Proyek Pembangunan Pustu di Desa Penyaguan Diduga Bermasalah

“Semestinya selesai tanggal 18 Juli 2017 namun hinggal saat ini 31 Juli 2017 kondisi bangunan belum juga selesai”

KETERANGAN GAMBAR :
Foto Proyek Pembangunan Pustu Didesa Penyaguan Kec.Hanaut Kab.Kotim Saat Diambil Dukumen Ini Sudah Tidak Sesuai Dengan Ketentuan Penyelesaian Proyek Ini Sudah Terlambat Dukumen Diambil Hari  Kamis  Senin 31 Jali 2017 (Dok.Misnato)

KALTENG, BINPERS.COM – Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Penyaguan Kecamatan Pulau Hanut Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, bermasalah pasalnya bangunan ini belum bisa diselesaikan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang tertera pada kontrak, hal ini perlu ditelisik serta dipertanyakan.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan Berita Investigasi Nasional binpers.com bahwa sesuai dengan Papan proyek yang terpampang didepan bangunan tersebut sebagai berikut : Program Pengadaan,Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas Pembantu dan Jaringannya, dalam Kegiatan Pembangunan dan Pengembangan Puskesmas Pembantu, Pekerjaan Pembanguanan Pustu Desa Penyaguan, Lokasi Kecamatan Pulau Hanaut, Sumber Dana APBD Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun Anggaran 2017 dengan Nilai Kontrak Rp.197.645.000,- ( Seratus sembilan puluh tujuh juta enam ratus empat puluh lima ribu rupiah) dengan Nomor Kontrtak : 608/Yankes-1/IV/2017, Pelaksanaan : 90 (Sembilan Puluh ) hari Kalender, Tanggal Mulai 20 April 2017, Tanggal Selesai : 18 Juli 2017 dengan Kontraktor : CV. BERKAH.

Hasil pantauan Wartawan ini dengan didampingi oleh Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BALANGA “LA ODE SIRAJIDIN” banyak hal kejanggalan dalam proyek ini diantaranya Pembangunan ini tidak tepat waktu untuk penyelesaian nya, yang semestinya selesai pada tanggal 18 Juli 2017 namun hingga berita ini dilangsir bangunan ini belum juga selesai seperti, Pintu dan jendela belum terpasang,Kramik didalam WC dan diteras belum terpasang, Plapon diluar juga belum terpasang, Material bangunan seperti Kasau dan reng dan material kayu lainnya tidak diter, hanya bagian luar saja yang diter untuk mengelabui pemeriksaan setelah diperhatikan ternyata didalam dek terhalang pelapon material dimaksud juga tidak diter.

Kontraktor proyek ini ketika dimintai keterangan melalui telepon mengakui tentang keterlambatan penyelesaian pembangunan ini, dengan alibi bahwa : Proyek ini ada perubahan dan sudah di adendum salah satunya ketinggian pondasi ditinggikan , khawatir tenggelam jika air pasang naik, material berupa pasir sulit didapat saat proyek ini dikerjakan karena ada penertiban izin galian C oleh Pemerintah daerah, disamping itu juga tukang yang mengerjakan proyek ini sakit, namun pihaknya bersedia membayar denda sesuai aturan yang berlaku, ketika ditanya kapan banguna tersebut bisa diselesaikan 100 % pihaknya belum bisa menentukan dengan alasan tukangnya tadi lagi sakit,” Kami akui proyek ini terlambat, dan kami bersedia untuk membayar denda sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” katanya yang mengaku bernama Amat selaku kontraktor.

“Untuk penyelesaian bangunan ini kami belum bisa memastikan, masalahnya tukangnya lagi sakit,” tambahnya.

Menurut Pihak Konsultan bahwa Pihaknya sudah memperingatkan kepada kontraktor jauh hari sebelumnya , ”Kami sudah mengingatkan pihak Kontraktor ini diperkirakan bulan puasa yang lalu, baik secara lisan melalui telepon maupun secara tertulis tentang permasalahan ini namun terkesan diabaikan begitu saja oleh pihak Kontraktor, Pihak kontraktor susah untuk ditemui,” katanya.

Menurut LA ODE SIRAJUDIN Aggota LSM Belanga, ”Proyek pembangunan Pustu ini sarat dengan penyimpangan dan perlu untuk dipertanyakan , secara kasat mata sudah saya lihat bangunan fisiknya dilapangan beberapa item pekerjaan itu diduga dikerjakan tidak standar sudah jelas menabrak aturan yang berlaku, dan ini berpotensi merugikan negara,” kata La Ode.

“Dalam hal ini kinerja pihak Konsultanpun perlu dipertanyakan, tangung jawab dan pengawasan nya sejauh mana, apapun alasan nya Pihak Konsultan juga harus tanggung jawab,” jelas La Ode.

“Jika pihak kontraktor dan Konsultan masih berleha-leha menanggapi permasalahan ini atau tidak ada upaya untuk segera mencari solusi untuk menyelasaikan proyek ini maka saya akan membuat laporan secara resmi melalui lembaga yang saya pegang ke pihak yang berwenang dengan harapan kasus ini ditanggapi secara serius biar ada efek jera dan warning bagi Kontraktor dan Konsultan lain tidak mengabaikan permasalahan semacam ini,” tegas La Ode.

Sampai berita ini kami terbitkan Pihak terkait Khususnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur belum bisa dikonfirmai, sedangkan Konfirmasi tertulis juga sudah disampaikan ke Dinas tersebut namun hingga saat ini belum ada jawaban.(Misnato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *