Waw !! Ada Proyek Siluman, Tidak Ada Kontraktornya

KALTENG, BINPERS.COM – Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas Sekolah Dasar Negeri 5 (SDN-5) Bapinang Hulu diduga bermasalah pasalnya didalam papan informasi proyek tersebut tidak mencantumkan siapa Kontraktor dan Konsultannya, hal ini patut untuk ditelisik dan patut untuk dipertanyakan.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan Berita Investigasi Nasional binpers.com saat melakukan Investigasi dilapangan pada tanggal 31 Juli 2017 sekira jam : 11.46 Wib yang lalu telah ditemukan Papan Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN-5 Bapinang Hulu, Desa Hanaut Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah dengan uraian sebagai berikut :

Sesuai dengan Informasi yang terpampang dipapan Proyek bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Pendidikan telah menggelontorkan dana sebesar Rp.300.000.000,- ( Tiga Ratus Juta Rupiah ) untuk Prmogra : Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, dalam Kegiatan : Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan SD, Pekerjaan : Rehabilitasi Ruang Kelas, Lokasi : SD Negeri 5 Bpinang Hulu, Pelaksana :(P2S) Panitia Pembangunan Sekolah, Nomor MOU : 050/14/ SPB-DAK/DISDIK/2017, Nilai MOU : Rp.300.000.000,-(Tiga ratus juta rupiah) Jangka Waktu : 04 Juli s/d 27 Nopember 2017.

Didalam papan informasi proyek tersebut tidak ada transparasi siapa sesungguhnya Kontraktor yang mengerjakan proyek ini maupun Konsultan nya, hal ini adalah salah satu modus para kontraktor untuk menghindar dari kejaran para pihak selaku kontrol sosial terhadap jalannya proyek ini.

Keteledoran semacam ini apakah disengaja maupun tidak, tentunya para kontraktor sudah memahami bagaimana mekanisme pembuatan papan proyek yang benar biar ada keterbukaan terhadap informasi publik itu ada, disamping itu pula biar masyarakat tidak bingung mau bertanya kepada siapa bila ada hal-hal yang perlu dipertanyakan terkait mutu dan kualitas banguanan itu disaat dan sesudah dikerjakan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Bima Eka Wardana yang didampingi oleh Kabidnya ketika dikonfirmasi dikantornya menjelaskan bahwa : Proyek tersebut dikelola langsung oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan karena dananya langsung masuk kerekening sekolah tersebut, mengenai siapa pelaksananya pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan secara detail perlu atau tidak dicantumkan dalam papan proyek dengan alasan belum ada ketentuan dalam Juknis atau aturannya.

Menyikapi penjelasan Kadis Pendidikan tersebut ,Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bongkar AUDY VALENT angkat bicara , “Dalam hal ini Pihak Sekolah jangan coba-coba mengambil kesempatan walaupun misalnya belum ada ketentuan Junis atau aturannya, pelaksana proyek didalam papan proyek itu semestinya harusnya dicantumkan biar tidak membingungkan, kalau tidak dicantumkan akan banyak menimbulkan kecurigaan terhadap pelaksananya,” ujar Audy.

Sebagaimana telah diketahui bahwa Proyek Rehabilitasi Ruang kelas ini dilaksanakan secara Swakelola oleh pihak sekolah dengan dana sebesar Rp.300 juta, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan SD, sayanya tidak mencantumkan pihak Kontraktor pelaksana dalam papan proyek itu, pertanyaan nya : Apakah hal ini dibenarkan dalam aturan dan Undang Undang ???.

Sampai berita ini kami naikan pihak terkait khususnya Kepala Sekolah SDN-5 Bapinang Hulu belum bisa dikonfirmasi, dihubungi melalui Telp tidak diangkat,.///——————– (Misnato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *