Ilegal Loging Marak, Warga Batetangnga Beraksi

Ket. Foto: Wakil Ketua DPRD Polman,(Amiruddin), Koorlap (Syaiful Syarif) dan Wakapolres Polman (Kompol Aska Mappe)

POLMAN, SULBAR (BIN PERS.COM) – Sedikitnya 50-an warga desa Batetangnga kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar yang tergabung dalan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan melakukan aksi demo dengan melakukan protes tentang maraknya aksi pembabatan hutan lindung oleh oknum yang tidk bertanggungjawab di dusun Pamutu dan Galung (era Batu) desa Batetangnga kecamatan Binuang. Aksi dilancarkan warga tersebut dengan mendatangi Gedung DPRD Polewali Mandar (Polman) dan Mapolres Polewali Mandar untuk menyampaikan aspirasi mengenai keresahan dialami warga khususnya Petani P3A di tiga wilayah, yakni desa Batetangnga, desa Rea dan Kelurahan Amassangan kecamatan Binuang.

Melalui Koorlap, Syaiful Syarif dalam tuntutannya di depan Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin menyatakan, berdasarkan UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusahaan hutan ( P3H) bahwa setiap orang dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan yang tidak sesuai dengan izin atau bahkan tidak memiiki izin pemanfaat hutan dari instansi terkait. Termasuk memuat,membongkar, mengeluarkan, mengangkut dan menguasai atau memiliki hasil penebangan dikawasan hutan tanpa izin bertentangan dengan UU 18 tahun 2013 tersebut.

Menurut Syaiful Syarif, oknum yang melakukan pembabatan hutan bertentangan dengan UU 18 tahun 2013 tentang P3H, dimana hutan dibabat atau dijarah itu adalh masuk dalam kawasan Hutan Lindung sesuai titik koordinat tapal batas sejak tahun 1984 silam, namun telah ada bergeser di tahun 1986 tetapi tetap masuk dalam kawasan hutan lindung.

Dikatakan, akibat terjadinya pemababatan hutan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab itu, ratusan petani yang masuk dalam kelompok P3 A di tiga wilayah dalam kecamatan Binuang, yakni desa Batetangnga, desa Rea dan keluarahan Amassangan terancam karena sumber air untuk persawahan mereka berasal dari sungai desa Batetangnga yang merupakan kawasan hutan lindung. “ Jika terjadinya pembabatan hutan dan tidak dihentikan sekarang, berarti akan mengancam terjadinya erosi, baik banjir termasuk rawan longsor pada saat musim hujan maupun pada musim kemarau seperti sekarang, debet air mulai berkurang sehingga dapat mengancam petani sawah di tiga wilayah”, ungkap Syaiful Syarif.

Syaiful Syarif sebagai koorlap didepan penerima aspirasi DPRD Polman, Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin didampingi anggota DRPD, A.Raden Mulyo demikina pula di Mapolres diterima Wakil Kapolres Polman Kompol. Aska Mappe dalam tuntutannya terdiri tujuh, yakni Pertama. Mendesak agar pihak kepolisian untuk segera menindak semua pihak-pihak yang terlibat dalam penebangan hutan di desa Batetangnga. Kedua. Mendesak DPRD agar proaktif dalam mengawal kasus illegal Loging di desa Batetangnga, Ketiga. Memohon kepada Bupati Polewali Mandar agar mendesak Kepala dinsa terkait untuk melakukan penghijauan pada lokasi yang telah dirusak oknum yang tidak bertanggungjawab. Keempat. Mendesak pihak Polisi Kehutanan utuk tetap melakukan pengawasan secara terpadu dikawaasan hutan lindung di desa Batetangnga. Kelima. Meminta kepada pihak yang telah menyita kayu sebagai barang bukti agar dikembalikan dikarenakan kayu tersebut adalah kayu akan dipergunakan untuk pembangunan sarana umum di desa Batetangnga. Keenam. Memohon kepala dinas terkait untuk memastikan dan menetapkan batas-bata hutan lindung di desa Batetangnga dan ketujuh. Mendesak kepada penegak hukum ( polri) untuk memastikan pihak-pihak terlibat agar tidak tebang pilih yang seolah-olah masyarakat akan dijadikan kambing hitam dalam persoalan Ilegal Loging terjadi di desa Batetangnga.

Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin, S.H, berjanji akan menfasilitasi kepada instansi terkait, namun sebelumnya akan melakukan rapat dengan Komisi III yang memiliki kewenang untuk ditindaklanjuti. Secara terpisah, Wakil Kapolres Polewali Mandar, Kompol Aska Mappe siap menindaklanjuti aspirasi disampaikan masyarakat desa Batetangnga. Tetapi sebelum warga melakukan aksi pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi dalam kasus dugaan ilegal loging yang dilakukan oknum berukut barang bukti berupa kayu dalam bentuk bantala puluha kubik seperti disampaikan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wakapolres, Aska Mappe meminta kepada warga jika kelak dibutuhkan sebagai saksi dalam kasus illegal loging tersebut dan mendapat sambutan dari warga yang melakukan aksi damai dan bersedia menjadi saksi jika dibutuhkan, kata mereka secara bersamaan. (Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *