PIFAF & EXPO Polman 2017 Habiskan APBD Rp 1,4 M

Gubernur Sulbar, HM. Alibaal Masdar Diapit dua Adik kandungnya, (Bupati Polman), HA. Ibrahim Masdar & Hj.A.Nursami Masdar,( Kadis Dipop Polman)

POLMAN (SULBAR), BINPERS.COM – Polewali Mandar International Folk and Art Festival (PIFAF) kedua tahun 2017, yang dirangkaikan dengan Expo Polman V 2017, yang dibuka Gubernur Sulbar, HAM.Ali Baal Masdar, Selasa tanggal 1 Agustus 2017, pukul 14.30 wita, yang dihadiri Wakil Gubernur Sulbar, Hj. Enny Anggraeni Anwar, Presiden international Council of Folk Art (CIOFF) Indonesia, Said Rahmat dan sejumlah pejabat teras lingkup pemprov Sulbar dan Polman serta Kabupaten Mamasa dan Majene.

Acara PIFAF dan Expo V tahun 2017 ini selama lima hari dari tanggal 1-5 Agustus 2017 (Selasa-Sabtu red) itu mampu menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar yang berumber dari APBD Polman 2017 diluar sumbangan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam lingkup pemkab Polman sebesar Rp 2 juta per OPD, bahkan setiap Puskesmas dalam jajaran Dinas Kesehatan Polewali Mandar diwajibkan membayar Rp 1,7 juta seperti puskesmas Massenga kecamatan Polewali, kata sumber BIN Pers.com yang enggan ditulis jati dirinya.

Gubernur Sulbar, HM. Ali Baal Masdar usai membuka secara resmi PIFAF 2017 dan Polman Expo V tahun 2017, Selasa ( 1/8-2017) di Stadion S.Mengga disela-sela kunjunganny di lokasi Expo Polman V 2017 kepada Jurnalis Indonesia Pos media Group mengatakan, pihaknya memberi apresiasi kepada pemkab Polman bersama jajarannya khususnya panitia pelaksana PIFAF ke dua 2017 dan Expo Polman V 2017 atas kerjas keras dan kebrsamaannya sehingga kegiatan berskaa Internasional ini berjalan dengan baik dan diharapkan agar kegiatan pelaksanaan PIFAF dengan menampilkan berbagai atraksi seni budaya, baik dari mancanegara maupun lokal dalam provinsi Sulbar khususnya Kabupaten Polewali Mandar sebagai tuang rumah pelaksanaan kegiatan mampu mengukir prestasi gemilang dan berdampak positif terhadap masyarakat Sulbar.

Menurut Alibaal Masdar, walaupun event pagelaran seni budaya berskala Internasional ini hanya dilakukan pemkab Polewali Mandar dan seluruh stakeholder yang ada tetapi mampu melaksanakan dengan baik sebagai perwujudan mendorong akselerasi perkembangan di sektor kepariwisataan serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sehingga diharapkan agar kedepan event PIFAF ini lebih ditingkatkn dan jika perlu mendatangkan lebih banyak peserta PIFAF dari mancanegara maupun lokal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Alibaal Masdar juga menyampaikan, agar pemimpin kedepan tetap melanjutkan kegiatan event Internasional dan jika perlu dijadikan kalander tahunan dan pemprov Sulbar bersedia memberi bantuan dana pada even selanjutnya sehingga mampu memperkenalkan potensi obyek kepariwisataan dan kebudayaan dimiliki provinsi Sulbar khususnya Kabupaten Polewali Mandar untuk mendorong pengembangan sektor kepariwisataan di Sulawesi Barat dalam meningkatkan devisa daerah.

Sementara Bupati Polewali Mandar, HA.Ibrahim Masdar juga memberi apresiasi panitia pelaksana maupun seluruh stakeholder yang ikut berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan seni budaya berskala Internasional. Selain itu, Bupati juga memberi apresiasi dan terima kasih kepada pihak keamanan, baik Polri-TNI maupun aparat pengaman lainnya sehingga penyelengaraan PIFAF yang dirangkaikan dengan Expo V Polewali Mandar tahun 2017 berjalan kondusif dan para tamu mancanegara merasa nyaman dan aman dalam melakukan aktivitas mengunjungi obyek-obyek wisata dimiliki Kabupaten Polewali Mandar.

Bupati Ibrahim Masdar menilai kalau pagelaran seni budaya berskala Intensional itu, bukan hanya milik pemerintah tetapi seluruh masyarakat di provinsi Sulbar, khususnya Kabuaten Polewali Mandar sehingga diharapkan melalui PIFAF kedua mampu memperkenalkan budaya kita di mancanegara sehingga kelak akan member kontribusi positif terhadap masyarakat.

Lebih jauh Ketua DPW partai Nasdem Sulbar mengatakan, seperti PIFAF pertama 2016, PIFAF kali ini dirangkaikan dengan Expo Polman V tahun 2017 sebagai ajang silaturahmi dikalangan pengusaha kecil dan menengah. Selain itu, tambah Ibrahim Masdar, melalui kegiatan Expo berarti memberi peluag bagi masyarakat untuk ikut berperan secara aktif dengan menjual hasil produksinya untuk meningkatkan incame perkapita menuju masyarakat sejahtera sesuai harapan kita semua, bahkan adanya kegiatan PIFAF dan Expo V tahun 2017 ini sebagai ikon ajang bisnis bagi masyakarat dan mampu memberi kontribusi kepada pemkab Polman maupun masyarakat itu sendiri.

Secara terpisah, Hj.A.Nursami Masdar usai pembukaan PIFAF 2017 kepada Jurnalis BIN Pers.com mengatakan, kegiatan PIFAF merupakan salah satu ajang promosi wisata dan budaya sebagai perekat bangsa dimiliki Polewali Mandar dan Sulbar pada umumnya sekaligus meningkatkan kunjungan wisata sebagai implementasi Nawacita Presiden RI, Joko Widodo.

Menurut Nursami Masdar, kegiatan PIFAF 2017 itu terselenggaran atas kerjasama semua pihak khususnya panitia pelaksana dan seluruh stakeholder sehingga patut diapresiasi.

Menjawab Jurnalis BIN Pers.com tentang adanya sejumlah masyarakat menyoroti kegiatan PIFAF 2017 karena dari mancanegara berpotensi merusak iman bagi warga karena cara pakaian mereka gunakan bertentangan dengan kondisi masyarakat yang relegius. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk pemborosan anggaran APBD Polman. Menurut Nursami Masdar, sesungguhnya dalam promosi wisata dan budaya kita miliki kepada bangsa luar (mancanegara) seperti kegiatan PIFAF memang mahal dan membutuhkan pengorbanan yang jumlahnya tidak sedikit, baik meteri berupa dana maupun tenaga dan pikiran sehigga dibutuhkan kesepahaman dari semua pihak meski tidak sependapat semuanya dan itu merupakan dinamika yang perlu ditanggapi secara dingin dan profesional.

Ketika dimintai tanggapan tentang adanya pernyataan Gubernur Sulbar bahwa pihak pemprov Sulbar bersedia memberi dukungan dana dari APBD Sulbar pada PIFAF mendatang. Menurut Nursami Masdar, dengan adanya pernyataan Gubernur Sulbar tentang dukungan dana pada PIFAF berikutnya, dirinya sangat gembira da berterima kasih karena kegiatan PIFAF itu memang sangat membutuhkan dana tidak sedikit jumlahnya. Nursami mencotohkan, kegiatan PIFAF 2017 dapat menelan dana sebesar Rp 1,4 miliar lebih dengan tiga item kegiatan, yakni Expo Polman V tahun 2017, Karnaval Budaya dan lomba segitiga Sandeq milik nelayan di pantai Bahari Polewali, Kamis,( 3/8-2017), kata Nursami Masdar. (Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *