengandung campuran solar dari pada kerosene, beginilah jadinya banyak yang retak-retak dan patah bahkan kasar sekali produk hasil pekerjaannya (Akok), kondisi seperti itu menurut masyarakat setempat, awal Pebruari udah nampak cacatnya,” kata zul putra asli Pedekik.

“Jadi jelas sekali untuk TA. 2016 ini seluruh kegiatan proyek di Dinas PU Bengkalis tidak ada pemeliharannya dari rekanan sedangkan jangka waktu pemeliharaan pada pekerjaan tersebut udah habis masa temponya terhitung enam bulan setelah masa kontrak berakhir desember 2016 yang lalu, seperti contoh Jalan Hotmix depan kantor desa pedekik yang dikerjakan oleh PT. KARYA BERSAMA INVESTISINDO dengan subkontraktor Ruby Handoko alias Akok pengusaha AMP (Asphalt Mixing Plants) tunggal di Bengkalis,” kata Zul sekretaris AJAKI (Asosiasi Jurnalis Anti Korupsi Indonesia) Kabupaten Bengkalis putra asli desa pedekik pada awak media KPK, Rabu (23/08/2017).

Lebih lanjut Zul mengatakan, “sangat disayang sekali anggaran proyek yang digelontorkan begitu besar Rp. 4.8 milyar lebih dengan kualitas yang tidak bagus dibayar oleh dinas PU Bengkalis 100% dan tidak ada pemeliharaanya oleh rekanan dan dinas PU Bengkalis tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya menjelaskan.

Menurutnya lagi” pada awal pelaksanaan hamparan asphalt hotmix tersebut agak aneh pelaksanaan pekerjaannya seperti tidak adanya pengukuran suhu pada asphalt hotmik sebelum dihamparkan, monitoring dari konsultan pengawas baik di AMP dan dilokasi proyek tidak ada untuk itu, bahkan sepanjang pekerjaan jalan,hamparan hotmik untuk pekerjaan tersebut hanya dilakukan selapis aja (laston lapis AC-BC 0.06 cm) sedangkan laston lapis atas AC-WC 0.04 cm tidak dibuat seperti didalam dokumen mereka,” kata Zul sambil menunjukan Gambar,Rab dan spesifikasi teknis pekerjaan Jl. Subrantas pedekik

“Sebagai anak jati desa pedekik saya sangat kesal,kualitas dari pekerjaan hotmix yang dikerjakan oleh rekanan (Akok) ,padahal seluruh masyarakat desa sangat mendambakan jalan mulus dan lebar,yang selama ini hanya beton dan ruas jalannya yang sempit” tuturnya dengan kesal

“PPTK Thirta harus bertanggung jawab penuh dengan hancurnya pekerjaan Hotmix dipedekik ini , mana tanggung jawabmu? berapa storan Akok padamu?” kata zul dengan geram.

Tambahnya lagi sebagai masyarakat dia (Zul) mengharap anggota Dewan Bengkalis jangan berdiam diri saja, segera turun kedesa dan lapangan untuk melihat proyek yang mereka sahkan, kalau perlu memanggil dinas untuk hearing bila perlu melaporkan ke aparat penegak hukum jika menemukan pekerjaan asal-asalan seperti ini agar menjadi efek jera bagi rekanan yang lain.

Menanggapi kualitas pekerjaan Hotmix 2016 yang gencar disorot oleh teman media baik lokal maupun nasional ketua LSM PPK Tehe mengatakan, “Hancurnya Proyek yang ada diBengkalis khususnya disebabkan kurang maksimalnya pengawasan dari konsultan pengawas itu sendiri,” katanya menjelaskan.

“Proyek yang sedang berlangsung merupakan satu rangkaian yang harus diawasi oleh Dinas yang terkait baik itu KPA/PPTK/konsultan pengawas maupun PHO dalam memeriksa akhir dari pekerjaan rekanan sebelum diserah terimakan harus lah benar-benar sesuai didalam dokumen kontrak mereka dan apakah pekerjaan tersebut layak atau tidak untuk dibayar,” kata Tehe pada awak media Jumat,(22/09/2017)

Menurut Aktivis (Tehe), “selama ini proyek di Bengkalis lebih mengutamakan pekerjaan tersebut progressnya cepat selesai sesuai jadwal dari pada mengutamakan kualitas dan kuantytas dari pekerjaan tersebut, hal ini dapat saya buktikan berapa banyak proyek yang baru dibangun belum seumur jagung udah hancur,seperti Hotmix ini,” tuturnya.

Dalam UU No. 18/1999 Tentang Jasa kontruksi, lebih lanjut ketua LSM yang terkenal vocal ini mengatakan, di dalam pasal 43 dalam UU ini sudah jelas menyatakan :
Ayat (1) Barang siapa yang melakukan perencanaan pekerjaan konstruksi yang tidak memenuhi ketentuan keteknikan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak.

Ayat (2) Barang siapa yang melakukan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan ketentuan keteknikan yang telah ditetapkan dan mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenakan pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 5% (lima per seratus) dari nilai kontrak.

Dan ayat (3) Barang siapa yang melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan sengaja memberi kesempatan kepada orang lain yang melaksanakan pekerjaan konstruksi melakukan penyimpangan terhadap ketentuan keteknikan dan menyebabkan timbulnya kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama 5 (lima) tahun penjara atau dikenakan denda paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari nilai kontrak.

“Jadi kenapa UU No. 18/1999 Tentang Jasa Kontruksi ini secara tidak langsung dikangkangi oleh mereka terutama dinas PU Bengkalis,”kata dengan geram
“Dan dalam waktu dekat aktivis yang terkenal vocal ini kepada awak media ini tanpa mengancam ia (Tehe-red) mengatakan” ia bersama teman-teman akan melaporkan atas dugaan penyimpangan proyek khususnya di Dinas PU Bengkalis kepada aparat penegak hukum,” tuturnya mengakhiri.

Saat awak media BINPERS.COM, Sabtu (23/0/2017) meminta komentar kepada anggota dewan politisi dari partai demokrat Bengkalis dr. Moris Bationg Sihite tentang hancurnya pekerjaan Hotmix yang menjadi sorotan teman awak media belakangan ini, menyatakan ”sangat prihatin terhadap kinerja rekanan kalau sudah seperti ini kapan pembangunan akan sampai kepelosok desa, baru siap dibangun dah hancur besok-besok diusul lagi kedewan jalan hancur dianggar lagi,” jelasnya

“Usulkanlah kegiatan itu lebih banyak bersifat prioritasnya karena masyarakat bawah sangat membutuhkan pembangunan terutama jalan-jalan yang layak dan berkualitas,banyak jalan di desa yang jauh dari pusat kota terabaikan dan tidak tersentuh pembangunan sama sekali,” ungkapnya.

Katanya lagi “Usulan-usulan yang bersifat kepentingan terkandang dimasuk kedewan disaat dalam pembahasan,kapan teman-teman dari dewan untuk meneliti usulan tersebut dan mencoret, inilah yang selama ini terjadi,” pungkasnya sambil berlalu.

Terkait semakin santernya permasalahan proyek di Dinas PU Bengkalis 2016 yang lalu awak media BN mencuba menghubungi Kabid Bina Marga H. NGAWIDI, ST. MT lewat No. HP selulernya dengan No. 081275192xxx dan No. 082174131xxx, sampai berita ini dirilis tiada jawaban dan sms pun tidak dibalas.*** (in-BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *