Lomba Gerak Jalan Kocak Kacir, Oknum Panitia Usir Peserta

Wakil Bupati Polman, HM.Natsir Rahmat, sikon peserta Gerak Jalan & Siswa M.Ts Sipamandar setelah “diusir” oknum panitia

POLMAN (SULBAR), BINPERS.COM – Dalam rangka memperingati HUT RI ke 72 tahun 2017, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar melakukan lomba gerak jalan dengan melibatkan siswa tingkat SMP/M.Ts dan SMA/SMK se kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah peserta 100 orang perwakilan dari 16 kecamtan dalam Kabupaten Polewali Mandar.

Acara kegiatan lomba gerak jalan tingkat SMP dan SMA atau sederajat dengan mengambil star di lapangan sepak bola Gaspol Polewali dan finish di pantai Bahari dengan rute, dari jalan Pangiu Polewali membelok di jalan Kemakmuran kemudian membelok ke jalan Bahari Polewali dan difinis di pantai bahari Polewali kelurahan Polewali kecamatan Polewali, Kamis ( 3/8-2017) yang dilepas Kabid Pengajaran Dikbud Polman dan diterima Wakil Bupati Polewali Mandar, HM.Natsir Rahmat di pantai Bahari, didampingi Kadis Kesbang dan Politik Kabupaten Polewali Mandar, A.Amrin P, Kabid Pengajaran Dikbud Polman, Muhiddin dan mewakili Kapolres Polman sejumlah pengurus KNPI.

Dari pantauan Jurnalis BIN Pers.com, Kamis (3/8-2017) seputar pelaksanaan lomba gerak jalan tingkat SMP dan SMA atau sederajat termasuk waria, tampaknya panitia pelaksana lomba yang diterjunkan dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Polewali Mandar (Polman) banyak menuai sorotan dari guru pendamping lantaran Nomor star yang diberikan kepada peserta lomba gerak jalan oleh panitia sendiri ternyata hanya sekadar symbol, padahal Nomor urut star bagi peserta lomba untuk tertibnya kegiatan harusnya dijadikan sebagai acuan dasar star bagi peserta secara berurut dan teratur. Tetapi justru para panitia yang bertugas untuk mengurusi dan mengatur star peserta terkesan hanya mampu mondar-mandir dan saling menuding antara satu dengan panitia lainnya. Akibatnya, peserta lomba gerak jalan menjadi kocar-kacir dan tidak beraturan berdasarkan Nomor urut peserta yang diberikan kepada masing-masing peserta lomba untuk dipasang dibagian depan guna mengetahui identitas peserta lomba tersebut.

Seperti dialami peserta lomba gerak jalan, M.Ts Simandar Beroanging kecamatan Mapilli dengan pendamping, Kepala Sekolah, Drs.Abd Rahman Hafid Logawali dan Rustam serta sejumlah tenaga pendidik merasa kecewa dan sangat menyayangkan ulah sejumlah oknum panitia yang bertugas di lapangan untuk mengatur pemberangkatan atau star para peserta gerak jalan yang tidak memahami keadaan para peserta, bahkan salah satu panitia oknum dengan overacting berinisial, “MKM” staf Dispop Polman langsung menegur dan mengusir peserta dari M.Ts Simandar pada saat mengatur barisan di depan peserta lainnya seperti peseta lainnya dengan nada keras meminta siswa M.Ts Simandar Beroanging untuk kembali pada posisi semula, apalagi Nomor dada peserta dimiliki adalah 19 sementara barisan didepan nomor urutnya mencapai 60-an, bahkan depannya sudah beberapa peserta mencuri star dengan nomor peserta 80 dan 60-an tetapi oknum penitia itu justru membiarkan dengan alasan lebih duluan memasuki lapangan Gaspol. Oknum itu dalam melakukan aksinya sebagai panitia, dengan membawa alat pengeras suara hanya mondar-mandir ditengah barisan para peserta lomba gerak jalan dan tidak mampu berbuat sehingga membuat guru sebagai pendamping siswa kecewa akibat ulah oknum pantia yang ditempatkan untuk mengatur posisi star para peserta berdasarkan nomor peserta dipasang didada bagian depan yang diberikan oleh panitia lomba sendiri pada saat mendaftar sebagai peserta gerak jalan.” Saya bingun pak, harus berbuat apa karena terlanjur sudah kacau dan kalau ada mau protes silahkan hubungi Kabid Olahraga, Aco Rifai sebagi penanggunjawab lomba gerak jalan ini”, ungkap “MKM” dengan nada arogansi.

Kabid Pengajaran Dikbud Polewali Mandar, H.Muhiddin, M.Si ketika dikonfirmasi Jurnalis BIN Pers.com disela-sela teribun panggung penghormatan bagi peserta tentang fenomena dialami para peserta lomba gerak jalan itu merasa heran dan awalnya tidak percaya kalau pengaturan star kocak kacir tetapi ketika menyaksikan langsung peserta pada urutan pertama M.Ts Kanang kecamatan Binuang dengan Nomor urut 1 disusul peserta kedua, M.Ts Tutallu dengan Nomor peserta 69 kemudian disusul SMPN Binuang dengan peserta Nomor urut 63, SMPN Anreapi Nomor urut 67, M.Ts Maarif Nomor urut 09 kemudian disusul SMPN Pasang kecamatan Binuang Nomor urut 71 dan SMPN Campalagian Nomor urut 75 dan seterusnya.

Buruknya pengaturan star lomba gerak jalan, membuat para pendamping terpaksa gigit jari dan kecewa, bahkan menilai kalau penitian lomba yang ditempatkan pada lokasi tempat star tidak memahami tugasnya sehingga membuat kondisi lomba gerak jalan menjadi kocak kacir dan menjadi perebutan antara pendamping peserta untuk melihat momen cela tepat jika ada tempat jarak barisan kosong, bahkan diperpuruk lagi, sebagian besar dari peserta lebih memilih menyerobot masuk dibarisan peserta lainnya sementara panitia yang ditempatkan pada lokasi star tampaknya bingun dan sulit berbuat, bahkan memilih meninggalkan tempat untuk menghindari keritikan dari pendamping peserta lomba gerak jalan dan terkesan tidak memahami tupoksinya. (Andira Mordani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *