Dinilai Menantang Kebijakan Kasek, Istrinya Terancam Dipecat

POLMAN, SULBAR (BIN PERS.COM) – Salah satu orang tua siswa di SDN 028 Pekkabata kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar, Muhammad Jufri dinilai menolak kebijakan kepala SDN 028 Pekkabata, Hj.Nurhayati, S.Pd untuk membeli sepatu seragam bagi anaknya yang terpilih menjadi peserta lomba gerak jalan HUT Pramuka tingkat Kabupaten Polewali Mandar, yang direncanakan tanggal 16 September 2017.

Muhammad Jufri, yang sehari-harinya sebagai Ketua Umum LSM “ACI” menilai kalau kebijakan dilakukan oknum kepala SDN 028 Pekkabata itu, bertentangan dengan Perda Nomor 5 tahun 2009 tentang Pendidikan Gratis termasuk Peraturan Presiden RI Nomor 87 tahun 2017 tentang Satgas Saber, kata Jufri Senin (11/9-2017).

Menurut Jufri, pada hari Sabtu ( 9/9-2017) telah dilakukan rapat dengan sejumlah orang tua siswa yang anaknya terpilih dalam lomba gerak jalan HUT Pramuka tingkat Kabupaten Polman, namun anehnya dalam rapat itu tidak dihadirkan Ketua Komite sekolah sebagai perwakilan orang tua siswa tetapi dipimpin langsung oleh Kepala SDN 028 Pekkabata, Hj.Nurhayati dan dihadiri Kepala UPTD Dikbud kecamatan Polewali, Hamka B.Tau serta sejumlah guru.

Dalam rapat itu, kata Jufri, tidak ada kejelasan mengeai kebijakan dilakukan oknum kepala sekolah itu untuk dibebankan kepada orang tua siswa membeli sepatu seragam dipakai dalam lomba gerak jalan, bahkan terkesan dipaksakan dan diwajibkan bagi siswa ikut lomba. Namun keesokan harinya, beredar informasi dari istrinya, yang kebetulan terdaftar sebagai tenaga pengajar di sekolah dipimpin Hj.Nurhayati bahwa akan dipecat sebagai guru karena suaminya dianggapa menantang kebijakan kepala sekolah sehingga dirinya melakukan kross ceck langsung kepada kepala sekolah tentang kebenaran itu dan memang oknum kasek sendiri mengakui. Akhirnya, sebagai suami dari Al Bertin harus betanggung jawab dan meminta kepada oknum kasek, kalau betul istrinya mau dipecata agar membuatkan SK pemberhentikan.

Menurut Jufri, rencana pemberhentian istrinya itu berkaitan dengan oknum kepala sekolah untuk membebani orang tuas siswa membeli sepatu seragam utuk dipakai dalam lomba gerak jalan hari Pramuka. Dari pertemuan hari Senin tanggal 11 September 2017 di SDN 028 Pekkabata itu, tampaknya tidak mendapat respon positif dari oknum kasek dibantu oleh salah seorang oknum guru berinisial “ UN” dan terjadi perang mulut, bahkan nyaris saja terjadi aduk fisik antara orang tua siswa dengan oknum guru itu yang membela kebijakan pimpinannya di SDN 028 Pekkabata. “ Saya tadi menantang oknum guru itu keluar aduk fisik tetapi mereka tidak melayani saya “, ujar Jufri sedikit emosional melihat ulah salah seorang oknum yang terkesan arogansi.

Labih jauh Jufri mengatakan, setelah terjadi insiden itu, dirinya mendatangi kepala Dinas Dikbud Polewli Mandar, Andi Parial Patajangi di kantornya untuk menyampaikan tentang ikhwal fenomena dialmi para orang tua siswa yang dibebani untuk membeli sepatu seragam, yang berimbas pada ancaman pemecatan istrinya sebagai tenaga pengajar di SDN 028 Pekkabata kecamatan Polewali. “ Tidak boleh dikaitkan dengan masalah pembelian sepatu seragam pada siswa yang ikut lomba gerak jalan dengan pemecatan istrinya dan itu tidak dibenarkan, apalagi dikaitkan dengan persoalan pembelian sepatu seragam”, ungkap Jufri menirukan ucapan Kadis Andi Parial Patajangi saat menemuinya di ruang kerjanya, Senin ( 11/9-2017).

Sementara Kepala dinas Dikbud Polman, Andi Parial Patajangi yang hendak dikonfirmasi tentang masalah itu, tidak berada ditempat. “ Pak Kadis lagi keluar dengan urusan dinas”, ujar salah seorang stafnya. Hingga berita ini naik, Jurnalis media ini belum menemui Kadis.

Sementara sebelumnya, Kepala SDN 028 Pekkabata, Hj. Nurhayati kepada Jurnalis BIN Pers.com mengakui kalau kebijakan itu tidak ada masalah dan tidak perlu dipersoalkan karena pada dasarnya mereka setuju, apalagi sepatu seragam itu tetap dimiliki anaknya dan bisa dipakai pada saat sekolah. (Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *