Lomba Pacuan Kuda Ricuh, Pelaku Judi Tertangkap Basah

POLMAN, SULBAR ( BIN Pers.com)  

Suasana diluar arena Pacuan Kuda saat pelaku Hendak digelandang ke Mapolres Polman

Lomba pacuan kuda memperebutkan piala Bupati Polewali Mandar, yang berlangsung dua hari, yakni Sabtu dan Minggu tanggal 26-27 Agustus 2017 bertempat di Sport Center Manding kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar yang setiap tahunnya digelar. Hanya saja lomba pacuan kuda ini dinodai adanya ajang judi bagi pencandu pacuan kuda. Hal itu terbukti, awal lomba babak pengisian yang diikuti seluruh peserta, baik dari kabupaten Polewali Mandar sebagai tuang rumah maupun dari Sulsel khususya Kabupaten Jeneponto dengan menurunkan kuda andalannya untuk memperebutkan piala Bupati Polman tahun 2017.

 Menjadi tontonan gratis bagi puluhan penoton lomba pacuan kuda ketika salah satu pencandu lomba pacuan kuda asal Jeneponto sedang melakukan judi dengan mengunakan uang sebagai tebusan bagi kuda jawaranya yang memenangkan lomba pacuan kuda.

 Peraktek judi dilakukan beberapa warga sipil pencandu lomba pacuan kuda yang sengaja datang di arena pacuan kuda Sport Center, tempat berlangsungnya lomba pacuan kuda untuk memperebutkan piala Bupati Polman tahun 2017 dengan memasang taruhan berupa dana yang jumlahnya bervariasi. Sehingga membuat anggota Polres Polewali Mandar yang sedang melakukan pengaman kawasan arena pacuan kuda langsung bertindak dengan menggelandang salah seorang sebut saja Dg Samapara (nama samarang) diantara mereka keluar arena pacuan kuda dan langsung digelandang menuju kantor Mapolres Polman yang tidak jauh dari arena lomba pacuan kuda karena tertangkap basah melakukan permainan dengan menggunakan uang.

 Namun pada saat polisi menggelandang pelaku dengan sejumlah polisi menuju Mapolres, baik berpakaian lengkap maupun preman dengan lantang sekelompok mereka berteriak  melakukan aksi protes kepada aparat kepolisia agar tidak membawa rekannya ke kantor Mapolres Polman. “ Kalau rekannya dibawa ke Mapolres Polman, maka peserta lomba pacuak kuda dari Turatea Jeneponto keluar dari pertanding dan lebih memilih bubar dan kembali kedaerah asalnya”, tegas dari sekelompok warga asal Turatea, Jeneponto sehingga membuat suanasa menjadi tegang dan massa berambuaran keluar arena pacuan kuda . Ancaman diperangkan oleh rekan pelaku yang tertangkap basah bermain judi dengan taruhan uang oleh aparat petuagas dari Polres Polman bahwa jika rekannya ditangkap makan seluruh peseta pacuan kuda Jeneponto akan membuabarkan diri sehingga pihak aparat Polri mengurungkan niatnya menggelandang pelaku ke Mapolres dan melepaskan pelaku. “ Harusnya Polisi mengerti kalau mereka datang itu memang salah satu mata pencahariannya dan tidak dibiayai oleh pemerintah”, cerutu salah seorang penonton dengan menggunakan Helm Hijau bermerk TNI dengan dialeg Makassar.

 Dari insiden itu, akhirnya panitia lomba yang diketuai HA.Raden Mulyo, yang sehari-harinya anggota Fraksi Golkar DPRD Polman dan dibuka langsung oleh Kapolres Polman dan dihadiri sejumlah anggota DPRD asal kabupaten Jeneponto, Sulsel dan Kadis Dikbud Polman serta ratusan penonton yanag memadati Tribun pacuan kuda spor center.

 Satu hal menarik, ketika penulis mencari momen untuk melakukan pemotretan lomba pacuan kuda diatas tribun berbaur dengan pantia, tetapi tiba-tiba Ketua Panitia Lomba Pacua kuda Cup Bupati Polman A.Raden Mulyo datang menegur penulis dan menyuruh bergeser dengan alasan bahwa menghalangi pandangan Kapolres Polman menyaksi star lomba sehingga penulis terpaksa bergeser. “ Tolong pak bergeser sekitar 1 (satu) meter karena pak Kapolres tidak melihat dengan jelas “, ujar Raden Mulyo lalu kembali ketempat duduknya, disamping posisi Kapolres Polman.

 Masih kasus insiden tertangkapnya pelakuk judi, sekelompok warga asal Jeneponto berkomentar bahwa kalau polisi mau menangkap penjudi lomba pacuan kuda , jangan hanya warga Jeneponto diamankan tetapi semua yang ikut berjudi supaya adil tetapi kalau hanya orang Jeneponto saja ditangkap, maka   mereka dengan nada keras, membuat situasi makin galau disertai kerumunan penonton.

 Ketika Jurnalis BIN Pers.com mencari salah seorang panitia pacuan kuda Bupati Cup untuk konfirmasi tentang insiden yang sempat menodai lomba pacuan kuda tersebut mengalami kesulitan lantaran massa tampaknya sudah kocar kacil dan suasana makin tegang. Tetapi untung saja aparat keamanan tanggap dan situasi terkendali sehingga tidak terjadi insiden susulan akobat ketidakpuasan rekan pelaku judi, apalagi pelaku judi yang sedang digelandang aparat Polri terpaksa dihentikan untuk menghindari amukan massa yang sudah terlanjur nyaris lepas kendali karena rekannya dibawa pergi aparat Polri. (Laporan : Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *