BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Luapan Limbah PT SCC Cemari Sungai Rubung

“Membunuh dan Mematikan Ikan dan satwa lainnya termasuk ular disungai itu, Warga mengeluh dan dirugikan sementara Dinas terkait tutup mata diduga kuat masuk angin”

KETERANGAN GAMBAR :

  1. Gambar No.1 Salah seorang Anggota Polsek Cempaga mengecek /untuk membuktikan limbah yang meluap dari kolam limbah   SCC meluber mengalir ke parit dan selanjutnya mengalir ke anak sungai Rubung Buyung.
  2. Gambar No.2 Rombongan Masyarakat Rubung Buyung, Kapolsek Cempaga/Anggotanya dan pihak manajemen perusahaan SCC turun  ke lokasi limbah yang meluap.
  3. Gambar No.3 Bukti ikan dan ular mati   keracunan  akibat pencemaran  limbah dari PT.SCC
  4. Gambar No.4 Salah seorang warga menunjukan ikan yang mati keracunan  akibat pencemaran dari limbah PT.SCC yang meluap mencemari anak sungai Rubung Buyung.

KALTENG, BINPERS.COM – Limbah berbahaya pembunuh masal dari Kolam limbah milik Perusahaan Besar Swasta (PBS) PT.Surya Citra Cemerlang (PT.SCC) di Desa Bukit Raya Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah, meluap dan meluber akibat kepenuhan sehingga mengalir kedalam parit langsung mengalir ke anak Sungai Rubung membunuh dan mematikan Satwa di air terutama Ikan dan Ular di sungai itu, dipandang perlu adanya penanganan yang serius dari pihak terkait.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan Berita Investigasi Nasional binper.com setelah turun ke lapangan bahwa : Puluhan Warga mewakili masyarakat Desa Rubung Buyung dusun Bunot berbondong bondong datang ke Perusahaan dimaksud meminta tanggung jawab pihak perusahaan terkait dengan pencemaran itu.

Saat yang bersamaan pihak Polsek Cempaga pun juga turun kelokasi menyaksikan kebenaran laporan warga dimaksud, turun kelapangan didampingi oleh Pihak Manajemen Perusahaa bersama warga masyarakat, disertai dengan pengambilan simpel air yang dicemari tersebut setelah itu dilakukan mediasi di Kantor perusahaan itu hasilnya sangat mengecewakan warga, yang intinya perusahaan masih berkilah adanya pencemaran itu bukan dari limbah pabrik mereka saja, padahal secara kasat mata tidak ada pabrik lain yang beroperasi di wilayah itu.

Pihak perusahaan berusaha mengulur-ulur waktu untuk menununjukan tanggung jawabnya, dengan dalih akan melakukan Lap sampel air dimaksud dalam waktu yang belum ditentukan hasilnya.

Pihak terkait terutama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur kabarnya sudah turun kelapangan, namun hingga kini belum juga menunjukan apa hasil dari Investigasi mereka, sehingga masyarakat yang merasa dirugikan banyak berprasangka ada apa dengan DLH Kotim, dan pihak Kepolisian yang sudah menyaksikan langsung kejadian dilapangan.

Sampai berita ini diterbitkan pihak terkait belum bisa dikonfirmasi terkait dengan tindak lanjut terjadinya pencemaran itu. ( Misnato )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *