BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Oknum Sapol PP Tanjung Pinang Pengedar Sabu Masuk Bui 8 Tahun

Kepri.Tanjungpinang-BN, Oknum Satpol PP Tanjungpinang Icuk Supriadi (34), yang menjadi terdakwa dalam kasus narkoba dihukum oleh  hakim selama delapan tahun penjara.

Terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (28/8). “Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama delapan tahun penjara,”ujar  majelis hakim yang dipimpin Jhonson Sirait  membacakan amar putusannya.

Hakim juga menghukum Icuk dengan hukuman  membayar denda  Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Icuk dinilai terbukti bersalah melanggar ketentuan pasal 112 UU Nomor 35 tahun 1999 tentang Narkotika.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Haryo Nugroho dari Kejari Tanjungpinang yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara.

Atas putusan ,Icuk hanya bisa pasrah dengan menyatakan menerima, begitu juga dengan jaksa mengutarakan hal yang sama. “Terima yang mulia,” ujar Icul yang terlihat cukup tenang selama proses sidang.

Sekedar diketahui, oknum Satpol PP ini sudah yang kedua kali divonis hakim dengan kasus yang sama. Sebelumnya, ia telah dihukum hakim selama 1,6 tahun penjara dan telah dijalaninya.

Untuk kasus yang menjeratnya kedua kali ini berawal saat terdakwa dihubungi Ipin (DPO) melalui pesan singkat (SMS) pada 21 Februari lalu, sekitar pukul 16.00 Wib.

Icuk diminta mengambil dua gram sabu yang dilemparkan di suatu tempat. Icuk lalu diarahkan Ipin sepanjang perjalanan hingga Batu 9. Icuk diarahkan ke lapangan bola, arah Perumahan Pinang Hijau, Jalan Hang Lekir.

Sabu yang dimaksud berada di dalam  kotak  rokok di gardu listrik kecil. Kotak rokok itu diambil Icuk dan disimpan di saku celananya.Ia kemudian menuju ke Hotel BBR, kamar nomor 208. Sesampainya di dalam kamar, kotak rokok berisi satu paket sabu itu dibuka. Sabu itu ditimbang. Beratnya sekitar 25 gram. Satu gram disisihkan Icuk.

Sisanya disimpan dalam kota power bank bersamaan dengan dua butir pil ekstasi berlogo smile, satu butir pil ekstasi tanpa logo berwarna kuning gading dan tiga paket sabu lainnya. Tiga paket sabu ini merupakan sisa yang diperoleh dari Ipin pada 20 Februari, sekitar pukul 17.00. Tiga paket sabu ini diambil Icuk di Gang Buntu, Jalan Sunaryo, belakang KFC.Icuk menyimpan kotak power bank itu di dalam tas.

Tengah malam, sudah masuk 22 Februari, kamar yang dihuni Icuk digedor pihak kepolisian. Ketika pintu dibuka Icuk, beberapa pria di depan pintu mengenalkan diri dari Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang.

Icuk diamankan dan digeledah. Kamar serta  tas yang dibawa Icuk. Kotak berisi sabu-sabu dan pil ekstasi berserta timbangan digital dan alat hisap sabu ditemukan petugas.

Sebelum penangkapan itu, terdakwa juga juga pernah  mendapatkan paket narkotika jenis sabu-sabu dari Ricky (DPO).

Sabu ini diletakkan Ricky di dalam kotak rokok di depan kantor Sinar Mas, Jalan Engku Puteri. Sabu ini dijual Icuk kepada Irwanto (disidang terpisah) sebanyak empat kali di Gang Konco Indah, Jalan Hanjoyo Putro, Batu 9.

Paket pertama dijual pada 14 Februari seharga Rp1,7 juta. Paket kedua dijual pada 16 Februari dengan harga yang sama. Paket ketiga dijual pada 17 Februari seharga Rp700 ribu. Paket keempat dijual dua jam kemudian dengan harga Rp1,7 juta.

Pembelian terakhir belum sempat dibayar Irwanto karena keburu ditangkap polisi. Hasil penimbangan pihak berwenang, lima paket sabu itu memiliki berat 30,19 gram. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *